ItWorks.id- Kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan kecerdasan artifisial (AI) menjadi perhatian di kawasan Asia Tenggara. ASEAN Foundation melalui program AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific akan membekali lebih dari 1,7 juta siswa, guru sekolah K–12, dosen, dan tenaga pengajar perguruan tinggi dengan keterampilan AI praktis hingga akhir 2028.
Program tersebut diperkenalkan dalam Sesi Terbuka Pertemuan Pejabat Senior ASEAN untuk Pendidikan atau ASEAN Senior Officials Meeting on Education (SOM-ED) ke-21. Inisiatif ini merupakan kolaborasi ASEAN Foundation dengan AVPN, dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB).
Program AI Ready ASEAN memasuki fase berikutnya dengan fokus yang lebih kuat pada penerapan AI dalam aktivitas pendidikan. Jika pada fase sebelumnya penekanannya pada peningkatan kesadaran dan literasi AI, fase berikutnya diarahkan untuk membangun kemampuan praktis dalam menggunakan AI secara bertanggung jawab dan efektif. Keterampilan tersebut mencakup pemanfaatan AI dalam kegiatan mengajar, belajar, penelitian, hingga persiapan memasuki dunia kerja.
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Dr. Piti Srisangnam mengatakan, perkembangan program menunjukkan bahwa generasi muda dan pendidik di ASEAN siap memanfaatkan AI ketika memperoleh perangkat dan dukungan yang tepat.“Melalui Fase 2, kami tidak hanya berfokus pada meningkatkan kesadaran tentang AI, tetapi juga membekali sistem pendidikan di kawasan ini dengan keterampilan AI yang praktis,” ujar Piti dalam keterangan yang dirilis (22/09/2026), di Jakarta.
Menurut dia, pendekatan tersebut diharapkan membantu guru dan siswa menggunakan AI secara bertanggung jawab sekaligus mempersiapkan tenaga kerja masa depan di kawasan ASEAN.
Dalam implementasinya, ASEAN Foundation akan menggandeng Local Implementing Partners (LIPs) dari negara-negara anggota ASEAN yang memenuhi kualifikasi dan berminat berpartisipasi. Para mitra lokal akan membantu mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara serta menyelenggarakan pelatihan AI terapan bagi guru K–12, mahasiswa, dan dosen.
ASEAN Foundation juga akan berkoordinasi dengan kementerian pendidikan di masing-masing negara anggota. Langkah ini ditujukan agar program selaras dengan prioritas nasional di bidang AI dan pendidikan serta melengkapi berbagai program yang telah berjalan.
Selain pelatihan, program akan mempertemukan pemangku kepentingan sektor publik dan swasta, mulai dari pemerintah, praktisi AI, akademisi, organisasi masyarakat sipil, organisasi internasional, media hingga penerima manfaat.Forum regional dan nasional tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus menghasilkan masukan berbasis bukti untuk pengembangan kebijakan dan strategi pendidikan AI di kawasan. Pertemuan Regional Keempat AI Ready ASEAN dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Singapura.
Kepala Google.org Asia Pasifik Marija Ralic mengatakan, literasi AI kini menjadi salah satu keterampilan mendasar, sementara pendidik memiliki peran penting dalam memastikan peserta didik dapat menggunakan teknologi tersebut secara bertanggung jawab dan efektif.“Google.org bangga dapat terus mendukung ASEAN Foundation dalam membawa AI Ready ASEAN melangkah lebih jauh, dari peningkatan kesadaran menuju pelatihan terapan yang lebih mendalam dan akan memberikan manfaat bagi jutaan siswa di seluruh kawasan,” ujarnya.
Sementara itu, CEO AVPN Naina Subberwal Batra mengatakan, melalui AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, pihaknya berkomitmen memperluas akses terhadap pelatihan keterampilan AI yang praktis dan dapat diterapkan dalam skala besar.Menurut dia, kolaborasi antara ASEAN Foundation dan mitra pelaksana lokal menunjukkan pentingnya aksi regional yang terkoordinasi untuk mengubah kesiapan AI menjadi hasil yang terukur bagi guru, siswa, dan dosen.
Program AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific juga diarahkan untuk mendukung sejumlah prioritas ASEAN, termasuk ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Strategic Plan 2026–2030, ASEAN Economic Community (AEC) Strategic Plan 2026–2030, dan ASEAN Work Plan on Education 2026–2030.
Melalui program tersebut, ASEAN mendorong akses pembelajaran digital yang lebih inklusif, peningkatan daya saing tenaga kerja, pembelajaran sepanjang hayat, serta pemanfaatan AI dan teknologi baru secara bertanggung jawab.
Dengan target lebih dari 1,7 juta penerima manfaat, program ini menempatkan pendidikan dan peningkatan keterampilan sebagai salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan masyarakat ASEAN menghadapi perubahan yang dibawa AI.














