ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Cisco Ungkap 5 Tren Bisnis dan Teknologi Terdepan yang Akan Membentuk Indonesia di 2024

Fauzi
17 January 2024 | 16:00
rubrik: Research
Cisco Ungkap 5 Tren Bisnis dan Teknologi Terdepan yang Akan Membentuk Indonesia di 2024

Ilustrasi, Image: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Ketersediaan tool generative AI untuk publik pada tahun 2023 telah menciptakan perhatian lebih besar terhadap peluang baru AI, yang akan semakin cepat di tahun baru ini.  Pasar generative AI di Indonesia diperkirakan akan mencapai US$212,6 juta pada 2023 dengan laju pertumbuhan tahunan sebesar 27%. Di tahun mendatang, perusahaan-perusahaan di Indonesia harus bisa menyertakan AI ke dalam organisasi mereka secara efektif, sekaligus menangkap peluang dari tren-tren baru lainnya untuk mendorong pertumbuhan bisnis mereka. 

Berikut beberapa tren utama dalam bisnis dan teknologi yang akan membuka era baru bagi Perusahaan-perusahaan di Indonesia dan cara mereka bisa mengimplementasikannya:

Tren 1: AI akan berubah dari teknologi yang “bagus untuk dimiliki” (“nice-to-have”) menjadi teknologi yang “harus dimiliki” (“must-have”).

Industri AI, yang diharapkan akan tumbuh dari US$95,60 miliar menjadi US$1,8 triliun pada tahun 2030, akan jadi salah satu pendorong utama ekonomi dunia di dekade berikutnya. Namun, Perusahaan-perusahaan belum sepenuhnya siap memanfaatkan peluang ini. AI Readiness Index tahunan Cisco mengungkapkan bahwa hanya 1 dari 5 (20%) organisasi di Indonesia yang benar-benar siap untuk menjalankan dan memanfaatkan AI, dengan 68% mengakui kekhawatiran besar mengenai dampaknya terhadap bisnis jika mereka gagal mengambil langkah dalam 12 bulan mendatang. 

Berita baiknya adalah ada urgensi untuk menggunakan AI dan sebagian besar perusahaan telah mengambil langkah pertama. Semua organisasi di Indonesia melaporkan bahwa urgensi perusahaan untuk menggunakan teknologi AI meningkat dalam enam bulan terakhir. Hampir semua (99%) organisasi sudah memiliki strategi AI yang kuat atau sedang dalam proses untuk mengembangkan strategi tersebut. Namun, ada kesenjangan yang cukup besar di antara pilar-pilar utama bisnis seperti infrastruktur, data, tata kelola, tenaga kerja, dan budaya. Seperti memastikan bahwa data mereka siap untuk AI dan menumbuhkan jajaran talenta yang kuat, serta mengubah rencana manajemen. Saat kita menyambut 2024 dan gelombang revolusi AI berikutnya, Perusahaan-perusahaan di Indonesia harus bergulat tentang cara menjalankan AI dalam perusahaan mereka, bukan hanya dari sudut pandang teknologi, tetapi juga terkait  manusia yang sudah siap, atau belum siap untuk menggunakan teknologi tersebut. 

BACA JUGA:  Indonesian dan Cina Jalin Kerja Sama Kelola Limbah Elektronik

Tren 2: Adopsi AI yang bertanggung jawab dan etis akan dimulai dengan tata kelola yang didukung oleh kepercayaan dan transparansi

AI menjanjikan keuntungan transformatif tetapi dalam pengadopsiannya penuh dengan risiko yang menuntut berbagai organisasi untuk memiliki kerangka kerja kebijakan dan protokol yang kuat untuk memandu pengelolaan data dan sistem AI yang etis dan bertanggung jawab. Meskipun sebagian besar organisasi di Indonesia mengakui pentingnya tata kelola AI, masih ada ruang untuk peningkatan. Privasi data adalah risiko utama, dengan hanya satu pertiga responden di Indonesia mengatakan mereka memiliki kebijakan dan protokol AI yang sangat menyeluruh. Bias adalah sebuah risiko lain, karena 14% organisasi tidak memiliki mekanisme sistematis untuk mendeteksi bias data. 

Ketika dampak AI meningkat, kerangka peraturan akan terus berkembang, sehingga mengharuskan berbagai perusahaan untuk tetap update dengan peraturan setempat dan internasional yang relevan, dan menerapkan kebijakan-kebijakan internal di waktu yang tepat, untuk mengatasi masalah privasi dan keamanan data, serta penggunaan teknologi AI yang bertanggung jawab dan etis. Hal ini termasuk menerapkan langkah-langkah keamanan siber yang kuat dengan mempertimbangkan potensi kerentanan yang dikenalkan oleh sistem AI, dan pelatihan dan peningkatan keterampilan terus-menerus untuk memastikan karyawan tetap kompeten dalam mengatasi risiko. Perusahaan yang mengembangkan aplikasi AI harus mempertimbangkan untuk membenamkan keamanan, privasi dan kepercayaan berdasarkan proses desain di seluruh siklus pengembangan inovasi mereka dan aplikasinya dalam produk, layanan dan operasional perusahaan.

