IUtWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan Cyber Incident Exchange Forum bertema “Akselerasi Keamanan Siber Berbasis Inovasi Program dan Kontribusi Nyata” di Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Depok. Forum ini menjadi wadah interaktif antar pemangku kepentingan untuk bertukar informasi, strategi, serta pengalaman penanganan insiden guna mewujudkan ekosistem siber yang tangguh dan berkelanjutan.
Rangkaian acara dihelat pada (7/10), diawali dengan laporan dari Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah, Danang Jaya, yang menekankan krusialnya penguatan kapabilitas, kesiapsiagaan, serta resiliensi siber di seluruh lini instansi pusat, pemerintah daerah, hingga sektor pembangunan manusia. “Melalui partisipasi yang luas, forum ini dirancang untuk membangun kesadaran kolektif sekaligus menyelaraskan langkah mitigasi ancaman siber secara nasional,” ungkap Danang dirilis Humas BSSN, baru-baru ini.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Sulistyo. Sulistyo menggarisbawahi pentingnya penerapan best practice dalam merespons ancaman Artificial Intelligence (AI) yang makin nyata, seperti rekayasa sosial dan deepfake. Untuk menyikapinya, Sulistyo mendorong penguatan kekompakan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS), penerapan Zero Trust Architecture berbasis persandian, peningkatan literasi AI, simulasi skenario riil, hingga pengembangan jenjang karir sumber daya manusia siber.
Pada sesi diskusi panel pertama menghadirkan para penerima penganugerahan Sanapati Teladan, yaitu Eny Soelastri (Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Siber, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Provinsi Jawa Tengah), Sucilianita Akbar (Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan), I Putu Sundika (Kepala Bidang Persandian, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali), serta Muhammad Sidik Permana (Pranata Komputer Ahli Pertama, Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah RI). Dalam sesi ini, para panelis membagikan praktik baik dan terobosan inovatif yang telah diterapkan di lingkungan instansi masing-masing.
Sementara itu, sesi diskusi panel kedua berfokus pada pengenalan layanan serta unit organisasi baru BSSN. Materi dipaparkan oleh Trias Tujantoro (Kepala Balai Layanan Penilaian Kompetensi), Herbakti Nugroho (Kepala Lembaga Sertifikasi Profesi), Sofu Risqi Yulian Saputra (Kepala Seksi Tata Kelola, Balai Layanan Penghubung Identitas Digital), dan Dwi Handoko (Kepala Subbagian Umum, Balai Layanan Kriptografi) untuk memperkenalkan tata kelola dan infrastruktur baru dalam mengoptimalkan pelayanan keamanan informasi nasional.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran BSSN serta perwakilan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia. Melalui penyelenggaraan forum ini, diharapkan dapat terjalin sinergi dan kolaborasi erat antar pemangku kepentingan dalam menjaga kedaulatan ruang siber nasional.














