ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Jika Kasus Myanmar Terjadi di Indonesia, Pemerintah Pasti Blokir Facebook

adam
16 April 2018 | 17:16
rubrik: Indeks
Jika Kasus Myanmar Terjadi di Indonesia, Pemerintah Pasti Blokir Facebook
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech – Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam mengetahui ada 1.096.666 data pengguna Facebook di Indonesia yang dicuri Cambridge Analytica. Pemerintah Indonesia sudah memanggil Facebook Indonesia untuk meminta audit data pengguna Facebook asal Indonesia dan jaminan keamanan data pengguna Facebook asal Indonesia.

Bahkan, pemerintah telah mengirimkan surat peringatan kedua kepada Facebook Indonesia. Tak hanya pemerintah, lembaga legislatif Dewan Perwakilan Rakyat juga memanggil Facebook Indonesia untuk meminta pertanggung jawaban.

Rudiantara (Menteri Komunikasi dan Informatika) menegaskan pemerintah tidak segan memblokir Facebook tetapi harus sesuai prosedur.

“Kalau ada indikasi Facebook di Indonesia digunakan untuk penghasutan seperti yang terjadi di Myanmar, Saya akan blokir. Saya tidak ingin orang menggunakan Facebook dan menjadikan Indonesia seperti Myanmar, Rohingnya. Itu jelas,” katanya di Gedung Kominfo, Jakarta.

Facebook telah mengakui pihaknya bertanggung jawab atas penyebaran informasi palsu sehingga terjadi bentrokan dan saling hasut antar-kelompok di Myanmar. Puncaknya, informasi hoax itu menyebabkan pembantaian terhadap kaum Rohingya.

Rudiantara masih menunggu hasil audit data pengguna oleh Facebook. Dengan hasil data audit itu, pemerintah baru bisa menakar potensi permasalahan yang timbul dan bisa mengambil tindakan lebih jauh.

“Saat ini, kan, sudah SP II. Kita tunggulah, nanti setelah SP II bisa ditingkatkan menjadi pemutusan layanan sementara jika diperlukan,” ujarnya.

Terinspirasi Jerman

Indonesia masih membuat regulasi untuk menangani peredaran hoax dan ujaran kebencian yang tersebar di media sosial. Pemerintah Indonesia pun akan menjadikan Malaysia dan Jerman sebagai acuan untuk mengatasi persoalan tersebut.

Rudiantara telah mengirim tim khusus untuk mengkaji dan penerapan aturan terkait isu hoax dan hate speech di medsos kepada Malaysia dan Jerman. Malaysia telah menyusun perundangan mengenai penanganan isu hoax dan hate speech di media sosial.

BACA JUGA:  Dibuka Kominfo, Masyarakat Bisa Adukan Penipuan Online Lewat AduanNomor.id

“Teman-teman saya sedang kaji di Malaysia dan Jerman. Koordinasi dengan Malaysia dan Jerman sudah terjalin sebelumnya. Ini bukan studi banding tapi studi tiru,” ujar Rudiantara.

Sementara itu, Jerman telah menerapkan regulasi hukum di media sosial pada1 Januari 2018 dengan Undang-Undang yang dikenal sebagai NetzDG (Network Enforcement Law).

Regulasi itu mewajibkan platform media sosial wajib menghapus konten negatif dalam waktu 24 jam. Jika tidak, pemerintah Jerman akan memberikan denda kepada perusahaan media sosial tersebut.

“Kami bisa menggunakan Undang-Undang ITE. Nah, ini menjadi regulasi penguat dan pelengkap dari legislasi yang dalam Undang-Undang ITE,” sebutnya.

Kunjungan Tim Kominfo untuk mengidentifikasi konsekuensi dan dampak penerapan regulasi yang sudah berjalan selama empat bulan. Tim yang dibentuk Kementerian Kominfo berasal dari gabungan para pemangku kepentingan yang dikoordinir oleh pihaknya sendiri.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kerja Tim adalah mengidentifikasi beberapa poin krusial yang dapat diadaptasi agar bisa diterapkan di Indonesia, termasuk mengutamakan kepentingan masyarakat, nilai luhur bangsa dan ketentuan perundangan yang berlaku.

Selain itu, tim itu juga mengkaji mengenai cakupan ideal mengenai batasan berita palsu, hoax, dan ujaran kebencian di media sosial. Hal itu dibutuhkan agar regulasi dapat diterapkan proporsional serta tidak mengancam kemerdekaan berpendapat, kebebasan berekspresi dan demokrasi yang sudah berlangsung madani di Indonesia.

Tags: FacebookKominfoMyanmar
Previous Post

Keren ! iPhone Terbaru Punya 3 Kamera Belakang

Next Post

PT Kioson Bukukan Laba Rp2,938 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

TOP Digital Awards 2026: PA Metro Kelas IA Perkuat Transformasi Digital untuk Perluas Akses Layanan Peradilan

Mi’roji
28 September 2026 | 15:49

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Acer Indonesia Hadirkan Program Perlindungan #5TahunSiapTempur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DSI Perkuat Ekosistem Ekspor Komoditas Strategis dengan Platform National Data Intelligence

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berkolaborasi, Ini Solusi yang Ditawarkan Mitra Integrasi Informatika dan Cloudera

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto