Aktivitas di dunia maya tidaklah selalu aman. Masyarakat pun harus berhati-hati terhadap beragam penawaran yang ujungnya bisa penipuan.
Lewat keterangannya, 07/01/2022, Kaspersky membagikan lima ciri penipuan di dunia maya:
Hadiah menarik dan intimidasi: Penipu online sering memanfaatkan perasaan calon korbannya supaya mau mengikuti keinginan mereka, seperti rasa penasaran, serakah atau takut.
Dari banyak kasus penipuan online, calon korban serind diiming-imingi hadiah yang luar biasa, seperti tunjangan dari pemerintah atau saldo mata uang kripto.
Atau si penjahat mengintimidasi korban seperti mengancam menyebarkan video korban yang sedang menonton film porno ke seluruh kontak.
Ketika mendapatkan email seperti itu dan merasa ingin melakukan apa yang diminta pengirim, itu sebenarnya tanda peringatan bahwa pesan tersebut adalah penipuan.
Waktu singkat: Penjahat siber juga sering mengeksploitasi perasaan korban dengan memberikan tenggat waktu yang singkat agar korban, yang sudah terbawa emosi, terburu-buru mengikuti instruksi tersebut. Contohnya, korban hanya memiliki waktu beberapa menit untuk mengklaim hadiah.
Desain amatir: Ketika mendapatkan pesan, baca baik-baik untuk menilai apakah berisi penipuan atau tidak. Pesan penipuan seringkali salah eja, mengganti huruf dengan nomor untuk mengelabui penyaring spam.
Mencari basis data: Penipu sering mengadakan survei atau meminta korban mengisi formulir dengan dalih urusan administrasi untuk mendapatkan hadiah. Korban juga diminta untuk membaca ulasan palsu, yang diklaim sebagai pemenang sebelumnya dari program tersebut.
Beberapa penipuan terindikasi melibatkan bot untuk menyamar sebagai pengacara atau konsultan demi meyakinkan korban.
Pengguna internet pun harus waspada jika sebuah formulir terlalu banyak meminta data yang tidak relevan.
Minta biaya di awal: Para penjahat online sering kali meminta biaya di awal dengan alasan pendaftaran atau verifikasi. Jika tidak membayar, penipu mengatakan si korban tidak bisa mendapatkan hadiah.
Meski biaya yang diminta tidak terlalu besar, namun, tetap berbahaya apalagi jika sampai meminta data penting seperti nomor kartu perbankan. Akhirnya, hadiah yang dijanjikan tidak pernah ada, namun korban bisa kehilangan uang lebih banyak.
Baca: Kaspersky Deteksi Ribuan Berkas Berbahaya Beredar Setiap Hari di Internet














