ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Predikat Informatif dari KIP Belum Tentu Menjamin Keterbukaan

Ahmad Churi
7 October 2026 | 15:49
rubrik: E-Gov
Predikat Informatif dari KIP Belum Tentu Menjamin Keterbukaan
Share on FacebookShare on Twitter

ItWorks.id- Predikat Informatif yang diberikan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) kepada suatu Badan Publik melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik, belum otomatis membuat sebuah badan publik benar-benar terbuka di mata masyarakat. Ukuran keterbukaan juga perlu dilihat dari pengalaman publik ketika mencari, meminta, hingga menggunakan informasi.

Hal itu disampaikan Rizky Priyatna, Praktisi Keterbukaan Informasi Publik, dalam Focus Group Discussion (FGD) Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta, (5/10/2026). Dalam diskusi bertajuk “Dari Sengketa dan Predikat Informatif: Bagaimana Jurnalis Membaca Wajah Keterbukaan Informasi Publik di Jakarta” tersebut, ia membedakan keterbukaan formal dengan keterbukaan yang benar-benar dirasakan publik.

Ia menilai, keberadaan website, PPID, Daftar Informasi Publik (DIP), publikasi informasi, hingga hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) memang penting. Namun, hal itu baru menjadi bagian dari keterbukaan jika informasi yang tersedia juga mudah ditemukan, mudah dimohon, direspons dengan baik, lengkap dan dapat digunakan masyarakat.

“Informasi tersedia belum tentu mudah diakses,” menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Bagi Rizky, pengalaman masyarakat saat berhadapan dengan badan publik menjadi ukuran penting untuk melihat apakah keterbukaan benar-benar berjalan atau hanya berhenti pada pemenuhan standar administratif.

Dari sudut pandang media, jurnalis memiliki peran lebih dari sekadar mencari bahan pemberitaan. Jurnalis harus mencari informasi, melakukan verifikasi, menjelaskan informasi kepada masyarakat, sekaligus menjalankan fungsi pengawasan. Proses tersebut menempatkan informasi publik sebagai bagian dari upaya mendorong akuntabilitas.

Dalam kesempatan itu, Rizky juga menyoroti pengalaman jurnalis ketika mengajukan permohonan informasi. Mulai dari permohonan, respons badan publik, keberatan, sengketa, proses mediasi atau ajudikasi, putusan hingga tindak lanjut, seluruh tahapan tersebut dapat menunjukkan bagaimana pelayanan informasi dijalankan.

BACA JUGA:  Kominfo Dorong Kolaborasi di 13 Kawasan Prioritas untuk Percepat Adopsi Teknologi Digital UMKM

Menurutnya, sengketa informasi tidak selalu harus dilihat sebagai persoalan antara pemohon dan badan publik. Dari sengketa, publik bisa melihat informasi apa yang menjadi masalah, di mana letak kendala pelayanan, serta bagaimana badan publik menjalankan kewajibannya terhadap hak masyarakat atas informasi.

Karena itu, media perlu melihat lebih jauh daripada sekadar apakah sebuah informasi diberikan atau tidak. Kecepatan merespons, kelengkapan data, kejelasan jawaban, alasan ketika informasi tidak diberikan, mekanisme keberatan, sampai tindak lanjut atas putusan juga menjadi bagian penting dalam menilai kualitas keterbukaan.

Ia menilai predikat “Informatif” seharusnya dipandang sebagai capaian, bukan akhir dari proses. Predikat tersebut tetap perlu diuji melalui pengalaman masyarakat. Jika informasi masih sulit ditemukan, respons lambat, tidak lengkap, atau berujung pada keberatan dan sengketa, maka terdapat ruang yang perlu dievaluasi.

Dalam perspektifnya, keterbukaan setidaknya dapat dilihat melalui tiga hal: compliance, access, dan impact. Artinya, bukan hanya memastikan standar dipenuhi, tetapi juga memastikan informasi benar-benar dapat diperoleh dan memberikan dampak berupa transparansi serta akuntabilitas. Pada akhirnya, informasi publik diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat digunakan masyarakat untuk melakukan kontrol sosial.

Tags: KIP PUsat
Previous Post

TOP Digital Awards: PA Salatiga Mantapkan Transformasi Digital Menuju Trusted Digital Justice

Next Post

HUAWEI WATCH GT 7 Series Resmi Rilis di Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

TOP Digital Awards 2026: Concentrix Perkuat Digital Trust melalui Tata Kelola AI dan Keamanan Siber

Agus Haryanto
8 October 2026 | 08:34

phe-andalkan-ai-dorong-transformasi-digital-bisnis

TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

Teguh Imam Suyudi
7 October 2026 | 10:00

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

Ahmad Churi
5 October 2026 | 22:48

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

TOP Digital Awards 2026: Bank Jombang Pacu Transformasi Digital, AI Perkuat Analisis Kredit

Ahmad Churi
5 October 2026 | 21:13

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta -LinkAja Bermitra Permudah Transaksi Pembayaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: SANTRIMO Jadi Platform Unggulan Layanan Digital Pengadilan Agama Jakarta Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Perkenalkan Galaxy A02, Apa Bedanya dengan Galaxy A02s?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TOP Digital Awards 2026: PHE Dorong Bisnis Hulu dengan AI dan Inovasi Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto