ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Schneider Electric Berbagi 4 Prinsip Dasar Cybersecurity

redaksi
3 April 2020 | 13:00
rubrik: Business Solution
Share on FacebookShare on Twitter

Schneider Electric mengungkap pentingnya memahami risiko keamanan teknologi operasional (Operational Technology/OT) dan prinsip dasar dalam memperkuat ekosistem digital agar lebih aman, lebih produktif dan lebih efisien untuk mengantisipasi risiko serangan siber (cybercrime) yang semakin tinggi di era revolusi industri 4.0.

Tidak hanya itu, Schneider Electric juga menekankan perlunya membangun kerjasama strategis antara pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, pengamat dan akademisi untuk bersama-sama berkolaborasi memerangi serangan siber. Schneider Electric sendiri dikenal sebagai perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi.

Sekitar 20 miliar objek terhubung ke internet saat ini, di mana objek dan mesin menjadi semakin saling terhubung satu sama lain. Ketika industri global mengintegrasikan teknologi di pusat fasilitas dan operasionalnya, pertanyaan yang kemudian muncul dalam pikiran setiap orang adalah: bagaimana mengamankan lanskap digital yang berkembang pesat di lingkungan industri ini? Forrester’s Predictions 2020 memperkirakan di dunia yang semakin terhubung, kejahatan dunia maya (cybercrime) akan semakin mengancam di tahun-tahun mendatang yang menuntut agar para pemangku kepentungan secara kolektif mempertimbangkan cara memperkuat keamanan OT.

Tidak dapat dipungkiri bagaimana The Internet of Things dan konektivitas lintas orang, asset dan sistem memungkinkan pengelolaan data yang lebih akurat untuk meningkatkan performa operasional dan produktivitas. Garis antara IT dan OT menjadi semakin kabur ketika perusahaan menyinkronkan operasional untuk meningkatkan pemantauan yang real-time, dengan model bisnis berbasis data, analisis berbasis cloud dan edge, untuk menciptakan ekosistem digital yang mulus antara kantor pusat dengan pabrik.

Berdasarkan hasil survei Accenture baru-baru ini, 79% CEO mengatakan bahwa organisasi mereka “mengadopsi teknologi baru dan berkembang lebih cepat daripada mereka dapat mengatasi masalah keamanan terkait.”

BACA JUGA:  Perusahaan Daur Ulang Pertama di Indonesia Resmi Jadi Kawasan Berikat

Country President Director Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly mengatakan “Di era revolusi industri 4.0, cybersecurity menjadi praktik bisnis mendasar dan berkelanjutan untuk mengidentifikasi, memitigasi, dan mengurangi risiko dengan menerapkan standar kebijakan dan praktik terbaik terkait karyawan, proses, dan teknologi di seluruh lanskap digital dari ujung ke ujung. Para pelaku industri perlu memetakan risiko-risiko keamanan OT dan mencari solusi preventif untuk mencegah risiko tersebut. Solusi tersebut harus dikomunikasikan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan operasional termasuk penyedia dan pemasok pihak ketiga untuk memastikan pemahaman dan kepatuhan mereka terhadap kebijakan keamanan perusahaan untuk menciptakan strategi holistik dari rantai pasokan hingga penerapan solusi ke lokasi pelanggan.”

