Dalam rangka melakukan pencegahan dan juga mendukung program pemerintah memutus rantai penularan dan penyebaran Covid-19, RS Premier Bintaro menghadirkan solusi digitalisasi pendaftaran dan pembayaran tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR).
Tes swab PCR merupakan metode pemeriksaan adanya virus SARS Co-2 dengan mendetaksi DNA virus.
Dengan memanfaatkan solusi digital pendaftaran dan pembayaran ini, masyarakat dapat dengan mudah melakukan tes swab PCR dan mendapatkan hasilnya dengan cepat.
Ke depan, solusi digitalisasi ini akan dikembangkan ke layanan yang lebih luas oleh rumah sakit yang termasuk jaringan Ramsay Sime Darbi Health Care dengan kantor pusat di Malaysia ini.
Demikian disampaikan Benedict Sulaiman selaku VP IT RS Premier Bintaro dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara online, 10/11/2021.
Problem yang Dihadapi
Kepada dewan juri, ia menjelaskan latar belakang RS Premier Bintaro menghadirkan solusi pendaftaran dan pembayaran tes swab PCR.
“Kami ingin ikut serta mencegah dan mendukung program pemerintah memutus rantai penularan dan penyebaran Covid-19.”
“Sebelum kami menghadirkan solusi digital ini, angka infeksi Covid-19 di Tanah Air sedang tinggi karena lonjakan kasus terkonfirmasi. Itu meningkatkan kesadaran masyarakat di Tanah Air untuk melakukan tes swab PCR.”
“Namun ada sejumlah kendala yang dihadapi masyarakat yang ingin melakukan tes PCR. Pertama, kesulitan dalam mendapatkan informasi ketersedian kuota pendaftaran; kedua, proses antrian pendaftaran dan pembayaran yang masih manual; ketiga, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil tes; terakhir, masyarakat enggan datang ke rumah sakit karena takut tertular Covid-19.”
“Maka kami pun mencari solusi untuk memudahkan masyarakat melakukan tes swab PCR dan mendapatkan hasilnya dengan cepat,” kata Benedict Sulaiman.
Baca: Telehealth Plus, Inovasi Layanan Kesehatan RS Premier Bintaro di Masa Pandemi Covid-19
Solusi Unggulan
Setelah melakukan serangkaian pembahasan di internal dan melakukan persiapan dan pengembangan terkait kesiapan SDM, TI (hardware dan software), dan melakukan marketing, RS Premier Bintaro pun menghadirkan solusi Digitalisasi Pendaftaran dan Pembayaran PCR yang go live pada 4 Mei 2020.
Benedict Sulaiman memaparkan pengertian solusi itu, “Pendaftaran Online, kegiatan pada bagian pendaftaran pasien rawat jalan yang mempunyai fungsi untuk melayani pendaftaran pasien rawat jalan secara online melalui aplikasi baik untuk pasien yang belum atau sudah pernah berobat di rumah sakit.”
“Pembayaran Online, cara pembayaran yang memudahkan dan menawarkan kenyamanan kepada penggunanya dalam melakukan transaksi pembayaran. Pasien hanya perlu melakukan transaksi dengan memanfaatkan layanan internet secara online, tanpa harus bertemu atau datang jauh-jauh untuk melakukan pembayaran.”
Ia menegaskan dalam menghadirkan solusi digital itu, pihaknya berpedoman pada sejumlah regulasi.
“Pertama, Surat Edaran Nomor HK.02.01/Menkes/303/2020 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).”
“Kedua, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.”
“Ketiga, Peraturan Bank Indonesia Nomor 22/23/PBI/2020 tentang Sistem Pembayaran.”
Dalam mengembangan solusi digital itu pun, ia dan timnya telah mempertimbangkan sejumlah faktor yang jadi kunci kesuksesan saat diluncurkan ke masyarakat.
“Pertama, terjamin sistem keamanan datanya; kedua, mudah digunakan baik oleh staf admin rumah sakit dan masyarakat; ketiga, proses pendaftaran, pembayaran, dan hasil lab dicatat dalam sistem HIS.”
“Key success factors berikutnya, sistem pembayaran yang mudah digunakan; validasi dan rekonsiliasi pembayaran mudah dilakukan; terakhir, tetap memperhatikan kelayakan ekonomis,” papar Benedict Sulaiman.
Dalam kesempatan ini, ia juga menerangkan cara kerja (flow system) Sistem Pendaftaran dan Pembayaran ini.
“Pertama, pasien mendaftar untuk melakukan tes swab PCR secara online melalui salah satu medium (WA, Web, Call Center) yang terintegrasi dengan HIS.”
“Kedua, HIS mengirim Terms of Services Order tes PCR dan tagihan (jumlah dan link pembayaran) melalui media WA ke pasien.”
“Ketiga, Pasien melakukan Pembayaran yang terintegrasi dengan HIS menggunakan Payment Gateway yang mendukung berbagai cara pembayaran (contoh: Midtrans). Pembayaran yang telah dilakukan akan secara otomatis mengupdate status pembayaran di HIS. Bukti pembayaran/kwitansi digital akan dikirimkan secara otomatis langsung oleh HIS via WA.”
Keempat, Pasien melakukan tes swab PCR setelah dilakukan verifikasi data dan pembayaran. Petugas akan mengambil sampel swab dan dikirim ke laboratorium.
Kelima, Pasien menerima hasil tes PCR dalam bentuk digital yang dikirim lewat e-mail.
Benedict Sulaiman mengakui banyak rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain yang menawarkan solusi serupa. “Namun, solusi kami ini punya sejumlah faktor pembeda (diferensiasi),” tuturnya.
Yaitu, menggunakan sistem pendaftaran dan pembayaran on-line; Sistem daftar dan bayar yang terintegrasi dengan HIS; Proses otomatisasi: update status pembayaran di HIS dan pengiriman bukti bayar ke pasien; Mudah dioperasikan baik oleh staff admin kasir, laboratorium, pasien.”
“Faktor pembeda berikutnya, tidak perlu install aplikasi di sisi pasien; Hasil dikirim melalui email dan terenkripsi; Hasil PCR dapat dilihat di NAR (New All Record) dan terintegrasi dengan PeduliLindungi sebagaimana arahan pemerintah
Meski demikian, kepada dewan juri, ia mengakui tetap ditemui kendala dalam penggunaan solusi digital ini oleh masyarakat, “Data pribadi pasien yang tidak update seperti No Kontak, Email. Juga adanya, hasil PCR yang tidak sampai ke pasien karena kesalahan input data pribadi.”
Menurut Benedict Sulaiman, setelah diluncurkan pada Mei 2020 lalu, manajemen RS Premier Bintaro telah melakukan evaluasi terhadap solusi digital ini. Hasil evaluasi mengungkap kendala tertinggi sistem daftar adalah pasien yang salah input data pasien.
“Kendala lainnya, tidak terintegrasi data pribadi ke sistem DUKCAPIL, diperlukan sosialisasi dan promosi yang lebih baik tentang sistem daftar dan bayar secara online ke pasien.”
Terkait pasien yang memanfaatkan PCR Rawat Jalan di RS Premier Bintaro, Benedict Sulaiman menjelaskan sejak Januari 2021 hingga September 2021 jumlahnya cukup banyak. “Saat ini, angka tertinggi pada Juli 2021, ada sekitar 11.000-an pasien.”
Dengan demikian, menurutnya, digitalisasi pendaftaran dan pembayaran mampu menjembatani kendala hubungan pasien-rumah sakit; memberikan citra yang positif bagi RSPB.
“Sehingga ke depan, digitalisasi pendaftaran dan pembayaran ini bisa dikembangkan ke layanan yang lebih luas seperti: Sistem daftar dan bayar untuk pasien isolasi mandiri Covid-19, Sistem daftar dan bayar untuk pasien pasien rawat jalan, dan Sistem bayar untuk farmasi, MCU,” tutup Benedict Sulaiman.
Baca: TOP Digital Awards 2021: IT Menjadi Strategic Partner di Pertamedika IHC














