Jakarta, Itech – Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terus melemah berdampak pada sejumlah industri, termasuk industri teknologi. Hal ini memaksa produsen laptop Asus menaikkan harga produknya.
“Nilai tukar (rupiah) sekarang sangat buruk, jujur kenaikan harga menjadi topik utama yang ditanyakan konsumen. Kami mencoba yang terbaik untuk tidak sekedar menaikkan harga,” ujar Jieming Liou, Asus Notebook Business Development Manager Asus Indonesia di Jakarta.
Menurut Jieming industri teknologi menjadi sangat terdampak pada melemahnya rupiah karena memiliki “margin yang sangat kecil.”
Jieming mengatakan kenaikan harga pada laptop Asus telah dimulai sejak bulan Juni, menyusul tren pelemahan rupiah sejak Mei lalu.
Meski demikian, Asus tak serta merta menaikkan harga laptop. Jieming mengatakan Asus telah melakukan riset pasar terlebih dahulu sebelum menaikkan harga.
“Kami harus mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan pengguna, juga situasi kompetitor. Bukan hanya itu, kami juga harus memperhatikan reaksi pengguna, dealer dan juga distributor. Kami tidak ingin orang-orang berhenti membeli,” kata Jieming.
Oleh karena pertimbangan itu, kenaikan harga, menurut Jieming, hanya terjadi pada model laptop tertentu. Kenaikan harga pun diatur sedemikian rupa agar tetap seimbang.
Sebagai contoh, Jieming menjelaskan bahwa model laptop dengan harga Rp3 juta-an tidak mungkin mengalami kenaikan harga hingga Rp500 ribu. Namun, model laptop dengan kisaran harga Rp5 juta-an, dapat dikenakan kenaikan harga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu.
“Kami hanya memilih model yang memiliki dampak paling kecil terhadap pasar,” pungkas Jieming
Zenbook 13
Asus secara resmi memperkenalkan notebook premium terbarunya Zenbook 13 dengan dua varian yaitu seri UX331UAL dan UX331UN ke pasar Indonesia.
“Zenbook 13 punya dua varian, UAL yang dilengkapi dengan sertifikat standar militer dan UN yang dilengkapi dengan lima lapisan coating,” ujar Yulian Hasan, Country Product Manager Asus Indonesia di Jakarta.
ZenBook 13 UX331UAL memiliki ketebalan yang sama seperti saudaranya, Zenbook UX331UN yakni 13,9 milimeter, namun hanya memiliki bobot di bawah 1kg, tepatnya 985 gram.
UX331UAL menggunakan konstruksi magnesium alloy yang membuatnya memenuhi standar military-grade MIL-STD 810G dan lolos uji daya tahan.
Dengan layar berukuran 13,3 inci dan resolusi Full HD, Asus Zenbook UX331UAL diperkuat oleh prosesor tercepat Intel Core i generasi ke-8.
Asus memadankan prosesor tersebut dengan RAM tercepat DDR4 2133MHz serta penyimpanan kecepatan tinggi dan handal, berbasis M.2 SSD, serta membekali fitur Wi-Fi Master.
Bersama dengan teknologi dual-band 802.11ac, Wi-Fi Master menawarkan kecepatan hingga 867Mbps atau sekitar 6x lebih cepat dibanding single-stream 802.11n.














