Jakarta, Itech – Facebook akan meluncurkan fitur unsend yang memungkinkan pengguna dapat menghapus pesan terkirim di Messenger dalam beberapa bulan ke depan. Sayangnya, belum ada informasi tentang cara kerja dari fitur ini.
Saat ini Messenger baru memiliki mode Secret Conversation yang memungkinkan pengguna dapat menentukan kapan pesan-pesan yang dikirimkan akan terhapus. Kelemahannya, semua orang yang ikut serta dalam percakapan itu akan mendapatkan notifikasi bahwa pesan-pesan itu akan terhapus.
“Kami akan membuat fitur-fitur yang memungkinkan pengguna menghapus pesan-pesan yang sudah terkirim. Kami harusnya melakukan ini lebih cepat dan kami minta maaf karena kami tidak melakukannya,” kata juru bicara Messenger seperti dikutip TechCrunch.
Sebelumnya, Facebook telah membuat fitur serupa untuk WhatsApp. Fitur itu memungkinkan Anda menghapus pesan WhatsApp tidak lama setelah Anda mengirimkan. Memang, pesan yang akan terhapus, tapi sebagai gantinya akan muncul pesan “pesan ini telah dihapus.”
Instagram juga memiliki fitur serupa yang memungkinkan pengguna menghapus pesan tanpa jejak apapun. Pengguna cukup menyentuh pesan yang ingin mereka hapus selama beberapa waktu dan pilih “unsend”. Jika penerima belum menerima pesan tersebut, mereka tidak akan mengetahui bahwa mereka sempat menerima pesan tersebut.
Chatbot
Kini Facebook Messenger memiliki fitur terbaru Customer Chat. Fitur itu memungkinkan Anda tetap berkomunikasi dengan seorang manusia atau bot tanpa meninggalkan website.
Pembaruan fitur itu disampaikan langsung oleh Stan Chudnovsky (Kepala Produk Messenger) dalam ajang Web Summit di Lisabon, Portugal.
Fitur itu merupakan bagian dari pembaruan Messenger Platform 2.2. Fitur Customer Chat akan tersedia untuk versi desktop dan perangkat mobile walaupun masih dalam tahap beta seperti dikutip Venture Beat.
Layanan pesan instan Facebook itu sudah menawarkan tombol Message Us atau Send to Messenger tetapi baru kali ini Facebook Messenger menawarkan percakapan langsung dengan seorang manusia atau bot.
Percakapan langsung itu bisa dimulai dari website dan berlanjut ke Messenger. Sebagai uji coba, Facebook telah menggandeng beberapa maskapai penerbangan seperti KLM, Volaris, dan Air France untuk menguji fitur tersebut.
Para penumpang maskapai penerbangan itu dapat menggunakan layanan Customer Chat untuk mengganti tujuan penerbangan atau berbicara dengan layanan customer service secepatnya.
Tentunya, layanan bot itu tidak hanya dirancang untuk melayani penumpang maskapai penerbangan saja. Layanan bot Facebook Messenger itu dapat melakukan berbagai pekerjaan seperti mengatur jadwal pertemuan, memberitahu update status, menjawab pertanyaan umum, dan melayani customer service secara otomatis ketika jam kantor tutup.














