ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Teknologi Drone Sebagai Alternatif Transportasi Mempercepat Cakupan Imunisasi di Indonesia

Teguh Imam Suyudi
14 June 2019 | 16:30
rubrik: Business Solution
Mampukah Intervensi Teknologi Mempercepat Cakupan Imunisasi di Indonesia?

Ilustrasi: Drone dapat menjadi alternatif alat transportasi vaksin ke daerah terpencil (Foto: ID Comm)

Share on FacebookShare on Twitter

Potret kesehatan di Indonesia masih memprihatinkan: jutaan ibu dan anak yang tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan dasar, suatu kondisi yang membahayakan hidup mereka. Kurangnya fasilitas kesehatan di 6.000 pulau yang ada di Indonesia, rendahnya akses untuk mendapatkan imunisasi, dan serta kendala transportasi ke daerah-daerah terpencil terutama saat musim hujan. Akibatnya, jutaan orang menghadapi tantangan kesehatan serius, yang sebenarnya dapat diatasi dengan peningkatan akses ke perawatan kesehatan dasar.

Beberapa negara berkembang di Afrika, yang juga menghadapi tantangan serupa, telah mulai menggunakan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan akses layanan kesehatan mereka, yaitu dengan menggunakan drone untuk melakukan pengiriman cepat atas permintaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya, bahkan ke sudut paling terpencil di negara mereka. Mungkinkah ini solusi yang selama ini dicari oleh Indonesia?

Imunisasi: Kunci untuk Indonesia yang Lebih Sehat

Program imunisasi di Indonesia dalam lima tahun terakhir tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 Kementerian Kesehatan RI menunjukkan cakupan status imunisasi dasar lengkap (IDL) pada anak usia 12-23 bulan menurun dari 59,2% (2013) menjadi 57,9% (2018). Angka ini menunjukkan bahwa dari sekitar 6 juta anak berusia 12-23 bulan, sekitar 3,5 juta anak belum mendapatkan imunisasi lengkap – jumlah yang hampir setara dengan separuh jumlah penduduk Singapura. Terlebih lagi, angka imunisasi dasar lengkap anak di pedesaan lebih rendah (53,8%) dibandingkan anak-anak di perkotaan (61,5%). Angka ini bahkan lebih rendah dari negara-negara di Afrika seperti Rwanda dan Ghana yang telah mencapai lebih dari 90%.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin yang sekaligus Koordinator Bidang Kesehatan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. dr. Budu, Ph.d, Sp.M(K), M.Med.Ed. mengatakan bahwa Indonesia dapat mencontoh apa yang dilakukan oleh Pemerintah Rwanda dan Ghana baru-baru ini.

BACA JUGA:  Kominfo Jelaskan Dugaan Kebocoran Data Pasien yang Dikelola oleh Server Kementerian Kesehatan

Baca: Garuda Indonesia Uji Coba Terbangkan Drone untuk Bawa Kargo

“Mereka bekerja sama dengan sektor swasta dalam memanfaatkan teknologi drone untuk mengantarkan kantong darah, vaksin dan obat-obatan ke wilayah-wilayah terpencil mereka. Drone ini dapat terbang sejauh maksimal 80 kilometer dan direncanakan menjangkau 500 pusat layanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah Ghana. Indonesia dapat belajar dari solusi unik ini untuk menjawab berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam mengejar capaian cakupan imunisasi bagi masyarakat,” jelasnya.

Mampukah Intervensi Teknologi Mempercepat Cakupan Imunisasi di Indonesia?
Ilustrasi: Drone membawa paket vaksin ke daerah terpencil. (Foto: ID Comm)

Tantangan Menjaga Kualitas Vaksin

Untuk bisa melaksanakan program imunisasi secara ideal, sampai saat ini masih ada sejumlah kendala, antara lain ketersediaan vaksin yang berkualitas, manajemen distribusi dan logistik vaksin, serta penyimpanan, pemakaian dan prosedur pemantauan vaksin yang cukup rumit.

Manajemen rantai dingin (cold chain) menjadi salah satu tantangan terbesar yang berkaitan dengan indeks mutu vaksin, dimana vaksin harus disimpan dalam suhu tertentu selama beberapa waktu. Mekanisme ini mensyaratkan pendistribusian vaksin dengan pola dan waktu yang rapi demi menjaga suhu dan kualitasnya. Vaksin yang telah dibawa sampai ke tujuan harus disimpan dalam tempat penyimpanan khusus vaksin. Setiap kabupaten memiliki tempat penyimpanan vaksin yang terletak di Puskesmas, dimana petugas layanan kesehatan perlu memastikan kualitasnya terus terjaga hingga vaksin tersebut disuntikkan ke anak.

“Untuk menjaga kestabilan suhu vaksin, saat menempuh perjalanan yang bisa memakan waktu selama 4-6 jam, vaccine carrier kami rendam ke dalam sungai yang dingin selama 5-10 menit. Ketika sampai di Puskesmas, kami menggunakan pelepah pisang untuk membungkus setiap botol vaksin dan menjaga suhunya selama pelayanan imunisasi berlangsung,” jelas Frans Karrai, SKM, Kepala Puskesmas Seko, Sulawesi Selatan.

Vaksin merupakan bagian penting dari komponen biaya program imunisasi, sehingga sangat krusial untuk dapat memastikan pemakaiannya seefektif mungkin dan meminimalisir adanya sampah vaksin. Perbaikan manajemen distribusi vaksin, didukung mekanisme transportasi yang cepat dan dapat mengantar pasokan vaksin secara real time sesuai kebutuhan di lapangan, sehingga mampu mengurangi jumlah sampah vaksin, adalah hal yang perlu dipikirkan bersama oleh para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pihak swasta.

BACA JUGA:  Menkominfo Harapkan Vaksinasi Covid-19 bagi Awak Media Bantu Percepat Pemulihan Kesehatan Nasional

Teknologi Transportasi bagi Distribusi dan Cakupan Vaksin Berkualitas yang Lebih Baik

Pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk membuka akses terhadap layanan kesehatan termasuk vaksinasi, seperti membangun jalan dan jembatan. Kementerian Kesehatan juga telah melahirkan program intervensi seperti misalnya Nusantara Sehat yang menugaskan tim tenaga kesehatan terpilih sebagai ujung tombak layanan di wilayah-wilayah tersebut.

“Namun demikian Indonesia memerlukan terobosan yang lebih inovatif, yang dapat memastikan pengiriman bantuan vaksin dan bantuan medis lainnya menembus kendala jarak dan waktu,” tutur Prof. Budu.

Masih kerap ditemui bahwa stok obat di puskesmas-puskesmas Indonesia hanya tersedia sebanyak 20-50% dari sekitar 300 obat-obatan penting yang mestinya tersedia. Angka ini juga masih jauh di bawah standar WHO yang mensyaratkan kecukupan suplai setiap saat demi memenuhi pelayanan kesehatan yang berfungsi baik.

Ilustrasi: Paket berisi vaksin yang dikirimkan menggunakan drone di daerah terpencil (Foto: ID Comm)

Belajar dari teknologi drone yang digunakan oleh Pemerintah Rwanda dan Ghana, teknologi revolusioner ini dapat mengatasi kesenjangan akses pelayanan kesehatan, khususnya dalam mengantarkan bantuan medis ke tempat-tempat yang sulit dijangkau. Prof. Budu mengatakan bahwa teknologi ini memungkinkan pusat layanan kesehatan di darat untuk menerima bantuan hanya dalam 15-20 menit.

“Drone semacam ini dapat mengangkut 40 botol vaksin dalam sekali pengiriman. Kita juga dapat berharap pada frekuensi terbangnya, yaitu maksimal 30drone dengan selang penerbangan setiap 30 detik. Bayangkan kalau hal ini dapat diadopsi oleh Pemerintah kita, dengan mengambil momentum Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dan Daerah yang baru, maka kendala distribusi vaksin dan banyak bantuan medis lainnya, dapat terpecahkan secara efektif,” lanjutnya.

Baca: JD.com Sukses Kirimkan Barang Pesanan Pelanggan dengan Drone di Indonesia

Prof. Budu berharap Indonesia dapat bergerak maju dan mulai melibatkan teknologi tepat guna yang belum pernah terpikirkan sebelumnya di dunia medis. “Transportasi tanpa awak ini dapat secara gesit bergerak dan terbebas kendala, baik di darat maupun kepulauan. Ia dapat membantu – tidak saja untuk pengiriman logistik kesehatan secara rutin – tetapi juga sebagai alat taktis untuk membantu meredam wabah penyakit yang muncul tiba-tiba, atau pun hal-hal yang terkait mitigasi bencana alam. Ia dapat melengkapi layanan pengiriman logistik skala besar yang bergantung pada pesawat atau helikopter.”

BACA JUGA:  Terus Berkembang, Ini Jajaran Produk ICT Terbaik Jala Lintas Media

Ia mengatakan bahwa upaya inovatif dibutuhkan untuk meningkatkan dan mempertahankan cakupan dan pemerataan imunisasi, di samping advokasi yang intensif kepada pemangku kepentingan utama di tingkat daerah untuk memastikan keberlanjutan program imunisasi, serta mendorong inovasi teknologi untuk memastikan akses pada ketersediaan vaksin. Saat ini Pemerintah sedang melakukan kajian independen terkait manfaat ekonomi, manfaat sosial dan keamanan nasional terkait rencana operasionalisasi drone ini.

Tags: droneKemenkes
Previous Post

BNI Kembangkan Platform Digital Khusus Petani

Next Post

Semen Indonesia Terapkan Teknologi WHRPG untuk Efisiensi Energi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Umumkan Core Compute Regions Baru, Jaringan Cloud Akamai Paling Tersebar di Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi Akamai: Bank Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intel Integrasikan Agentic AI dengan Intel Xeon 6+, Teknologi Jaringan, dan Sistem AI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto