ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Telkom Innovillage Hadirkan Alat Monitoring Cerdas Berbasis IoT untuk Bantu Pemeliharaan Bibit Padi Kering

Fauzi
16 June 2025 | 13:41
rubrik: Digital
Telkom Innovillage Hadirkan Alat Monitoring Cerdas Berbasis IoT untuk Bantu Pemeliharaan Bibit Padi Kering
Share on FacebookShare on Twitter

Tidak bisa dipungkiri bahwasanya dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh tidak cuma bertumpu pada peran pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan masyarakat sipil, dunia pendidikan, pelaku usaha, serta media untuk menciptakan sistem pangan yang adil dan berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat penguatan ketahanan pangan, inisiatif PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mendorong pemanfaatan digitalisasi dan menumbuhkan talenta digital Indonesia melalui program Innovillage yang telah memasuki tahun kelima dengan mengangkat tema pangan sebagai salah satu fokus inovasi.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan bahwa program Innovillage merupakan wujud nyata komitmen Telkom dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui inovasi digital.

“Kami percaya bahwa inovasi sosial berbasis teknologi adalah kunci untuk menjawab tantangan nyata masyarakat, termasuk isu krusial seperti ketahanan pangan. Melalui Innovillage, kami mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berpikir kreatif, tetapi juga solutif dan berdampak langsung. Inovasi seperti Semerbak-IoT dan Egg Pasteurize menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan lokal. Program ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ekosistem kolaboratif yang terus kami perkuat agar kebermanfaatannya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat sekitar,” ujar Hery.

Isu swasembada pangan kembali menjadi sorotan di tengah kompleksitas tantangan ketahanan pangan global. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024 Indonesia mengimpor sekitar 2,8 juta ton beras, 2,5 juta ton gandum, dan 600 ribu ton gula untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Di sisi lain, data Kementerian Pertanian yang menunjukkan bahwa distribusi pangan di Indonesia masih belum merata. Sekitar 30 persen produksi pangan nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, membuat daerah-daerah lain rentan terhadap kelangkaan dan fluktuasi harga. Kondisi ini menimbulkan suatu kontradiksi. Sebagai negara agraris, Indonesia seharusnya mampu mengandalkan kekuatan produksinya sendiri. Namun kenyataannya, ketergantungan pada impor sejumlah komoditas pokok masih tinggi. Jika tidak segera diatasi, ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tak hanya mengancam stabilitas ekonomi, tetapi juga memperbesar risiko kerentanan sosial dan memperlebar kesenjangan antarwilayah.

BACA JUGA:  Telkom Akses Sukses Raih TOP GRC Awards 2025 #Star 5 Untuk Kedua Kalinya

Pemerintah menargetkan tercapainya swasembada pangan nasional pada tahun 2027 sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan. Upaya ini dipandang penting mengingat ketersediaan pangan yang stabil merupakan faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan negara. Namun, upaya mencapai swasembada pangan tentu tidak luput dari beragam tantangan. Perubahan iklim, kondisi perekonomian global, gejolak harga pangan global, bencana alam, perkembangan teknologi dan sumber daya manusia (SDM), peningkatan jumlah penduduk, aspek distribusi, hingga alih fungsi lahan yang mencapai 100.000 hektare (ha) per tahun menjadi persoalan yang berpotensi menghambat cita-cita besar tersebut. Dibutuhkan sinergi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, agar upaya menuju swasembada dan kedaulatan pangan menjadi lebih kokoh serta mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.

Innovillage merupakan kompetisi inovasi sosial berbasis teknologi yang ditujukan bagi mahasiswa untuk mendorong lahirnya solusi aplikatif terhadap permasalahan di masyarakat. Melalui skema pitching, program ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat dalam semangat kolaboratif. Program ini menjadi wadah bagi para inovator muda untuk menggabungkan teknologi digital dengan kearifan lokal dalam merespons berbagai tantangan sosial, termasuk krisis pangan. Sejak diluncurkan pada 2020, Innovillage telah melahirkan berbagai inovasi yang relevan dan berdampak langsung di lapangan. Kontribusinya pun turut mendukung pencapaian tiga poin utama dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 2 (Tanpa Kelaparan), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Salah satu inovasi unggulan dalam program Innovillage adalah Semerbak-IoT, alat monitoring cerdas berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang untuk membantu pemeliharaan bibit padi kering. Teknologi ini dikembangkan oleh tim dari Universitas Telkom dan telah diimplementasikan secara bertahap di Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Semerbak-IoT dilengkapi fitur seperti pemantauan debit air, penyiraman otomatis, serta sensor lingkungan, yang memungkinkan petani memantau kondisi tanaman secara real-time. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam budidaya padi sejak tahap awal pertumbuhan.

BACA JUGA:  Perkuat Kepercayaan Lintas Negara, Komdigi Selaraskan Sertifikat dan Tanda Tangan Elektronik dengan Standar Global

Sementara itu, tantangan dalam mempertahankan kualitas telur menginspirasi tim mahasiswa dari Universitas Islam Malang untuk menghadirkan solusi inovatif bertajuk Photovoltaic Egg Pasteurize Electric Field. Inovasi ini merupakan mesin pasteurisasi berbasis kejut listrik yang didukung energi surya (photovoltaic), dirancang untuk memperpanjang umur simpan telur sekaligus menjaga kandungan nutrisinya. Dengan mengoptimalkan tenaga surya sebagai sumber energi terbarukan, inovasi ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan ramah lingkungan.

“Maraknya problematika kerawanan bahan pangan dan stunting memotivasi kami untuk berkontribusi menyokong sektor ketahanan pangan Indonesia sesuai dengan tujuan pemerintah,” ungkap perwakilan tim Egg Pasteurize Nizhamuddin Mufid Azzurri. Selain merancang alat, tim juga melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Ganjaran agar dapat mengoperasikan serta merawat alat ini secara mandiri. Melalui inovasi, harapannya dapat menjadi solusi terhadap beberapa permasalahan sekitar, tidak hanya mengurangi potensi kerugian peternak, tetapi juga mendukung ketahanan pangan dan pencegahan stunting.

Inovasi-inovasi tersebut menjadi bukti bahwa Innovillage mampu mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia industri, program ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Dalam konteks inilah NGO Lokadesa hadir sebagai mitra kolaboratif yang memperkuat ekosistem Innovillage di lapangan. Sebagai inisiatif masyarakat sipil yang berfokus pada pemberdayaan desa melalui pendekatan pertanian berkelanjutan, Lokadesa percaya bahwa desa merupakan pondasi utama ketahanan pangan Indonesia. Melalui kerja sama strategis dengan Telkom dan Telkom University, Lokadesa turut mendampingi tim mahasiswa dalam merancang dan mengimplementasikan inovasi yang selaras dengan kebutuhan nyata masyarakat desa.

“Harapan saya ke depan, program Innovillage dapat semakin meluas dan menjangkau lebih banyak kampus di seluruh Indonesia, agar semangat inovasi sosial menjadi gerakan bersama yang di-lead oleh Telkom bersinergi dengan Telkom University. Selain itu, saya berharap Innovillage semakin memastikan bahwa setiap program yang telah dibiayai benar-benar berjalan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. Tidak hanya berhenti pada tahap awarding akhir tetapi juga melanjutkan dengan pendampingan jangka panjang, monitoring dampak, bahkan industrialisasi,” ungkap CEO Lembaga Sosial LOKADESA sekaligus reviewer pitching pada isu ketahanan pangan Noor Yahya.

BACA JUGA:  BCA Raih ISO Terkait Data Center dan IT Operation Management

Kolaborasi multipihak seperti yang dilakukan melalui Innovillage menjadi cerminan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak bisa dilakukan secara parsial. Dengan menyatukan kekuatan antara dunia akademik, industri, masyarakat sipil, dan komunitas desa, Indonesia dapat membangun sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Inovasi sosial berbasis teknologi tidak lagi menjadi sekadar proyek akademik, tetapi sebuah langkah konkret menuju transformasi sosial yang berdampak nyata.

Tags: AIIoTTelkomTelkom Innovillage
Previous Post

ManageEngine: AI Jadi Solusi Kekurangan Talenta Siber di Indonesia

Next Post

nubia Focus 2 5G, Harga 2 Jutaan Suguhkan Kamera AI 108MP

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Xiaomi Redmi S2 Usung Snapdragon 625 dengan Banderol Rp2 Jutaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HiFuture Luncurkan Dua Produk Audio Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto