ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Rahasia Nilai Valuasi Apple Tembus Rp14.000 Triliun

adam
6 August 2018 | 06:00
rubrik: Product
Rahasia Nilai Valuasi Apple Tembus Rp14.000 Triliun

Apple Campus

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech – Apple baru saja mencatatkan rekor fantastis dengan nilai kapitalisasi mencapai angka 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 14.443 triliun. Saham Apple melonjak lebih dari 207 dollar AS (sekitar Rp 3 juta) per lembar saham.

Berdiri pada tahun 1976, Apple yang didirikan oleh trio Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne, membawa misi menjadi pionir perusahaan pembuat komputer dan merevolusi mesin industri yang besar serta rumit menjadi lebih kecil, sederhana dan murah sehingga bisa menjadi produk masal.

Bisnis tersendat Selang empat tahun, merek Apple menjadi salah satu yang terkenal di dunia. Bisnis Apple mulai tersendat tahun 1985, diawali dengan Jobs yang dikudeta sebagai CEO dalam sebuah rapat internal.

Jabatan CEO kemudian berpihak pada John Scolley. Sejak konflik manajemen tersebut, bisnis Apple semakin terpuruk, eksistensinya terhimpit di pasa komputer pribadi. Macetnya inovasi dan gagasan baru untuk produk Apple menambah kerunyaman perusahaan, ditambah dengan produk yang gagal.

Pada kuartal akhir, Apple membukukan kerugian sebesar 867 dollar AS pada saat itu, di mana total valuasi sahamnya tak lebih dari 3 miliar dollar AS. Konflik kepemimpinan pun masih berlangsung.

Tahun 1996, Gil Amelio didapuk menjadi CEO Apple menggantikan Michael Spindler. Karena masih dalam krisis, Amelio melakukan PHK besar-besaran dan memotong biaya di beberapa sektor.

Sayangnya, upayanya masih belum menuai hasil dan jabatan CEO pun dicopot hanya dalam kurun sekitar setahun. 90 hari menuju kebangkrutan Bisnis Apple masih terombang-ambing tahun 1997.

Tahun tersebut juga menjadi titik kritis Apple. Dominasi Microsoft dkk di pasar komputer personal menghantam stabilitas bisnis Apple di Sillicon Valley. Akibatnya, sepertiga angkatan kerja Apple harus diberhentikan.

BACA JUGA:  Apple Resmi Luncurkan Jajaran iPhone 15

Semakin kehilangan arah, Apple mulai melakukan beberapa strategi. Salah satunya membeli perusahaan teknologi rintisan Jobs bernama Next yang saat itu bernilai 400 juta dollar AS.

Akuisisi ini dilakukan saat Amelio masih menjabat sebagai CEO. Dari sinilah, Jobs mulai masuk kembali ke perusahaan yang didirikannya, meski saat itu berstatus CEO sementara.

Dalam sebuah wawancara, Jobs mengaku jika Apple hanya memiliki waktu sekitar 90 hari menuju kebangkrutan masa itu. “Saat itu sulit sekali. Lebih buruk dari yang saya pikirkan,” aku Jobs.

Jobs memangkas 70 persen rencana produksi Apple, menggantinya dengan sebuah kampanye “Think Different” atau dalam bahasa Indonesia, berpikir beda. Ia meminta para pegawainya untuk berpikir berbeda, mengintepretasikan kembali bagaimana cara mengembalikan rencana produksi.

“Pertanyaannya bukan: Dapatkah kita mengembalikan Apple (ke masa jaya)? Saya pikir itu singkat akal. Saya rasa yang tepat adalah: Dapatkah kita membuat Apple benar-benar hebat lagi?,” jelas Jobs dalam sebuah rapat.

Video rapat tanggal 23 September tersebut tersebar online. Dalam video itu, Jobs ingin menawarkan kampanye berisikan sebuah kesederhanaan yang ia citrakan dari cara berpakaiannya saat presentasi.

Saat presentasi, Jobs hanya mengenakan jeans pendek dan atasan turtleneck hitam. Ia juga menjelaskan cara produknya beroperasi hinga akhirnya terpajang di gerai. Titik balik Tanggal 15 Agustus 1998, Apple memperkenalkan terobosan komputer all-in-one bernama iMac G3.

iMac menggabungkan teknologi modern dan desain yang unik. Debut “pertama” Jobs di Apple ini menuai hasil positif. Hanya dalam lima bulan setelah dirilis, iMac terjual hampir 800.000 unit.

Inovasi lain mulai dikembangkan, seperti ditelurkannya iPod pada 2001 yang terjual lebih dari 400 juta unit. Hadirnya iPod mengkuhkan posisi Apple yang tak hanya menjadi perusahaan kompter semata.

BACA JUGA:  Resmi Diungkap, Intip Jajaran Fitur Baru di iOS 14

“iPod menjadi langkah awal dan yang terpenting,” ujar mantan teknisi software Apple, Ken Kocienda, sebagaimana dikutip dari New York Times.

Langkah Apple menjadi perusahaan yang tak hanya memproduksi komputer saja dipertegas pada tahun 2007. Dalam acara Macworld Expo 2007, Jobs mengumumkan Apple Computer, Inc berubah nama menjadi Apple Inc.

“iPhone benar-benar menjadi jawaban pasti untuk pertanyaan: Apa yang terjadi setelah komputer pribadi?,” terang Kocienda.

Debut iPhone memecahkan rekor penjualan yang mencapai 270.000 unit hanya dalam waktu 30 jam setelah dirilis. Saat Jobs mengumumkan iPhone pertama kali, nilai Apple naik mencapai angka 73,4 miliar saat itu.

Sepeninggal Jobs pada 5 Oktober 2011, banyak orang meramalkan akhir dari riwayat Apple. Namun ramalan tersebut dijawab dengan nilai kapitalisasi 1 triliun dollar AS pekan ini. Video rapat yang menandai titik balik Apple, bisa disaksikan di bawah ini.

Tags: Apple
Previous Post

Sambut Asian Games 2018, BSN Raih Rekor Muri

Next Post

Honor Luncurkan Honor 10 di Indonesia, Harganya?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dorong Kebijakan Responsif untuk Tata Kelola AI Data Center di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Studi Akamai: Bank Jadi Target Utama Serangan Siber Finansial Global di Asia Pasifik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Acer Kenalkan Jajaran Workstation dan Komputer Desktop Veriton

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto