ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Bagaimana cara rumah kita bisa menghasilkan, menyimpan, dan menjual energi?

Teguh Imam Suyudi
10 July 2018 | 14:45
rubrik: Business Solution
https://www.itech.id/wp-content/uploads/2018/07/Residential-Energy-Storage-System-di-Hawaii.jpg

Sebuah sistem penyimpanan energi untuk perumahan di Hawaii

Share on FacebookShare on Twitter

Ketika kita bergerak menuju energi terbarukan dalam upaya kita untuk mengurangi karbon dalam kegiatan ekonomi kita, penyimpanan energi menjadi semakin penting. Bisakah rumah tangga menjadi bagian integral dari jaringan listrik nasional?

Saat Adam Courtney, seorang warga  Godmanchester, Inggris ingin mengurangi tagihan energi listrik di rumahnya yang “tidak terlalu hemat energi”, maka menggunakan panel surya adalah jawabannya.

Tapi, dia segera menyadari bahwa simpanan listrik yang diperolehnya ternyata tidak sebesar yang ia bayangkan. Sumber energi terbarukan juga tidak selalu tersedia pada waktu yang dibutuhkan.  Dan saat hari mendung ia dan keluarganya sangat bergantung pada jaringan listrik nasional.

Padahal, ia memiliki kapasitas cadangan listrik saat hari-hari cerah, tetapi hanya mendapat sangat sedikit sebagai imbalannya.

“Kami akhirnya mengirim kembali cadangan listrik yang kami peroleh ke jaringan listrik nasional, tetapi pembayaran yang kami terima sangat kecil, jadi saya akhirnya berpikir ‘mengapa melakukan itu?’,” katanya.

Sebagai gantinya, Adam yang juga memiliki pusat data, memutuskan bahwa dia dapat lebih baik menggunakan listrik yang dia hasilkan, jika saja dia dapat menyimpannya ketika dibutuhkan.

Dia mulai meneliti penyimpanan energi listrik dalam baterai – bahkan pernah ingin membangun sistemnya sendiri – sebelum akhirnya memilih Tesla Powerwall yang dapat menyimpan kelebihan energi yang dihasilkan oleh panel surya.

https://www.itech.id/wp-content/uploads/2018/07/Tesla-Powerwall.jpg
Tesla Powerwall, sistem penyimpanan energi listrik untuk perumahan (Tesla)

Satu unit Tesla Powerwall dan biaya perangkat keras pendukungnya hanya di bawah £ 6.000, dengan biaya pemasangan hingga £ 3.000 ke atas. Tapi itu memungkinkan dirinya untuk membeli energi listrik pada waktu yang lebih murah, menurunkan biaya operasional dari kedua rumahnya dan dua mobil listrik keluarganya.

“Menggunakan Economy 7, suatu sistem perencanaan tarif listrik yang berbeda, akan ada tarif listrik lebih murah di malam hari dan Powerwall dapat mengetahui, misalkan,  besok hari akan cerah sehingga tahu berapa banyak daya harus dibeli,” jelasnya.

BACA JUGA:  HelloBill Ikut Ramaikan Ajang International Motor Show 2024

“Sebelumnya tagihan listrik saya £ 140 sebulan, tapi sekarang saya hanya menghabiskan £ 25 per bulan untuk listrik, dan sebagian besar dari itu digunakan untuk mobil.”

Penyedia penyimpanan energi lainnya – seperti Ovo Energy, Powervault, dan Moixa juga telah memasuki pasar ini – terutama karena kendaraan listrik (EV) dapat menjadi tambahan yang bermanfaat bagi campuran energi domestik. Baterai mobil BMW i3 sudah digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan dari kincir angin atau windfarm di Wales, sehingga masuk akal untuk mengintegrasikan teknologi baterai mobil ke rumah-rumah.

Tesla memimpin dalam hal penyimpanan energi listrik dalam baterai. Baterai yang terpasang di dinding memiliki ukuran sebesar pintu lemari es dan dapat dipasang di dalam atau di luar rumah. Sebuah kumpulan sensor arus listrik memonitor penggunaan energi dan berapa banyak energi matahari yang diproduksi, sementara perangkat lunak peramalan yang cerdas memprediksi penggunaan dan produksi masa depan.

“Berdasarkan biaya listrik yang berbeda-beda dari jaringan listrik, maka Powerwall mengoptimalkan waktu pengisian dan pembuangan listrik,” kata juru bicara Tesla.

“Karena Powerwall telah mempelajari berbagai biaya listrik itu, maka Anda akan mendapatkan nilai paling banyak dari panel surya Anda tanpa harus mengubah bagaimana atau kapan Anda menggunakan energi.”

Sementara itu, Ovo Energy telah meluncurkan rangkaian baterai yang dapat digunakan dengan atau tanpa pembangkit energi terbarukan.

“Saya menggambarkan sistem Tesla dirancang untuk beroperasi untuk sistemnya sendiri,” kata kepala eksekutif Ovo Energy, Stephen Fitzpatrick. “Sehingga jika menggunakan Tesla Anda harus memiliki genset. Sebaliknya, sistem Ovo dirancang untuk dapat diintegrasikan ke dalam jaringan listrik yang ada.”

Sistem Ovo membantu rumah tangga memperoleh tarif listrik yang lebih murah saat terjadi puncak-beban-listrik  – yang bisa mencapai setengah harga puncak – dan juga mengintegrasikan energi yang tersimpan dalam mobil listrik mereka.

BACA JUGA:  Lewat Skema Bisnis Konsinyasi Logee, Telkom Dukung Percepatan Digitalisasi UMKM

Tidak perlu panel surya atau bentuk pembangkit listrik lainnya; pelanggan dapat mengisi baterai mereka semalaman dan mengekspor listrik cadangan kembali ke jaringan pada siang hari.

https://www.itech.id/wp-content/uploads/2018/07/ovo-vcharge.png
Ovo VCharger, sistem penyimpanan energi listrik untuk perumahan (Ovo)

Perangkat lunak Ovo, VCharge, mengelola arus pasang surut ini, memanfaatkan informasi seperti prakiraan cuaca dan jadwal televisi untuk memprediksi periode permintaan listrik sedang tinggi.

Manfaat yang jelas darii Ovo sebagai penyedia energi adalah bahwa teknologi ini dapat menurunkan puncak-beban-listrik dan menyalurkannya untuk hal yang terkait dengan permintaan harian listrik, membuat lebih mudah dan lebih murah untuk mempertahankan pasokan listrik reguler.

“Ovo membantu membuat tagihan listrik yang lebih kecil,” kata Fitzpatrick.

Ovo telah menguji teknologinya di Orkney, Skotlandia, dengan memasang sistemnya di rumah lokal dan memungkinkan VCharge untuk mengontrol penyimpan panas dan silinder air panas.

“Kami mengelola ratusan perangkat VCharge dan menyeimbangkannya dengan ladang angin setempat,” kata Fitzpatrick.

“Di masa lalu, turbin sering harus dimatikan karena jaringan tidak memiliki kemampuan yang cukup.”

Menurut Ovo, energi yang dihemat dapat memberi daya setara 2.000 rumah selama setahun.

“Penyimpanan memainkan peran penting untuk mendukung negara karena membuat transisi menarik menuju sumber-sumber generasi rendah karbon, seperti angin dan tenaga surya, menyediakan fleksibilitas sistem yang terus meningkat,” kata juru bicara National Grid di Inggris kepada BBC.

Tapi untuk memiliki efek yang signifikan di tingkat nasional, penyimpanan energi rumah harus mencapai skala besar, dan biayanya saat ini menjadi masalah, dengan sistem yang memakan biaya ribuan pound. Tanpa subsidi pemerintah yang serius, rumah tangga tidak akan mampu menutup biaya mereka selama bertahun-tahun.

“Meski teknologi ini terbukti dan bekerja, itu masih pada tahap baru lahir dan tidak mendapatkan keuntungan dari skala ekonomi dalam produksi,” kata Nick Browne, seorang analis di konsultan riset energi Wood Mackenzie. “Karena harganya masih mahal.

BACA JUGA:  Tekan Jejak Karbon bagi Industri Supply Chain, Telkom Inkubasi Startup Automa

“Tapi kami berharap bahwa biaya baterai bisa turun 50% pada 2025. Jika ini terjadi, instalasi baterai akan tumbuh secara signifikan, meningkatkan penetrasi energi terbarukan lebih lanjut dan mengurangi peran untuk menghasilkan bahan bakar fosil.”

Di Australia Selatan, Tesla sedang memasang perangkatnya di 600 rumah tahun ini, dan hingga 50.000 pada 2022. Tujuannya adalah untuk menciptakan “pembangkit listrik virtual” dengan 250 megawatt energi matahari dan 650 megawatt-jam penyimpanan baterai.

“Pada saat-saat penting, pembangkit listrik virtual dapat menyediakan kapasitas sebanyak turbin gas atau pembangkit listrik batubara,” klaim Tesla, yang mengarah ke tagihan yang lebih rendah dan pasokan yang lebih aman.

Tapi ini masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah energi yang disimpan oleh hydro, yang menyumbang 96% dari semua penyimpanan energi di seluruh dunia.

Ini adalah hari-hari awal penyimpanan energi rumah, tetapi bagi sebagian rumah tangga, biayanya tidak menjadi masalah.

“Secara finansial, teknologi penyimpanan energi di rumah memang belum memungkinkan, tetapi saya tidak melakukannya karena alasan keuangan,” kata Warren Philips dari Shoreham, Kent, juga pengguna Powerwall.

“Ini tentang putriku dan mengubah dunia untuknya.”

Sumber: BBC.com

Previous Post

Taman Hiburan Bertema Sains Little Ding Dong Di Taiwan

Next Post

Victorinox Forrester One Hand Teman Pas Berpetualang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arus Peti Kemas Internasional Melalui Pelindo Naik 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belanja di Indomaret Kini Bisa Bayar Pakai QRIS Melalui Aplikasi DANA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Dorong Pelaku IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto