ItWorks.id- Memahami dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan teori di bangku kuliah. Pengalaman melalui exsplorasi, melihat dan merasakan langsung proses kerja di lapangan menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman yang lebih utuh mengenai kebutuhan industri.
Hal itu menjadi salah satu pesan dalam kunjungan 46 peserta program Magang Generasi Bertalenta (MAGENTA) Pelindo ke IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), 24 September lalu. Jajaran manajemen IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyambut hangat kunjungan ini sebagai bentuk dukungan prggram yang diinisiasi BP BUMN ini.
MAGENTA merupakan program magang komprehensif yang diinisiasi oleh BP BUMN dan diterapkan di seluruh BUMN di Indonesia untuk memberikan ruang bagi mahasiswa serta lulusan baru (fresh graduate) dalam mengaplikasikan ilmu akademis ke dalam pengalaman kerja riil. Tercatat sejak tahun 2023 hingga saat ini, jumlah peserta MAGENTA Pelindo telah mencapai 2.181 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kunjungan lapangan ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendorong talenta muda untuk mengenali peran strategis pelabuhan dalam menjaga kelancaran rantai logistik nasional, sekaligus menginternalisasi budaya kerja BUMN sejak dini.
Dalam kegiatran ini, para peserta diajak mengeksplorasi secara langsung aktivitas operasional terminal peti kemas di Terminal Tanjung Priok. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada para talenta muda untuk melihat bagaimana konsep yang selama ini dipelajari secara akademis diterapkan dalam operasional pelabuhan. Peserta tidak hanya memperoleh pemaparan mengenai proses kerja, tetapi juga melihat secara langsung aktivitas di area terminal.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, mengatakan, pengenalan industri secara langsung penting agar peserta magang tidak berhenti pada pemahaman teoritis.“Kami sangat menyambut baik kehadiran para peserta MAGENTA Pelindo di fasilitas IPC TPK. Sebagai operator terminal peti kemas, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk mentransfer pengetahuan dan memperkenalkan industri kepelabuhanan secara langsung kepada generasi penerus,” ujar Daniel dalam rilis pers, baru-baru ini.
Menurut dia, melalui pengalaman langsung tersebut, peserta dapat memahami bagaimana kelancaran arus barang dijaga setiap hari dengan mengedepankan operational excellence.
Rangkaian kunjungan dimulai dari Integrated Planning & Control Room, yang menjadi salah satu pusat kendali digital operasional terminal. Di lokasi ini, peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur kerja terminal, mulai dari perencanaan sandar kapal hingga proses bongkar muat yang didukung teknologi.
Setelah memperoleh gambaran mengenai proses perencanaan dan pengendalian operasional, peserta kemudian diajak melihat langsung area Lapangan Peti Kemas Terminal Tanjung Priok IPC TPK.
Dengan demikian, peserta dapat menghubungkan materi yang sebelumnya dijelaskan secara konseptual dengan kondisi nyata di lapangan. Pengalaman tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai kompleksitas pengelolaan terminal peti kemas dan pentingnya koordinasi, teknologi serta ketepatan dalam setiap proses operasional.
Program MAGENTA sendiri merupakan program magang yang diinisiasi BP BUMN dan diterapkan di seluruh BUMN di Indonesia. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dan lulusan baru untuk mengaplikasikan pengetahuan akademis ke dalam pengalaman kerja nyata.
Di lingkungan Pelindo, jumlah peserta MAGENTA sejak 2023 hingga saat ini telah mencapai 2.181 orang yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Bagi Pelindo, pengenalan langsung terhadap industri kepelabuhanan juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan talenta muda yang memahami kebutuhan dan tantangan industri. Langkah tersebut sejalan dengan agenda strategis Pelindo melalui inisiatif “SDM – People Behind the Transformation”, khususnya dalam pengembangan talenta.
Melalui pendekatan tersebut, pengalaman lapangan diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia akademis dengan kebutuhan riil industri. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bagaimana sebuah sistem bekerja, tetapi juga melihat tantangan operasional yang membutuhkan kemampuan adaptasi, kolaborasi dan pemanfaatan teknologi.“Kami berharap kunjungan lapangan ini dapat menjadi pengalaman yang berharga, membuka cakrawala baru, dan menginspirasi para talenta muda MAGENTA Pelindo,” kata Daniel.
Dia menambahkan, ide-ide segar dan semangat generasi muda diharapkan dapat menjadi modal penting untuk melanjutkan peningkatan efisiensi dan daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat global. Dengan pengalaman langsung tersebut, program magang tidak sekadar menjadi ruang untuk menerapkan teori, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengeksplorasi, memahami dan merasakan langsung denyut industri yang kelak menjadi bagian dari perjalanan profesional mereka.