Tren 3: Era baru infrastruktur jaringan yang intuitif akan muncul untuk memberikan keamanan dan kecerdasan tak tertandingi bagi berbagai perusahaan

Ketika Perusahaan-perusahaan terus memanfaatkan teknologi baru seperti AI untuk kemajuan bisnis, infrastruktur digital mereka akan memainkan peran yang lebih penting dari yang mereka pikirkan. Membangun jaringan modern dan cerdas akan menjadi bagian penting dari pertumbuhan perusahaan karena skalabilitas dan integrasi jaringan mereka dengan beban kerja AI atau teknologi baru bisa menjadi pembeda satu-satunya untuk kesuksesan mereka dalam memanfaatkan AI dan inovasi. Perusahaan-perusahaan akan menyadari kebutuhan akan platform keamanan terintegrasi yang bisa menyediakan visibilitas yang komprehensif bagi organisasi mereka, terutama ketika keamanan siber menjadi semakin kompleks di dalam lingkungan multi-aplikasi dan multi-cloud, dan ketika karyawan bekerja dari lokasi berbeda, dengan menggunakan beberapa koneksi, dan mengakses informasi di seluruh platform yang berbeda pula.  

BACA JUGA:  Cisco dan Indosat Berkolaboarasi Wujudkan Masa Depan Keamanan Siber Indonesia

Pada bagian inti, jaringan akan memainkan peran penting dalam penyediaan visibilitas yang luas dan mendalam bagi setiap pengguna, perangkat atau entitas di dalam lingkungan perusahaan. Hal ini pada gilirannya akan membuat jaringan menjadi titik kendali satu-satunya untuk mendeteksi dan memperbaiki ancaman keamanan dan menerapkan kebijakan keamanan guna mengatasi gerakan lateral ancaman di semua jaringan dan meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk mengisolasi ancaman saat terdeteksi. 

Tren 4: 2024 Kemajuan program aksi iklim akan dinilai dan dipertanggungjawabkan 

Tahun 2023 diperkirakan akan menjadi tahun terpanas dalam catatan sejarah, sehingga ada kebutuhan sangat penting untuk membatasi peningkatan suhu tidak lebih dari 1,5 derajat Celsius guna menghindari perubahan yang bisa membawa bencana terhadap iklim. Ketika kita semakin dekat dengan target tersebut, semakin jelas bahwa kemitraan sektor public dan swasta sangat penting dalam menciptakan cara yang konsisten dan akurat untuk mengukur kemajuan, baik di dalam negara dan industri, serta di dunia. 

Tuntutan akan pelaporan wajib akan menjadi  bahasan yang semakin penting karena lembaga-lembaga regulator ingin memastikan rencana menjadi hasil yang konkret. Perusahaan-perusahaan akan menghadapi tekanan untuk membuat kemajuan dalam program keberlanjutan mereka dengan teknologi yang memainkan peran penting dalam menyediakan visibilitas dan wawasan dari data center ke lingkungan perusahaan, yang akan membantu mereka mengukur emisi secara akurat dan membuat rencana untuk menciptakan bangunan cerdas dan ruang kerja pintar. Penyedia layanan yang juga bertanggung jawab terhadap target-target keberlanjutan mereka akan memiliki keinginan yang semakin besar untuk meningkatkan kapasitas dan skalabilitas dalam infrastruktur mereka untuk mendukung beban kerja yang semakin banyak sekaligus mengurangi konsumsi energi.  

Tren 5: Manusia dan kesigapan mereka terhadap perubahan akan tetap menjadi inti kesuksesan dalam upaya transformasi digital

BACA JUGA:  Ini Produk yang Dipilih Konsumen Pria dan Wanita Saat Belanja di E-Commerce

Ketika perusahaan di Indonesia melanjutkan perjalanan digitalisasi, mereka harus memastikan bahwa karyawan mereka mampu mengimbangi pertumbuhan perusahaan tersebut. Meskipun industri teknologi terus berkembang di Indonesia, tetap ada kekurangan tenaga kerja di bidang teknologi dan Tingkat permintaannya tinggi. Hal ini memberikan peluang bagi berbagai organisasi untuk mengembangkan pekerja profesional teknologi masa depan yang dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk beradaptasi dengan lanskap teknologi yang berkembang.

Di sinilah program skills-to-job seperti Cisco Networking Academy, bisa membantu menjembatani kesenjangan tenaga kerja teknologi saat ini. Program ini sudah bermitra dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi untuk membekali lebih dari 380.000 siswa di Indonesia dengan berbagai keterampilan yang sangat dicari dalam industri, seperti keamanan siber, data science, dan jaringan. Program ini juga menargetkan untuk memberikan pelatihan keterampilan digital dan keamanan digital kepada 6,7 juta orang di Asia Pasifik hingga tahun 2023. 

“Selain dari menumbuhkan jajaran talenta yang kuat, berbagai organisasi harus memastikan bahwa mereka mengembangkan budaya yang tepat, yang berakar pada tujuan, dan transformasi manajemen agar tetap lincah. Kami sudah melihat langsung bagaimana hal ini telah membantu tim untuk mampu terus terhubung dan berkolaborasi dengan satu sama lain dan dengan perusahaan saat mereka mengarungii lingkungan makro ekonomi yang kompleks. Hal ini juga membantu membangun dukungan dari para pemangku kepentingan dan kesigapan terhadap perubahan. Di Cisco, kami berkomitmen untuk menjadi mitra teknologi terpercaya bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia saat mereka menggunakan teknologi baru dan menjalankan bisnis mereka dalam lingkungan yang terus berkembang,” kata Marina Kacaribu, Managing Director, Cisco Indonesia.

Tags: CiscoCisco Indonesia
Previous Post

Tren dan Prediksi Red Hat Asia Pasifik untuk 2024

Next Post

Sharp Luncurkan AQUOS Sense8 di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • NVIDIA RTX AI PC Day Back to School Campaign Sambangi UPH Lippo Karawaci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kinerja BAZNAS Kian Meraih Apresiasi, dari Pengentasan Kemiskinan hingga Bantu Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto