Jakarta, Itech – PT Tokopedia (Tokopedia) menggandeng marketplace finansial PT Bareksa Portal Investasi (Bareksa) menghadirkan fasilitas pembelian reksa dana online yang sangat likuid karena bisa dicairkan dan diterima di rekening nasabah di hari yang sama (T+0).
Layanan Tokopedia Reksa Dana menawarkan menggunakan produk reksa dana Syailendra Pasar Uang, yang dikelola oleh Syailendra Capital sebagai manajer investasi. Produk itu memberikan imbal hasil yang jauh lebih tinggi dari bunga tabungan bank secara historikal, lebih dari 6 persen setahun terakhir.
William Tanuwijaya (Co-Founder dan CEO Tokopedia) mengatakan Tokopedia Reksa Dana dapat mendorong masyarakat untuk berinvestasi. Platform itu akan melahirkan jutaan investor baru di Indonesia sehingga selain sejalan dengan target pemerintah.
“Kami berharap banyak masyarakat Indonesia yang memulai investasi melalui reksa dana dan menjadi investor. Tokopedia juga dapat mewujudkan cita-citanya yaitu pemerataan ekonomi secara digital,” katanya dalam siaran persnya, Kamis.
Ady F Pangerang (CEO Bareksa) mengatakan kolaborasi Bareksa dan Tokopedia dapat mempermudah akses masyarakat dalam berinvestasi dan menjadikannya sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Kini, masyarakat bisa membeli reksa dana tanpa ada batasan wilayah dan waktu. Bahkan, investor ritel dengan modal terbatas juga bisa turut berinvestasi karena produk reksa dana yang ditawarkan di Tokopedia Reksa Dana adalah reksa dana dengan minimum pembelian Rp10.000 saja,” ujarnya.
Bagi para pelaku industri sendiri, kolaborasi itu bisa menjadi katalis yang mendorong pertumbuhan baik dari sisi nasabah maupun dana kelolaan. Bareksa telah berhasil mencetak 110.000 investor reksa dana. Angka itu melonjak lebih dari 60 persen dibandingkan Desember 2017, atau hanya dalam waktu tiga bulan.
Dengan begitu, Bareksa kini menguasai pangsa pasar industri reksa dana sekitar 16-17 persen berdasarkan jumlah investor. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) jumlah investor reksa dana tercatat sebanyak 619.380 investor per Desember 2017.
Kenaikan jumlah dana yang dinvestasikan oleh nasabah menjadi Rp850 miliar per 9 April 2018. Angka itu melonjak 88 persen dibandingkan per Desember 2017.
Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan kolaborasi platform fintech dan e-commerce seperti Bareksa dan Tokopedia ini sangat berperan dalam mendukung digitalisasi ekonomi Indonesia. Kominfo mendukung dengan menyediakan ekosistem yang ramah bagi para pelaku ekonomi digital di Indonesia.
“Kominfo terus mendorong semua pihak di Indonesia memanfaatkan potensi ekonomi digital. Kolaborasi semacam ini tentunya sejalan dengan program pengembangan ekonomi digital oleh Kominfo,” ujarnya.














