ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Review HTC One, Superphone Android dengan Kamera Ultrapixel

redaksi
30 August 2013 | 10:30
rubrik: Product
Review HTC One, Superphone Android dengan Kamera Ultrapixel
Share on FacebookShare on Twitter

HTC_OneHTC One hadir dengan serangkaian fitur-fitur menarik, seperti BlinkFeed, BoomSOund, dan kamera UltraPixel yang dikombinasikan dengan desain unibody berbahan alumunium yang mewah. Perusahaan mengklaim produk ini bakal mengubah cara konsumen menggunakan telepon, mentransformasi keseluruhan pengalaman mobile pengguna. Berikut ini review lengkap mengenai salah satu smartphone Android terbaik tahun ini, HTC One.DESAIN 
HTC membanggakan produk yang dibuat dengan aluminium unibody ini. Terlebih produk terbaru dari kompetitor hanya memakai casing plastik. Dilihat sekilas, banyak yang berkomentar super phone ini mirip dengan BlackBerry Z10. Padahal kalau sama-sama memegangnya, akan terlihat jelas perbedaanya.

Desain HTC One sangat premium, terbuat dari bahan metal berkualitas yang finishingnya sempurna dengan detail yang presisi, terlihat seperti sebuah maha karya. Bahan metal biasanya berpengaruh pada tangkapan sinyal, tetapi produk ini dirancang memakai teknologi antenanya yang unik sehingga tangkapan sinyal tetap bagus. Dari semua produk yang pernah dibuat, HTC One inilah yang desainnya paling spektakuler. Produk tersedia dalam pilihan warna perak dan hitam yang ramping menjadikan nyaman dalam genggaman tangan.

LAYAR 
Selain desain, kualitas layar juga menjadi prioritas. HTC One menggunakan layar Super LCD3 berukuran 4,7 inchi dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Teknologi layar HD sebelumnya sudah diaplikasikan di HTC Butterfly, namun density di One lebih tinggi yaitu 469 ppi sehingga gambarnya benar-benar cemerlang. Didukung chip Adreno 320, kualitas grafis semakin detail. Reproduksi warna nyaris sempurna dan lebih natural, begitupun dengan viewing angle-nya.

HTC Sense UI 5

Hampir semua vendor global memiliki sistem antarmuka yang dikembangkan sendiri untuk menunjukkan ciri khasnya. Dalam hal ini, HTC memiliki antarmuka yang disebut Sense UI. Di versi-versi sebelumnya, user interface mengandalkan penggunaan widget yang interaktif. Setelah mendengarkan feedback dari kustomer, HTC kemudian menyadari bahwa sebagian besar pemilik smartphone jarang menggunakan widget. Alasannya tak mau repot menyesuaikan tampilan homescreen.

BACA JUGA:  Meluncur di Indonesia, nubia V60 Padukan Keanggunan-Inovasi di Harga Rp1 Jutaan

Maka, antarmuka yang sudah bagus dirombak total dengan pendekatan berbeda. Hasilnya adalah Sense UI versi 5 yang diklaim menawarkan pengalaman baru yang benar-benar segar untuk pertama kalinya. Memang benar, saat saya pertama kali mengaktifkan HTC One, suasana baru langsung terpancar. Tak ada satupun bekas-bekas Sense UI versi sebelumnya yang terlihat di sini. Sense 5 memiliki hingga 5 home screen.

Screen utama dipakai untuk BlinkFeed yang menampilkan update informasi terbaru, sedangkan sisanya merupakan homescreen tradisional yang bisa diisi dengan aplikasi dan widget. Bagian atas dipakai untuk menampilkan jam digital dan informasi cuaca. Kemudian di bawahnya berupa konten menu. Ikon-ikon aplikasi terlihat lebih besar dengan jarak antar menu yang lebih renggang.

Penempatan aplikasi memanjang ke bawah, tidak lagi menyamping seperti sebelumnya. Ini soal selera, tetapi pengguna akan lebih capek scroll aplikasi ke bawah dibanding Sense versi sebelumnya yang menyediakan tiga tab (All, Frequent, Downloads), sehingga akses ke aplikasi tertentu lebih cepat. Meski demikian, secara umum antarmuka Sense 5 ini terlihat lebih minimalis dan modern.

KAMERA

HTC merancang teknologi kamera Ultra Pixel yang menghasilkan total penampang lebih besar yaitu 4 micrometer persegi. Dengan penampang lebih besar, maka cahaya yang masuk semakin banyak. Setiap pixel kamera HTC One menerima 300% cahaya lebih banyak dibanding 13 MP. Konsekuensinya, ukuran resolusi kamera menjadi lebih kecil yakni hanya 4 MP dan HTC sudah tidak peduli dengan ukuran megapixel.

Karena sesuai kaidah fotografi, semakin banyak cahaya masuk ke dalam sensor gambar, semakin bagus kualitas gambar yang bisa direkam termasuk akurasi warna. Pendekatan ini juga membuat kamera ultra pixel menghadirkan kemampuan low-light yang lebih bagus. Ini juga sekaligus menjelaskan bahwa UltraPixel bukanlah satuan baru setelah megapixel, melainkan teknologi yang diusung seperti halnya Pureview dari Nokia.

BACA JUGA:  Huawei Hadirkan Layanan Servis Spesial untuk Seluruh Pelanggan

Selain sensor, HTC juga mengadopsi sensor Optical Image Stabilization (OIS) yang biasanya hanya ada di kamera digital. HTC One adalah smartphone kedua yang memiliki OIS setelah Nokia Lumia 920. Hadirnya OIS berpengaruh pada ketajaman hasil gambar, karena mereduksi goyangan atau getaran saat pengambilan foto maupun video terutama saat kondisi low-light atau subyek bergerak.

HTC juga meningkatkan teknologi ImageChip yang bisa auto fokus secara terus menerus dengan kecepatan tinggi, bahkan lebih cepat dari kedipan mata. Juga kemampuan untuk mengkompensasi cahaya dan perubahan warna sekaligus mengurangi noise. Kamera HTC UltraPixel menambahkan beberapa fitur dan efek lainnya, seperti 360’ panorama yang canggih, time sequencing dan penghapusan obyek.

Terobosan baru dari HTC ini menghadirkan kemampuan mengabadikan dan menampilkan foto menjadi hidup dalam bentuk kolase yang dinamis. Jika menu Zoe diaktifkan di antarmuka kamera, saat pengguna memotret sebenarnya tak hanya mengabadikan foto, tetapi juga merekam video berdurasi tiga detik.

Di galeri album, dengan cerdas sistem akan mengumpulkan koleksi foto, video, dan Zoo pada event yang sama, kemudian ditampilkan dengan cara yang unik berupa album foto yang “hidup” disertai efek transisi dan dengan iringan musik. Video tersebut juga dapat diolah ulang atau dibuat dengan tema berbeda, dan dengan mudah dibagikan melalui sosial media, email maupun layanan lainnya.

Boom SOund + Beat Audio 

Selain kamera yang handal, multimedia juga menjadi fitur yang dijagokan HTC. Selama ini, vendor dikenal mengintegrasikan teknologi sound system dengan Beats Audio yang menghadirkan kualitas suara yang kaya dan otentik. Namun fitur ini hanya aktif ketika pengguna mencolokkan dengan headset. HTC kemudian mengembangkan teknologi BoomSound berupa speaker stereo yang letaknya di bagian depan dengan amplifier tersendiri, sehingga saat mendengarkan musik tanpa headset suaranya yang keluar terdengar lebih hidup.

HTC one memiliki dual microphone dan audio processing yang bisa melakukan perekaman HDR untuk menyimpan suara yang bersih dan kaya, sehingga cocok untuk merekam video berkualitas HD. Suara panggilan telepon juga terdengar nyaring berkat fitur Sense Voice, yang meningkatkan volume dan kualitas suara di lingkungan berisik sehingga percakapan telepon terdengar kencang dan jernih.

BACA JUGA:  Waspada! Malware Android Multifaset Ini Dapat Terpasang Secara Otomatis di Perangkat Baru

INERJA 
HTC One adalah salah satu Android terbaik saat ini. Bersaing dengan flagship dari beberapa vendor terkemuka, smartphone ini tampil cemerlang dengan senjata mutakhir berupa chipset terbaru dari Qualcomm yaitu Snapdragon 600 dengan CPU Quad-core 1.7 GHz Krait 300, prosesor grafis Adreno 320 dan RAM 2GB. Didukung Android Jelly Bean 4.1, berbagai tugas dikerjakan dengan lancar dan mulus.

Mengenai baterai, HTC hanya membekalinya dengan kapasitas 2300 mAh. Memang masih banyak smartphone yang kapasitasnya di bawah itu. Tetapi dengan spesifikasi yang tinggi,tentu lebih baik jika kapasitas baterainya juga mengikuti. Satu hal yang cukup menggangu adalah baterai yang cepat panas ketika pengguna melakukan aktivitas di ponsel walaupun permasalahan ini juga ditemui di banyak smartphone yang memakai prosesor Quad Core. Tidak ada data resmi daya tahan baterai, dari hasil pengujian baterai mampu bertahan hingga sehari semalam. Cukup awet untuk smartphone high-end dengan konsumsi daya yang besar.

PENUTUP
Bila produk-produk premium lainnya kebanyakan hanya sekadar ‘upgrade’ dari tipe sebelumnya, HTC One adalah sebuah lompatan yang berhasil dilakukan HTC. Semuanya benar-benar baru. Desainnya sangat mewah. Tampilan antarmukanya berkelas. Kualitas fotografinya tak diragukan lagi. Jika melihat dari beberapa produk yang sudah ada, sangat memungkinkan, HTC One bakal menjadi smartphone Android terbaik di tahun ini. Walaupun HTC tidak bisa berpuas diri dengan pencapaian yang diperoleh. Karena produk yang hebat masih belum menjamin akan laku keras di pasar. Strategi marketing yang jitu menjadi penentu.

Tags: AndroidHeadlineHTC OneReview
Previous Post

Kolaborasi Raksasa Teknologi Hadirkan Internet.org

Next Post

Indosat Sediakan Fasilitas Telekomunikasi di APEC Bali 2013

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Solusi Pebisnis Cerdas, Paper.id Bantu UMKM Lebih Efisien dengan Digitalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aplikasi Livin’ by Mandiri Terus Dikembangkan Layani Kebutuhan Pengguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dengan ATM Bersama Crossborder, Artajasa Perluas Jaringan Ke Luar Negeri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto