
Reporter: Abi Abdul Jabar
Editor: Teguh Imam S.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat telah mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI) yaitu solusi digital dalam menjalankan birokrasi pemerintahan (SPBE) dan memberikan layanan publik.
Terlebih saat Era Adaptasi Kebiasaan Baru (New Normal), solusi digital yang diterapkan Pemkab Bandung itu terbukti jadi inovasi menghadapi Pandemi Covid-19 dengan membantu memutus rantai penyebaran virus corona dan memudahkan layanan kepada masyarakat tanpa harus bertatap muka dan menghindari kerumunan.
Dalam Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara online, 16/11/2020, Yudi Abdurrahman, Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung mengatakan pihaknya telah menghadirkan sejumlah aplikasi sebagai upaya modernisasi birokrasi dan meningkatkan layanan publik
“Tahun 2019, jumlah aplikasi yang terdata di Kabupaten Bandung sebanyak 114 Aplikasi, adapun perolehan aplikasi ialah sebagai berikut: 59 Kabupaten, 21 Provinsi, dan 34 Pusat,”
“Tahun 2020, jumlah aplikasi yang terdata di Kabupaten Bandung sebanyak 114 Aplikasi, adapun perolehan aplikasi ialah sebagai berikut: 94 Kabupaten, 7 Provinsi, dan 105 Pusat.”
Kepada dewan juri, Yudi menjelaskan pemanfaatan berbagai aplikasi TI di Kabupaten Bandung itu telah dilakukan pengukuran terkait IT Matury Level-nya.
“Untuk Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dilakukan penilaian oleh Kementerian PAN RB, pada tahun 2019 lalu. Hasilnya, Nilai Indeks SPBE Kabupaten Bandung 2.85 (Baik).”
“Kemudian, ada Penilaian Evaluasi Implementasi Masterplan dan Quick Win Smart City Tahap II Tahun 2019 dalam rangka Program Gerakan Menuju 100 Smart City yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo, Desember 2019. Hasilnya, Kabupaten Bandung memperoleh rata-rata 3,20 (ada Tingkat Improvement).”
“Kami juga mendapat penghargaan sebagai daerah dengan domain.go.id terbanyak pada acara “Gerakan 100 Smart City 2019 itu,” ungkap Yudi.
Layanan aplikasi di Kabupaten Bandung itu tersebar di sejumlah OPD dan Dinas.

Solusi Digital
Dalam kesempatan ini, Yudi menjelaskan beberapa solusi unggulan yang telah dihadirkan Pemkab Bandung.
Open SID (Sistem Informasi Desa), aplikasi yang diperoleh secara gratis, mendukung keterbukaan informasi publik di desa.
Tahun implementasi 2018, Developer Internal Diskominfo dan Forum Penggiat Open SID. Fitur, Informasi Desa, Data dasar Desa (kependudukan, asset, laporan keuangan, administrasi desa dan layanan mandiri).
“Manfaat, dapat mempromosikan produk unggulan Desa, Keterbukaan Informasi terhadap masyarakat, menjadi acuan pemerintah dalam mengambil keputusan, kemudahan administrasi desa untuk masyarakat, data dapat dikelola oleh desa secara mandiri,” ungkap Yudi.
E–SKM (Survey Kepuasan Masyarakat), SKM elektronik dibuat untuk memudahkan perangkat daerah dalam melakukan survei Kepuasan Masyarakat di unit pelayanannya, menghasilkan Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat dan hasil survey dapat jadi bahan laporan yang selanjutnya disampaikan kepada Kemenpan RB.
“Tahun implementasi mulai 2019, Developer Internal Diskominfo. Fitur, keluaran hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Manfaatnya, responden lebih mudah menilai pelayanan yang telah dilakukan pemerintah, demikian juga perangkat daerah dapat lebih mudah merekapitulasi semua jenis pelayanan yang telah dilakukan, serta nilai IKM dapat langsung diperoleh hasilnya,” ujar Yudi.
Tahun 2020 ini, aplikasi E-SKM dikembangkan berbasis android, sehingga makin mudah dilakukan oleh responden itu sendiri, tidak perlu antri di depan komputer dan jawaban hasil survei dapat langsung diperoleh oleh pemerintah.
Sasikap Evo (Sabilulungan Sistem Informasi Kinerja Pegawai Kabupaten Bandung), aplikasi pegawai akan menyusun SKP dan dokumen terkait lainnya secara tertib dan seragam, termasuk proses validasi oleh atasan, penyusunan SKP Tahunan, Laporan Kinerja Bulanan serta agenda Aktivitas Harian. Penilaian Kinerja yang tersistemasi menjadi dasar yang kuat dan objektif dalam menentukan perhitungan tunjangan pegawai yang berbasis kinerja.
“Tahun implementasi 2019, Developer BKPSDM. Fitur, SKP Tahunan, Laporan Kinerja Bulanan, Penilaian Kinerja 360 derajat, Aktivitas Harian, Integrasi Daftar Hadir Elektronik,” terang Yudi
Manfaatnya, penilaian kinerja pegawai di lingkungan Pemkab Bandung dapat dilaksanakan lebih efektif dan objektif.
Solusi Digital Era New Normal
Menurut Yudi, Pemkab Bandung juga telah menghadirkan solusi unggulan yang juga bermanfaat di era New Normal.
E – Learning Disdik Kabupaten Bandung, Sistem informasi mengenai pembelajaran online dari rumah. Tahun implementasi : 2020, Developer : Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung. Fitur, materi pelajaran digital. Manfaat, mendukung proses pembelajaran jarak jauh di masa pandemi covid 19 ini. Situs e-learning dapat diakses melalui laman https://e-learning.bandungkab.go.id/.
“Dalam situs ini, para siswa bisa mengakses materi pelajaran dari berbagai jurusan dan mata pelajaran, buku sekolah elektronik hingga video pembelajaran,” ujar Yudi.
Di bidang pendidikan, Yudi menambahkan, Pemkab Bandung juga telah melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online pada pertengahan Juni 2020 lalu.
“Di situs PPDB Online Kabupaten Bandung ada informasi detail seputar kuota siswa di setiap sekolah di setiap tingkatan baik SD, SMP dan SMA, jumlah pendaftar, hingga skor setiap pendaftar sudah bisa dilihat disitu. Jadi para orang tua gak perlu repot-repot untuk pergi ke sekolah untuk mendaftarkan anaknya karena sudah bisa dari jarak jauh,” kata Yudi.
Video Conference – Online Meeting Zoom Meeting. Tahun implementasi 2020, Developer Eksternal. Fitur, meeting online, share screen, streaming, cloud storage. “Kami mendukung dengan menyediakan Network Communication Internet. Manfaat dari Video Conference ini mempermudah proses koordinasi antar Perangkat Daerah,” terang Yudi.
Sawarna (Sabilulungan Melawan Corona), aplikasi dan situs online untuk mengetahui informasi terkini mengenai sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung. Di aplikasi ini masyarakat bisa mengakses berbagai informasi seperti edukasi seputar gejala virus corona, deteksi dini dari virus corona.
Sabilulungan Pasar Tani (Sabitani), diluncurkan Juni 2020. Aplikasi untuk membantu para petani di Kabupaten Bandung melakukan penjualan hasil pertaniannya bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan RW di Kabupaten Bandung.
Manfaatnya, pertama, petani melakukan suplai hasil tani di gudang Dinas Pertanian untuk dijual melalui aplikasi. kedua, masyarakat dapat menggunakan platform aplikasi untuk membeli hasil tani secara online sehingga lebih aman dan dapat menjaga kesehatan. Ketiga, pembayaran dilakukan dengan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) sehingga proses transaksi jadi lebih mudah, cepat dan terjaga keamanannya.
Solusi Digital Paling Membanggakan
Menurut Yudi, E–SKM (Survey Kepuasan Masyarakat) jadi keberhasilan terkait TI yang dinilai membanggakan.
“Pada tahun 2020, E-SKM termasuk dari tiga aplikasi yang telah direplikasi oleh Kemendagri, karena aplikasi mengenai survey kepuasan masyarakat ini belum diterapkan di kabupaten/kota manapun di Indonesia.”
SAFETIK (Sabilulungan Festival TIK), sudah dilaksanakan dari tahun 2017 sampai 2019, merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Diskominfo Kab. Bandung.
“Tujuannya, untuk lebih memperkenalkan dan membudayakan pemanfaatan berbagai produk TI dalam berbagai aspek kehidupan pada umumnya dan pengelolaan pemerintah pada khususnya,” tutup Yudi.














