ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi: 96,2% Pelaku Bisnis Memandang Penting Cloud di Tengah Ketidakpastian Pandemi

Fauzi
19 March 2021 | 15:00
rubrik: Research
Pasar Cloud Global Diestimasi Tembus 1 Triliun Dolar di 2024
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan layanan teknologi global, NTT Ltd. baru-baru ini merilis Laporan Cloud Hybrid 2021, yang memperlihatkan kebutuhan utama yang diperlukan untuk ketangkasan sebuah bisnis, dan peran yang diberikan cloud hybrid dalam membantu bisnis mencapai ketangkasan tersebut.

Sebelum Covid-19, banyak perusahaan telah memulai perjalanan transformasi digital, tetapi pandemi ini memperlihatkan bahwa banyak perusahaan tidak segesit yang mereka pikir sebelumnya. Pandemi ini menunjukkan adanya kekurangan dalam infrastruktur cloud bisnis, sisi keamanan, dan kemampuan arsitektur jaringan yang telah menghambat kemampuan perusahaan untuk beradaptasi dan tetap gesit.

Pandemi telah memaksa adanya perubahan pada pola pikir budaya di mana organisasi-organisasi global mengadaptasikan rencana ketangkasan mereka dari memulihkan infrastruktu dan aplikasi hingga mengatur karyawan yang bekerja dari kantor dan bekerja dari rumah. Terlepas dari ketidakpastian ini, pandemi telah memberikan peluang yang signifikan untuk mempercepat inisiatif-inisiatif transformasi digital.

Dalam laporan riset yang dilakukan pada 950 pembuat keputusan di 13 negara dengan wilayah terpilih di Asia Pasifik (APAC), menggambarkan adanya peningkatan ketergantungan pada teknologi, juga ditemukan bahwa:

• Garis kehidupan bisnis: 90,0% bisnis di APAC setuju bahwa pandemi telah memaksa bisnisnya untuk mengandalkan teknologi lebih dari sebelumnya.

• Manfaat cloud hybrid sudah jelas: Dengan 60,3% organisasi-organisasi di APAC secara global sudah menggunakan, atau sedang mengujicoba penggunaan cloud hybrid.

• Cloud hybrid adalah masa depan: Studi ini menemukan bahwa 31,6% responden di APAC berencana untuk menerapkan solusi hybrid dalam kurun waktu 12-24 bulan ke depan.

Sangat jelas bahwa sekarang ini cloud hybrid dipandang penting untuk pemrosesan berbasis data dan pengambilan keputusan secara real time baik sekarang maupun di masa depan.

BACA JUGA:  NTT Luncurkan Sustainability as a Service, Dorong Perusahaan Capai Target Nol Emisi Karbon

Cloud hybrid, jika diterapkan dengan benar, akan menciptakan efisiensi

Selama kurun waktu yang tidak pasti, perusahaan-perusahaan terus memperketat keuangan mereka dan menggunakan cloud hybrid untuk meningkatkan efisiensi biaya serta mendorong kinerja organisasi secara keseluruhan. Laporan tersebut menemukan bahwa peningkatan kecepatan dalam penerapan aplikasi dan layanan merupakan pendorong terbesar adopsi cloud hybrid (38,8%) di APAC, terutama dengan adanya pergeseran ke model kerja terdistribusi yang memungkinkan karyawan dapat bekerja di dimanapun dan perusahaan perlu mengakses data dan aplikasi dengan cara yang baru, berbeda dan seringkali rumit. Menurut responden di APAC, motivasi terbesar kedua untuk mengadopsi cloud hybrid adalah peningkatan pada kelincahan bisnis secara keseluruhan (38,3%), diikuti oleh total biaya operasional TI yang lebih efisien (34,0%).

Setelah bekerja dengan NTT untuk mengimplementasi infrastruktur TI hybrid, Christophe Le Caignec, Kepala Operasi TI, di Lefebvre Sarrut Services, mengatakan: “’Infrastruktur kami sekarang memberikan kami untuk fokus pada waktu, sumber daya untuk pengembangan aplikasi dan siklus pengaturan waktu sehingga membantu kami untuk mewujudkan layanan baru untuk dipasarkan lebih cepat.”

Saat ini perusahaan, bagaimanapun, perlu mengimplementasikan cloud hybrid dengan cara yang akan mengoptimalkan lingkungan TI untuk memaksimalkan efisiensi. Inilah sebabnya mengapa lebih dari setengah organisasi (53,6%) sangat setuju tentang kebutuhan untuk terlibat dengan para ahli, seperti penyedia cloud terkelola.

Mengatasi Berbagai Rintangan
Selain memaksimalkan efisiensi biaya, bisnis juga dituntut untuk melakukan perubahan sikap terhadap keamanan dan kepatuhan serta kompleksitas penerapan cloud hybrid. Laporan tersebut menemukan bahwa lebih dari separuh responden di APAC (51,2%) menyatakan bahwa kesulitan dalam mengelola keamanan data merupakan penghalang terbesar dalam mengadopsi cloud hybrid. Untuk mengatasi hambatan ini, ketika bekerja di lingkungan yang kompleks seperti itu, maka organisasi-organisasi harus memilih lingkungan TI yang tepat, di mana nantinya secara aman dapat menjadi tuan rumah bagi aplikasi mission-critical mereka yang di tempatkan di cloud publik dan cloud pribadi; dan bekerjasama dengan mitra yang memahami industri tempat mereka bekerja untuk memastikan adanya kepatuhan.

BACA JUGA:  Inilah Sejumlah Faktor yang Mendorong Peningkatan Kepuasan Pelanggan

Laporan ini pun telah menemukan bahwa kinerja jaringan dan kurangnya keterampilan juga dianggap sebagai hambatan yang cukup besar untuk pengadopsian cloud hybrid. Apabila keduanya tidak ditangani dengan tepat, saat menerapkan cloud, maka dapat mengurangi manfaat yang ditawarkannya.

Rob Lopez, Executive Vice President, Intelligent Infrastructure di NTT Ltd., berkomentar “Saat bisnis ingin menavigasi di tahun yang baru, mereka harus melihat ke lingkungan cloud hybrid yang telah dioptimalkan untuk ketangkasan, keamanan, dan didukung oleh arsitektur jaringan yang tepat sekaligus memenuhi persyaratan kepatuhan. Hal ini adalah fondasi dari kesuksesan dalam implementasi cloud dan akan memungkinkan bisnis untuk mengatasi segala bentuk gangguan yang dihadapinya.”

Melakukan Kemitraan untuk Mencapai Kesuksesan
Kolaborasi industri dan bekerjasama dengan para ahli dari eksternal akan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk menyiapkan lingkungan cloud hybrid bagi kelincahan bisnis pada sebuah perusahaan. Saat kami bertanya kepada responden di APAC tentang jenis kemitraan yang digunakan, 70,8% bisnis mengatakan mereka terlibat dengan integrator sistem, sementara 55,4% terlibat dengan konsultan spesialis keamanan informasi atau penyedia layanan keamanan terkelola (MSSP), dengan menggaris-bawahi pentingnya keamanan bagi penerapan cloud. (Fauzi)

Tags: NTT
Previous Post

Berkat Digitalisasi, Kini Bayar Tiket DAMRI Bisa Lewat ShopeePay

Next Post

Lebih Besar, Kuota Nonstop dari Smartfren Kini Hingga 43GB

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ada Ancaman Mengintai di Game Online Roblox

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penawaran Surat Utang Sebesar US$350 Juta Dengan Jangka Waktu 5 Tahun PT Tower Bersama Infrastructure Tbk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUB.ID Summit 2023 Pertemukan Perusahaan Rintisan Teknologi dan Investor Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AdMedika Hadirkan Healthical, Solusi Digital Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto