LAPAN Pastikan Indonesia Punya Roket dan Rudal

Penulis adam

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan saat ini Indonesia sudah menyiapkan rudal balistik RX 450 dan Roket Pengorbit Satelit (RPS). Selain itu, pada 2039 LAPAN juga berencana meluncurkan satelit dari bandar antariksa milik Indonesia menggunakan roket buatan Indonesia.

Hal ini diungkapkan LAPAN menanggapi misi antariksa Iran yang meluncurkan satelit Zafar dengan menggunakan roket Simorgh. Meski pun gagal, misi ini menandakan tonggak penting bagi proyek luar angkasa Iran.

“Kita sekarang sedang menyiapkan roket RX 450 dan menuju roket 2 tingkat yaitu roket peluncur satelit, kita sudah menargetkan tahun 2039 meluncur satelit dari bandar antariksa sendiri dan pakai roket sendiri,” ujar Kabag Humas LAPAN, Jasyanto dalam siaran persnya, Senin (17/2).

Uji coba rudal RX 450 telah dilakukan pada 2018 akhir lalu. Dalam uji coba itu, roket ini dinamai ulang menjadi R-Han 450.

Dalam uji coba ini, LAPAN, bekerjasama dengan Balitbang Kementerian Pertahanan, PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT PINDAD (Persero), dan Dahana Kelima perusahaan ini tergabung dalam Konsorsium Roket Nasional, seperti dikutip dari situs perusahaan BUMN yang memberikan layanan bahan peledak itu.

Dalam uji coba sebelumnya pada tahun 2016, R-Han 450 sukses meluncur sejauh 55 km. Serangkaian penyempurnaan masih terus dilakukan, hingga diharapkan roket ground to ground untuk artileri medan ini dapat menjangkau jarak ideal 100 km.

R-Han 450 merupakan roket tipe balistik dengan panjang total 7,2 meter, diameter 46 cm, massa total 1.750 kg, massa propellan 750 kg, dengan jangkauan maksimum kurang dari 100 km dan kecepatan maksimum 3.300 km per jam.

Dikutip dari situs Kemenristek, Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin, RX 450 merupakan roket terbesar yang pernah diluncurkan LAPAN. Program Roket Sonda LAPAN ditujukan untuk maksud-maksud damai. Roket RX 450 nantinya akan digunakan dalam salah satu rangkaian Roket Pengorbit Satelit (RPS).

Thomas mengatakan uji coba roket R-Han 450 disinergikan dengan rencana pembangunan bandar antariksa. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi roket mengalami berlapis-lapis kendala karena tingkat kesulitannya lebih tinggi.

“Meskipun diberi anggaran besar, belum tentu bisa terealisasi karena kita belum ditunjang dengan SDM dan industri pendukung yang lebih memadai,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kepala Program Peluncuran Roket, Bagus H. Jihat menjelaskan, program RX 1220 adalah cikal bakal dari Roket R-HAN122 B. Sedangkan uji terbang RX 450 merupakan penyempurnaan teknologi dari uji terbang RX 450 sebelumnya yang dilakukan tahun 2015 dan 2016.

Selain Iran, India telah berhasil mengirimkan pesawat penjelajah antariksa Vikram dalam misi Chandrayaan-2 pada September lalu. India akan kembali direncanakan 7 September 2019. Pada tanggal tersebut, India akan mendaratkan rover di permukaan bulan dalam proyek Chandrayaan-2. Nahas, misi itu gagal karena Vikram gagal mendarat di permukaan Bulan.

Dilansir Chandrayaan-2 merupakan misi bulan lanjutan misi Chandrayaan-1 yang meluncur pada 2008. Chandrayaan-1 saat itu menemukan keberadaan molekul air di permukaan bulan yang kering.

BACA JUGA

2 komentar

agung 17 February 2020 - 17:27

2039? Gak salah ketik itu? Kalau iya rencana pencapaiannya lambat sekali?

Balas
Satya bre wirabumi 10 October 2020 - 02:42

Bismillah kembangkan lagi jika mampu di usungkan di kendaraan 8×8 pindad

Balas

Leave a Comment