Apa saja risiko keamanan OT?
• Konektivitas memungkinkan lanskap serangan siber yang luas: Setiap perangkat yang terhubung dikaitkan dengan titik akhir yang dapat diidentifikasi oleh peretas untuk menyusup dan memanipulasi seluruh ekosistem digital. Pabrik pintar memiliki ratusan — dan bahkan ribuan — sensor yang terhubung. Oleh karena itu pendekatan holistik untuk keamanan siber – dari keamanan produk hingga perlindungan rantai pasokan – sangat penting.
• Celah infrastruktur warisan dengan perangkat yang sudah tua: Banyak sistem yang mengendalikan kegiatan operasional penting dipasang dan dikembangkan beberapa dekade yang lalu sebelum munculnya Industrial Internet of Things (IIoT), dan ditujukan untuk penggunaan jangka panjang. Dengan perkembangan digitalisasi yang cepat, perusahaan perlu untuk menilai risiko cybersecurity dari infrastruktur warisan, dan perencanaan cybersecurity harus mencakup end-to-end sistem baru dan sistem lama.
• Serangan siber yang ditargetkan pada kelemahan sistem tertentu: Tidak seperti serangan IT, yang biasanya menargetkan pengguna dalam jumlah besar, serangan OT cenderung memfokuskan pada kelemahan spesifik dalam satu target. Bentuk serangan seperti ini membutuhkan sistem perlindungan khusus, karena langkah-langkah defensif yang luas seperti antivirus tidak umum diterapkan atau bahkan dapat melemahkan perangkat itu sendiri. Terlebih lagi, memutus sistem jaringan yang terpengaruh sering kali terlalu kompleks di lingkungan pabrik.
• Akses sistem oleh pihak ketiga secara regular: Sangat umum bagi vendor / teknisi eksternal diberikan akses ke perangkat OT melalui laptop dan perangkat USB mereka sendiri, internet, atau lingkungan yang dihosting sepenuhnya dengan kontrol yang lemah. Akses yang lebih luas ini menimbulkan risiko. Peluang serangan semakin besar dengan setiap laptop yang terhubung atau thumb drive.

BACA JUGA:  Lazada Luncurkan Program Khusus Bagi Penjual UMKM Baru

Dengan risiko OT yang sangat beragam, penting untuk beralih dari tindakan reaktif ke perencanaan dan pencegahan proaktif secara khusus untuk memperkuat cybersecurity untuk industri. Risiko terhadap waktu kerja dan ketersediaan dan yang lebih penting lagi adalah keselamatan pekerja dan publik, terlalu besar untuk diabaikan. “Dalam melakukan transformasi pabrik pintarnya, Schneider Electric telah menempatkan kebijakan cybersecurity sebagai bagian dari proses transformasi yang difokuskan pada empat aspek penting yaitu Permit (kebijakan otentikasi dan otorisasi jaringan), Protect (pemanfaatan perangkat sistem proteksi), Detect (kemampuan mendeteksi isu / ancaman secara cepat), dan Respond (kemampuan untuk merespon ancaman secara sistematik dan tepat sasaran untuk meminimalisir dampak).” kata Xavier Denoly.

Adapun beberapa langkah yang perlu dipertimbangkan oleh pelaku industri dalam penerapan cybersecurity di lingkungan OT antara lain:
• Membuat zona segmentasi jaringan agar tidak mudah diretas;
• Membuat kebijakan kontrol karyawan dan operasional yang mencakup aspek pengelolaan jaringan dan fasilitas, antara lain peraturan pembaharuan password, penanganan insiden, aturan kontrol akses, dsb;
• Perencanaan dan langkah-langkah untuk menghindari cascading;
• Pengamanan terhadap infrastruktur lama/warisan; dan
• Membangun rasa tanggung jawab bersama akan pelaksanaan kebijakan cybersecurity oleh tiap pihak
yang terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan.

Schneider Electric berkomitmen untuk memberikan solusi keamanan siber yang mendukung kebutuhan pelaku industri di semua jenis bisnis dan industri. Schneider Electric menerapkan pola pikir, kebijakan, dan metodologi yang ketat dalam pengembangan produk dan penerapan solusi kemanan siber. Profesional yang terampil dan bersertifikat menyediakan konsultasi dan layanan agnostik untuk membantu pelaku industri menilai risiko keamanan, mendesain dan mengimplementasikan solusi keamanan siber yang spesifik, dan mengelola sistem keamanan OT dari waktu ke waktu. Schneider Electric juga memfasilitasi kebutuhan akan Program Pendidikan dan Pelatihan cybersecurity melalui Cybersecurity Virtual Academy dengan berbagai kegiatan seperti live webinar, video, konsultasi ahli, white paper dan informasi terbaru dalam cybersecurity yang dapat diunduh langsung. (Fauzi)

BACA JUGA:  Gandeng NVIDIA, Schneider Electric Genjot Pengembangan dan Penerapan Pabrik AI Berskala Besar
Tags: cybersecuritySchneider Electric
Previous Post

Dorong Tren WFH, Jasa Raharja Siapkan Aplikasi Berbasis Web dan Mobile

Next Post

Telkomsel Hadirkan Paket #DiRumahTerusMaju

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:25

Load More

TERPOPULER

  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui Bali Tech Week 2026, Komdigi Dorong Akselerasi Ekonomi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto