ItWorks- Anggota Tim Dewan Juri “TOP Digital Awards 2021” kemaren (23/12/201), memenuhi undangan PT Telkom Akses untuk mengunjungi dan melihat langsung fasilitas Telkom Akses Command Center (TACC), di Legok, Banten. TACC merupakan pusat monitor dan kendali digital yang dibangun, sebagai bagian dalam upaya meningkatkan pelayanan pelanggan, terutama bagi pengguna fixed broadband IndiHome dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Setelah beberapa waktu lalu mengikuti presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2021” yang dilakukan secara virtual oleh Majalah ItWorks, kali ini Tim Dewan Juri berkesempatan melihat langsung fasilitas TACC yang menjadi salah satu inovasi andalan dari Telkom Akses dalam memberikan layanan pelanggan yang dihadirkan di tengah pandemi Covid-19. Salah satu keunggulan TACC bisa menjadi pusat kendali dan monitoring digital network secara nasional. Termasuk mendukung kecepatan layanan pelanggan jika mengalami gangguan jaringan di lapangan .
“Command Centar ini sudah beroperasi sekitar satu tahun sejak diresmikan 20 Desember 2020. Ini bagian dari strategi CX (customer exsperience) yang terus kita bangun, sekaligus sebagai wujud komitmen kami untuk terus memberikan layanan terbaik bagi pengguna IndiHome. Kami menyadari kebutuhan masyarakat akan internet dengan akses bandwidth yang lebih besar, terus meningkat sejak pandemi Covid-19. Sehingga kami pun terus berusaha memberikan layanan terbaik, termasuk penanganan yang lebih cepat melalui dukungan TACC ini, jika ada gangguan atau kerusakan jaringan di lapangan,” ungkap Gunadi Dwi Hantoro, Vice President (VP) R&D of PT Telkom Akses, dalam sambutan pembukaan acara kunjungan Tim Dewan Juri “TOP Digital Awards 2021” yang berlangsung di Telkom Akses Command Center (TACC), di Legok, Banten.
Adapun anggota Tim Dewan Juri TOP Digital Awards yang hadir di antaranya Lim Kurniawan, Agnes- Awesome (Consulting), Nurul Yakin Setyabudi -Indonesia Telecommunication User Group (ITTUG), Melani Harriman – Mellani K Harriman Associate, serta tim ITWorks (Yursal Wathoni, Ahmad Chury, serta Muhammad Rendy).
Dilengkapi sejumlah perangkat dan aplikasi digital, TACC menjadi pusat pengelolaan jaringan akses dengan pengendalian yang terintegrasi secara digital. Dengan aplikasi digital, dari TACC bisa dilakukan monitoring, termasuk mendeteksi potensi gangguan secara cepat di suatu daerah, sehingga command center bisa berperan sebagai early warning system. Dengan demikian, potensi tersebut dapat segera diantisipasi dan dilakukan perbaikan oleh petugas lapangan.
Dalam kesempatan itu, juga dilakukan pemaparan tentang fasilitas “Integrated Design Center” Telkom Akses yang disampaikan oleh Manager Area Barat Design Center Telkom Akses, Fauzan. Sedangkan paparan tentang TACC disampaikan oleh Vice President Diagnostic & Surveillance Telkom Akses, Beny Yulianto Atmadja.
Dalam aktivitas bisnisnya, Telkom Akses memiliki beberapa solusi bisnis yang diimplementasikan, baik untuk internal maupun eksternal. Di internal, untuk mendukung operasional, perusahaan memiliki beberapa solusi bisnis yang telah diimplementasikan, seperti Command Center, Map Integrated Broadband, serta Integrated Design Center. Sedangkan untuk layanan keluar, salah satunya mendukung implementasi digitalisasi SPBU Pertamina.
Melalui digitalisasi ini, Pertamina dapat memantau kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM), penjualan BBM serta transaksi pembayaran di SPBU. Data-data tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang, sehingga dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM.
Aplikasi GE Small World
Digitalisasi yang kian meningkat, menyebabkan bertambahnya kebutuhan masyarakat akan layanan akses internet dengan kapasitas yang lebih besar dan akses cepat. Hal ini menjadi tantangan dan juga peluang bagi vendor, termasuk Telkom untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Terlebih dengan komitmen Telkom Group yang memiliki impian untuk mewujudkan Digital Society (Masyarakat Digital) di mana Perseroan juga menyadari bahwa kunci untuk mewujudkan masyarakat digital adalah pembangunan infrastruktur agar dapat menyediakan layanan konektivitas berkualitas tinggi.
Sementara teknologi jaringan tembaga yang ada saat ini, mempunyai keterbatasan bandwidth dalam melayani kebutuhan pelanggan, sehingga fiber optic menjadi solusi yang dikembangkan Telkom Group untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Termasuk menggelar jaringan fiber optic untuk kebutuhan rumah atau fiber to the home (FTTH) untuk mendukung ketersediaan akses internet untuk digunakan layanan voice (suara), data, maupun video.
“Untuk akurasi dan kecepatan pemetaan jaringan ini, termasuk proses perancangan penarikan kabel feeder dan kabel distribusi hingga menuju rumah pelanggan (FTTH), kami melakukan metode perancangan dengan menggunakan aplikasi GE SmallWorld. Hasil perancangan jaringan diperoleh nilai link budget dan rise time budget, sesuai dengan perhitungan yang dilakukan pada jarak, sehingga bisa cepat mendapatkan informasi untuk pengambilan keputusan, termasuk nilai kelayakanNya secara bisnis. Apliklasi ini juga untuk mendukung program penataan perapihan data inventory jaringan untuk setiap STO sebagai suatu improvement yang kedepannya menjadi juga preventif action, agar tidak ada lagi duplikasi jaringan di jalur yang sama (overlapping tiang, Rute duct, dan lainnya),” ungkap Fauzan dalam paparannya.
Dalam implementasi aplikasi Small World untuk perapihan Rute Duct & STO bisa memastikan koordinat STO yang tepat, sehingga STO yang lain yang tidak valid bisa redesign atau dihapus . Bisa untuk mendukung prosdes akurasi mengganti kabel feeder pada rute yang tidak valid, kemudian memindahkannya ke dalam rute yang valid (menggunakan rute eksisting yang sudah terlebih dahulu top layer). Memudahkan untuk mengetahui rute yang kosong (rute yang tidak valid), melakukan terminasi pada setiap segmen kabel yang sudah dirapihkan sesuai dengan UIM, dan lainnya.
Selain itu, untuk mendukung operasional dan layanan eksternal, Telkom Akses juga memiliki aplikasi ACS I-BOOSTER.Solusi bisnis ini dideskripsikan sebagai fokus pada proaktif solusi gangguan nonteknis oleh Agent Customer 147 Tools yang mampu menganalisa, identifikasi dan mensolusikan gangguan nontekniks/logic terhadap layanan pelanggan Indihome. Beberapa fitur unggulan ACS I-BOOSTER antara lain Remote Diagnostic, Remote COnfig, Early Warning System, Proactive action, dan Predictive Action.
Adapun manfaat yang dirasakan perusahaan dengan solusi ini antara lain mengurangi truckroll, verifikasi hasil pekerjaan teknisi, dan Remote Restoration by Helpdesk. Bagi klien atau pelanggan manfaat yang bisa diperoleh antara lain dapat meningkatkan customer experience pelanggan Indihome dalam percepatan penanganan gangguan dan meningkatkan FCR (First Call Resolution).
Rangakaian acara kunjungan ini ditutup dengan melihat langsung fasilitas ruangan Integrated Design Center serta TACC dan diakhiri makan siang bersama. Mewakili dewan Juri, Lim Kurniawan dalam kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas terobosan dan inovasi yang dilakukan Telkom Akses, terutama dalam kaitan peningkatan layanan pelanggan Indihome. “Saya kira ini kesepatan yang sangat berharga bagi kami bisa sharing knowledge dan melihat langsung inovasi yang dihasilkan Telkom Akses. Mewakili dewan juri, kami mengucapkan terima kasih semoga ke depan bisa lebih maju lagi,” ujarnya.
Telkom Akses merupakan salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi pembangunan dan manage service infrastruktur jaringan. Dengan sederet inovasi dan keberhasilan yang diraih dalam menyiasai situasi pendemi Covid-19, Telkom Akses tahun ini bergasil meraih penghargaan “Top Digital Awards 2021 Bintang 4.
TOP DIGITAL Awards 2021 merupakan ajang penghargaan/award tingkat nasional yang diberikan kepada, Korporasi, Instansi Pemerintahan, dan Lembaga/Badan yang dinilai berhasil dalam menerapkan dan melakukan inovasi TI/Solusi Digital untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanannya. Selain itu juga diberikan kepada para pimpinan manajemen dari Korporasi, Lembaga/Badan (CEO, Direksi, Manager), dan para pembina Instansi Pemerintahan (Kepala Daerah Gubernur, Walikota, Bupati) yang dinilai terbaik dalam memberikan dukungan, mengeluarkan inisiatif dalam penerapan dan pemanfaatan TI/Solusi Digital. Penghargaan ini juga diberikan kepada kategori aplikasi, solusi bisnis TI/software, produk hardware, yang dinilai terbaik oleh pengguna (user) dan masyarakat yang menjadi customer. (AC)















