ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Waspada! Telah Ditemukan 24 Kerentanan dalam Sistem Akses Biometrik Tiongkok

Fauzi
12 June 2024 | 10:00
rubrik: Digital
Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan identifikasi Kaspersky telah ditemui banyak kerentanan pada terminal biometrik hybrid yang diproduksi oleh produsen internasional ZKTeco.

Dengan menambahkan data pengguna secara acak ke database atau menggunakan kode QR palsu, penjahat siber dapat dengan mudah melewati proses verifikasi dan mendapatkan akses tidak sah. Mereka juga dapat mencuri dan membocorkan data biometrik, memanipulasi perangkat dari jarak jauh, dan memanfaatkan backdoor. Fasilitas dengan keamanan tinggi di seluruh dunia akan menghadapi risiko keamanan jika mereka menggunakan perangkat rentan ini.

Kerentanan ini ditemukan selama penelitian para ahli Kaspersky Security Assessment terhadap perangkat lunak dan perangkat keras perangkat label putih ZKTeco. Semua temuan secara proaktif dibagikan kepada produsen sebelum diungkapkan kepada publik.

Pembaca biometrik (biometric reader)yang dimaksud banyak digunakan di berbagai sektor – mulai dari pabrik nuklir atau kimia hingga perkantoran dan rumah sakit. Perangkat ini mendukung pengenalan wajah dan otentikasi kode QR, serta kapasitas untuk menyimpan ribuan templat wajah. Namun, kerentanan yang baru ditemukan membuat mereka rentan terhadap berbagai serangan. Kaspersky mengelompokkan kelemahan berdasarkan patch yang diperlukan, dan mendaftarkannya di bawah CVE (Common Vulnerabilities and Exposures) tertentu.

Bypass fisik melalui kode QR palsu
Kerentanan CVE-2023-3938 memungkinkan penjahat siber melakukan serangan yang dikenal sebagai injeksi SQL, yang melibatkan penyisipan kode berbahaya ke dalam string yang dikirim ke basis data terminal. Penyerang dapat memasukkan data tertentu ke dalam kode QR yang digunakan untuk mengakses area terlarang. Akibatnya, mereka dapat memperoleh akses tidak sah ke terminal dan secara fisik mengakses area terlarang.

Ketika terminal memproses permintaan yang berisi jenis kode QR berbahaya ini, basis data secara keliru mengidentifikasinya sebagai permintaan yang berasal dari pengguna sah yang terakhir diberi otorisasi. Jika kode QR palsu berisi data berbahaya dalam jumlah berlebihan, alih-alih memberikan akses, perangkat akan melakukan restart.

BACA JUGA:  Kaspersky Ungkap Trojan Android yang Targetkan Pengguna Perbankan

“Selain penggantian kode QR, ada lagi vektor serangan fisik yang menarik. Jika seseorang dengan niat jahat mendapatkan akses ke database perangkat, mereka dapat mengeksploitasi kerentanan lain untuk mengunduh foto pengguna yang sah, mencetaknya, dan menggunakannya untuk menipu kamera perangkat agar mendapatkan akses ke area aman. Cara ini tentu saja mempunyai keterbatasan tertentu. Ini memerlukan foto yang dicetak, dan warmth detection yang harus dimatikan. Namun, hal ini masih menimbulkan potensi ancaman yang signifikan,” kata Georgy Kiguradze, Spesialis Keamanan Aplikasi Senior di Kaspersky.

Pencurian data biometrik, penerapan backdoor, dan risiko lainnya
CVE-2023-3940 adalah kelemahan pada komponen perangkat lunak yang memungkinkan pembacaan file secara sewenang-wenang. Memanfaatkan kerentanan ini memberikan calon penyerang akses ke file apa pun di sistem dan memungkinkan mereka mengekstraknya. Hal ini mencakup data pengguna biometrik sensitif dan hash kata sandi untuk lebih membahayakan kredensial perusahaan. Demikian pula, CVE-2023-3942 menyediakan cara lain untuk mengambil informasi sensitif pengguna dan sistem dari database perangkat biometri – melalui serangan injeksi SQL.

Pelaku ancaman tidak hanya dapat mengakses dan mencuri tetapi juga mengubah database pembaca biometrik dari jarak jauh dengan memanfaatkan CVE-2023-3941. Kelompok kerentanan ini berasal dari verifikasi input pengguna yang tidak tepat di beberapa komponen sistem.
Memanfaatkannya memungkinkan penyerang mengunggah data mereka sendiri, seperti foto, sehingga menambahkan individu yang tidak berwenang ke database. Hal ini memungkinkan mereka untuk diam-diam melewati gerbang putar (turnstiles) atau pintu. Fitur penting lainnya dari kerentanan ini memungkinkan pelaku untuk mengganti file yang dapat dieksekusi, yang berpotensi menciptakan backdoor.

Eksploitasi yang berhasil terhadap dua kelompok kelemahan baru lainnya – CVE-2023-3939 dan CVE-2023-3943 – memungkinkan eksekusi perintah atau kode arbitrer pada perangkat, memberikan penyerang kendali penuh dengan tingkat hak istimewa tertinggi. Hal ini memungkinkan pelaku ancaman untuk memanipulasi operasi perangkat, memanfaatkannya untuk melancarkan serangan terhadap node jaringan lain dan memperluas serangan ke seluruh infrastruktur perusahaan yang lebih luas.

BACA JUGA:  Spam SEO Mengintai, Perusahaan Disarankan Cek Perlindungan Situs Web

“Dampak dari kerentanan yang ditemukan sangat beragam. Pertama-tama, penyerang dapat menjual data biometrik curian di dark web, sehingga menjadikan individu terdampak mengalami peningkatan risiko serangan deepfake dan rekayasa sosial yang canggih. Selain itu, kemampuan untuk mengubah database mempersenjatai tujuan awal perangkat kontrol akses, sehingga berpotensi memberikan akses ke area terlarang bagi pelaku kejahatan siber.

Terakhir, beberapa kerentanan memungkinkan penempatan backdoor untuk secara diam-diam menyusup ke jaringan perusahaan lain, sehingga memfasilitasi pengembangan serangan canggih, termasuk spionase dunia maya atau sabotase. Semua faktor ini menggarisbawahi pentingnya menambal kerentanan ini dan mengaudit secara menyeluruh pengaturan keamanan perangkat bagi mereka yang menggunakannya di perusahaan,” jelas Georgy Kiguradze.

Pada saat informasi kerentanan dipublikasikan, Kaspersky tidak memiliki data yang dapat diakses mengenai apakah patch telah diterbitkan.

Untuk menggagalkan serangan siber terkait, selain menginstal patch, Kaspersky menyarankan untuk mengambil langkah-langkah berikut:

  • Pisahkan penggunaan pembaca biometrik ke dalam segmen jaringan terpisah.
  • Gunakan kata sandi administrator yang kuat, ubah kata sandi default.
  • Mengaudit dan memperkuat pengaturan keamanan perangkat, memperkuat default yang lemah. Pertimbangkan untuk mengaktifkan atau menambahkan deteksi suhu untuk menghindari otorisasi menggunakan foto acak.
  • Minimalkan penggunaan fungsi kode QR, jika memungkinkan.
  • Perbarui firmware secara rutin.
Tags: Kaspersky
Previous Post

Ada Risiko Dari Pemanfaatan GenAI, Multipolar Technology Tawarkan Solusinya

Next Post

Evaluasi Reformasi Birokrasi 2024 Berfokus Pada Dampak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Ancaman Mengintai di Game Online Roblox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUB.ID Summit 2023 Pertemukan Perusahaan Rintisan Teknologi dan Investor Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto