Gool!, kita pun meloncat kegirangan melihat tim idola kita akhirnya berhasil menjebol gawang tim lawan. Tapi tunggu dulu, terlihat wasit mengangkat tangannya, berbicara lewat mike kecil yang menempel di pipinya. Dan akhirnya dia tidak menunjuk titik tengah lapangan, yang artinya gol tim idola kita dibatalkan. Itu bisa terjadi karena adanya Video Assistant Referee atau VAR.
Apa itu VAR?
Sistem Video Assistant Referee, yang dikenal sebagai VAR, adalah penggunaan teknologi video pertama kali dalam sepak bola untuk mendapat keputusan yang lebih tepat. Sistem ini telah diujicoba di FA dan Carabao Cup musim lalu di liga Inggris, serta liga Jerman dan Italia.
Apakah VAR akan digunakan di Piala Dunia?
Ya, setelah persetujuan dengan suara bulat dari Dewan Asosiasi Sepakbola Internasional di Zurich pada bulan Maret, yang memilih untuk memperkenalkan sistem ini secara permanen. Piala Dunia 2018 di Rusia akan menjadi Piala Dunia pertama yang menggunakan pemutaran ulang video, meskipun teknologi garis gawang telah berhasil digunakan di Brasil empat tahun lalu.
Kapan VAR bisa digunakan?
VAR hanya mengintervensi selama pertandingan ketika para ‘pejabat lapangan’(wasit dan para hakim garis) telah membuat ‘kesalahan yang jelas dan nyata’ di salah satu dari empat bidang utama: gol, penalti, kartu merah langsung, dan identifikasi yang salah. Sistem ini dibatasi untuk area-area ini untuk meminimalisir gangguan terhadap aliran permainan.
Ada kebingungan tentang definisi kesalahan yang ‘jelas dan nyata’, terutama saat harus meninjau kembali sebuah gol dengan melibatkan keputusan offside yang ketat. Bahkan jika seorang pemain sedikit offside, VAR akan menganggap bahwa kesalahan yang ‘jelas dan nyata’ karena keputusan offside adalah kategorik – pemain offside atau tidak offside.
Di mana para wasit video?
Mereka menonton pertandingan di lokasi terpencil, dengan akses ke lusinan sudut kamera dan berkomunikasi menggunakan mike ke pejabat lapangan sehingga mereka dapat memperingatkan para pejabat lapangan itu tentang adanya kesalahan.
Bagaimana cara kerjanya dalam praktek?
Ada tiga cara VAR bisa digunakan selama pertandingan:
Pertama, wasit video berbicara kepada wasit di lapangan yang mendengarkan lewat earpiece, lalu wasit di lapangan akan mengangkat tangannya untuk menghentikan permainan dan memberi tahu para pemain bahwa keputusan sedang ditinjau ulang. Jika puas karena tidak ada kesalahan, si wasit akan memberi isyarat agar permainan dimulai kembali.
Kedua, VAR yang memutuskan. Dalam hal ini, wasit di lapangan akan menggambar persegi panjang dengan tangannya untuk meniru layar TV. Wasit video akan meninjau insiden itu dan wasit lapangan akan membuat sinyal yang sama jika dia ingin mengubah keputusannya.
Ketiga, lewat sebuah ‘ulasan di lapangan’, seperti yang kita lihat ketika Italia mendapat hadiah penalti di Wembley awal tahun ini. Dengan keputusan yang lebih subyektif, wasit video akan menginstruksikan wasit untuk menonton tayangan ulang di layar di pinggir lapangan. Dia akan membuat ‘sinyal TV’ sebelum mengkomunikasikan keputusan akhirnya.
Wasit harus selalu membuat keputusan – dia tidak bisa membiarkan permainan tidak jelas dan menunggu VAR. Dia hanya bisa kembali ke awal fase penyerangan yang memprovokasi insiden, dan harus menunggu sampai bola berada di zona netral untuk berhenti bermain.
Mengapa FIFA memutuskan untuk menggunakannya?
Badan-badan yang mengatur olahraga ingin meningkatkan pengambilan keputusan dan akurasi.
“Saya akan mengatakan kepada para penggemar, pemain dan pelatih bahwa itu akan berdampak, dampaknya positif,” kata presiden FIFA, Infantino. “Itulah yang ditunjukkan oleh hasil penelitian.”
“Dari hampir 1.000 pertandingan langsung yang merupakan bagian dari eksperimen, dengan menggunakan VAR maka tingkat keakuratan meningkat dari 93% menjadi 99%. Hampir sempurna.”
“Kami telah melihat semua rincian dan manfaat yang bisa dibawanya,” tambah Infantino.
“Tentu saja, kita perlu mempercepat tinjauan ulang dan komunikasi kepada wasit yang menerapkannya tetapi juga untuk masyarakat umum.”
Apa kritik terhadap VAR?
Ada beberapa kontroversi dan masalah yang cukup menganggu selama tahap percobaan VAR, dan sistem ini memiliki banyak lawan. Kritik mereka termasuk:
Fans di stadion tidak menyadari kapan keputusan sedang ditinjau ulang, terutama di tempat-tempat tanpa layar besar. FIFA mengatakan mereka sedang mengerjakan sebuah sistem untuk menjaga agar para suporter tetap mendapat informasi.
Sifat subjektif dari hukum sepakbola. Meskipun tersedia tayangan ulang, tetap ada perdebatan dan ketidaksepakatan tentang insiden penalti. Keputusannya masih harus tergantung ke interpretasi manusia.
Kini, kita tinggal menunggu apakah dampak teknologi VAR ini akan meningkat rasa nyaman kita, saat tim kesayangan kita menang berkat VAR atau justru sebaliknya, saat tim kesayangan kita kalah hanya gara-gara VAR.
Berita ini diambil dari Telegraph.co.uk














