ItWorks.id-PT SCG Indonesia (SCG) kembali menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mengembangkan generasi muda Indonesia melalui dukungan beasaiswa yang tahun ini mengambil tema “SCG Sharing the Dream 2026”. Sejak diluncurkan pada 2012, program ini telah mendukung lebih dari 5.200 penerima beasiswa di seluruh Indonesia.
Pada tahun ini, SCG menganugerahkan 412 beasiswa kepada 400 siswa SMA/sederajat dan 12 mahasiswa tingkat Sarjana (S1) dalam acara “Awarding Day” yang diselenggarakan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen). Secara keseluruhan, program SCG Sharing the Dream telah mendukung lebih dari 5.200 penerima beasiswa di Indonesia.
President Director PT SCG Indonesia Pattaraphon Charttongkum mengatakan, pengembangan generasi muda tidak cukup hanya melalui akses pendidikan, tetapi juga perlu diperkuat dengan pola pikir, keterampilan, kepemimpinan, dan kepercayaan diri agar mereka mampu beradaptasi serta memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“SCG Sharing the Dream terus berkembang melampaui program beasiswa menjadi sebuah platform jangka panjang yang memberdayakan generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menciptakan dampak positif di komunitas mereka,” ujarnya (11/8/2026), di Jakarta.
Program yang bekerja sama dengan Ancora Foundation tersebut tahun ini mengusung tema “Green Active Generation: Empowered to Act, Driven to Change”. Para penerima beasiswa mendapatkan pengembangan kapasitas, pembelajaran berbasis pengalaman, serta kesempatan menjalankan Community Project untuk mengasah kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan praktis.
Sejak 2024, SCG juga menyediakan kuota khusus bagi anak pekerja bangunan dan anak disabilitas sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan.
Komitmen tersebut dinilai semakin relevan di tengah tantangan pengembangan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Berdasarkan data yang dikutip SCG, sebanyak 19,44% penduduk Indonesia berada dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), sehingga perluasan kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan, pelatihan, dan keterampilan menjadi penting.
SCG juga mengembangkan Sharing the Dream sebagai platform regional ASEAN. Selain Indonesia, program tersebut telah memberikan puluhan ribu beasiswa kepada pelajar di Vietnam, Kamboja, Laos, dan Filipina. Pengembangan wawasan regional dilakukan melalui kegiatan seperti ASEAN Camp dan ESG Experience Trip, yang mempertemukan penerima beasiswa dari berbagai negara.
Dukung Aspirasi ASEAN Community Vision 2045
Vice President of Corporate Administration SCG Paramate Nisnagornsen mengatakan, kolaborasi lintas negara diperlukan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia sekaligus mendukung aspirasi ASEAN Community Vision 2045.
Salah satu dampak program di Indonesia ditunjukkan melalui WANOJA Green Academy, Community Project yang diinisiasi alumni SCG Sharing the Dream 2025, Lulita Sauman, di Ciwidey, Jawa Barat. Program tersebut memberdayakan lebih dari 60 anak muda melalui pengembangan keterampilan ekowisata, sekaligus membuka peluang untuk menjawab tantangan ekonomi, pernikahan dini, dan keterbatasan akses pendidikan di lingkungan setempat.
Dampak program juga tercermin dari survei internal SCG terhadap 151 alumni berusia 18–22 tahun. Lima tantangan yang paling mereka khawatirkan dalam 10 tahun ke depan adalah persoalan ekonomi dan kemiskinan, disrupsi teknologi dan AI, kesenjangan pendidikan, pencemaran lingkungan, serta kesehatan mental. Sebanyak 75% responden menyatakan program meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan, sedangkan 55% mengaku semakin percaya diri memimpin perubahan di komunitas masing-masing.
Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono menilai pengembangan kemampuan adaptasi, berpikir kritis, resiliensi, dan kemampuan belajar perlu terus diperkuat untuk mencetak talenta unggul Indonesia.
Sebagai bagian dari komitmen ESG, SCG menempatkan Sharing the Dream dalam pendekatan Inclusive Green Growth, dengan memperluas akses pendidikan, meningkatkan kapasitas generasi muda, serta mendorong inisiatif berbasis komunitas. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia berkualitas dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.














