ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Mobil Listrik: mesin Tesla membuat Ferrari klasik melaju lebih cepat

Teguh Imam Suyudi
20 August 2019 | 19:00
rubrik: Business Solution
Mesin Tesla membuat Ferrari klasik melaju lebih cepat

Sebuah mobil Morris Minor yang sudah dikonversi jadi mobil listrik (Foto: BBC.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap kali sebuah mobil Tesla menabrak pohon, peristiwa itu bagaikan anugerah bagi pecinta mobil listrik.

Di seluruh dunia, industri rumahan sedang berkembang yang mengubah mobil klasik menjadi kendaraan listrik. Perusahaan-perusahaan kecil membeli suku cadang dari mobil tua seperti Nissan dan spare part Tesla dan memasangnya ke Ferrari, Porsche, dan BMW, menjadikannya lebih bersih, lebih mudah dirawat, dan bahkan lebih cepat.

Proses dasarnya hanya sedikit berbeda dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain: keluarkan mesin dan tangki bahan bakar dan ganti dengan baterai dan motor, yang sering hanya menghubungkan motor ke kotak persneling lama.

Mesin Tesla membuat Ferrari klasik melaju lebih cepat
Mobil klasik yang sudah dikonversi jadi mobil listrik (Foto: BBC.com)

Mereka mencoba mengubah sesedikit mungkin sehingga prosesnya dapat dibalik.

Para pembeli tidak pernah meminta mobil mereka untuk dikembalikan ke mesin bensin, kata Richard Morgan, yang memiliki Electric Classic Cars di Newtown, Wales. Bahkan, tidak ada yang memintanya untuk menyimpan mesin bensin mereka, sebuah layanan yang ia tawarkan.

Baca: Grab Bawa Tim R dan D Mobil Listrik ke Indonesia

“Aku berbicara sebagai mantan petrolhead, pecinta mobil sebagai alat transportasi,” katanya. “Dari sudut pandang petrolhead berat, mobil listrik lebih baik dalam segala hal.” Namun dia menambahkan: “Jika Anda mengatakan itu kepada saya lima tahun yang lalu saya akan tertawa.”

‘Lebih cepat, lebih baik’

Morgan, yang menyukai konversi yang lebih eksotis seperti Ferrari 308, mengatakan minatnya dimulai beberapa tahun yang lalu di era balap mobil klasik. Timnya menggunakan sepeda listrik Oset untuk mengangkut berbagai barang dan makanan ringan.

“Aku selalu kagum dengan hal-hal kecil. Seperti, seberapa besar tenaga di motor kecil ini yang ukurannya hanya sebesar kepalan tanganmu.”

Jadi dia memutuskan untuk menerapkan kekuatan itu ke mobil, menjadikannya pekerjaan penuh waktu tiga tahun yang lalu. Dia menggunakan campuran bagian-bagian yang masih baru dan hasil dari spare part bekas yang sudah diperbaiki.

BACA JUGA:  Lesu Tapi Menggoda: Ini Daftar Merek Mobil Baru yang Nekat Masuk Indonesia di 2025
Mesin Tesla membuat Ferrari klasik melaju lebih cepat
Mobil klasik BMW E9 1974 yang sudah dikonversi jadi mobil listrik (Foto: BBC.com)

“Itu bukanlah hal tentang masalah lingkungan, murni dari sudut pandang mobil. Bagaimana saya bisa membuatnya lebih cepat, lebih baik, lebih dapat diandalkan?”

Ferrarinya sekarang dapat berakselerasi dari 0 ke 60mph dalam 3,5 detik dalam kondisi baik, mengurangi separuh waktu yang digerakkan oleh bensin. Pemiliknya tidak perlu khawatir dengan masalah tune-up dan break-down, katanya.

Mobilnya bisa juga melakukannya dalam 2,7 detik, tapi kemampuan ini diturunkan karena bagian mobilnya tidak cukup kuat untuk menanganinya.

‘Kami menyelamatkan mobil’

Paham ‘car-first’, mobil jadi hal yang pertama, dianut oleh pendiri EV West yang berbasis di San Diego Michael Bream, yang dianggap sebagai salah satu orang yang pertama di kegiatan konversi dari mobil bermesin bensin menjadi mobil listrik pada hari-hari ini.

Dia mengatakan, sementara banyak orang ingin menggunakan listrik untuk udara yang lebih bersih, “tugas kami adalah menyelamatkan mobil”.

Mesin Tesla membuat Ferrari klasik melaju lebih cepat
Anjungan charger mobil listrik (Foto: BBC.com)

Pendekatan ini terbukti baik untuk berbagai perusahaan, dan Tesla dan para pesaingnya membuktikan sebagai para dermawan yang bermanfaat melebihi karunia pelataran rongsokan spare part mereka.

Mobil menggunakan baterai sudah ada sejak lama, tetapi Tesla menjadikan mereka menyenangkan, kata Bream. Dan kesenangan jauh lebih persuasif daripada perintah.

“Mobilmu mencemari, mobilmu bau”. Aku tidak tahu apakah orang pernah menjadi orangtua, tapi mengatakan sesuatu seperti itu adalah hal terburuk yang bisa kau lakukan.”

Bantuan Pemerintah

Kesenangan juga dapat mengalahkan ekonomi dasar, tambahnya. “Sepanjang hidupku aku belum pernah bertemu orang yang naik mobil Prius yang mendekatiku dan berkata, ‘kawan, masuklah dan cobalah mobil ini, sangat ekonomis’.”

Sarannya bagi calon pelanggan adalah memilih mobil yang akan tetap menarik bagi pembeli. Sementara mobil baru kehilangan nilai begitu mereka meninggalkan showroom, mobil klasik seperti Porsche lama dan VW Beetle cenderung mempertahankan nilainya, atau bahkan mendapat apresiasi.

BACA JUGA:  Hyundai dan KIA Investasi USD250 Juta ke Grab untuk Kembangkan Mobil Listrik
Mesin Tesla membuat Ferrari klasik melaju lebih cepat
all-in-one converter membuat proses konversi jadi lebih murah dan mudah (Foto: BBC.com)

Untuk Matthew Quitter dari London Electric Cars, proses konversinya dapat diperluas ke mobil-mobil di luar mobil klasik. Dia mengakui bahwa bantuan pemerintah diperlukan untuk bersaing dengan mobil listrik yang dipasarkan secara massal yang lebih murah dan baru, serta margin tipis yang diraih pabrikan besar.

Mahal Untuk Dilakukan

Spare part mobil harus tetap lebih murah daripada mobil bekas, katanya, dan biaya konversi harus turun.

Saat ini belum murah dan dapat mencapai £ 20.000 atau lebih.  Banyak konversi adalah yang pertama dari jenisnya, sehingga menambah biaya.

Tapi semakin banyak yang dilakukan, akan semakin murah. Selain juga untuk menghindari membuang jutaan bodi mobil bensin yang masih berfungsi, itu berarti satu generasi mekanik masih akan mengenali setidaknya sebagian besar tata letak mobil.

Mesin Tesla membuat Ferrari klasik melaju lebih cepat
Motor mobil listrik lebih mudah perawatannya dibandingkan mesin bensin (Foto: BBC.com)

“Kalau tidak, Anda akan mendapatkan momen di mana semua orang mengendarai mobil listrik dan tidak ada yang tahu cara memperbaikinya,” kata Quitter.

Kiatnya: mobil klasik yang kurang modis seperti Triumph Herald, “mobil kecil yang luar biasa. Anda bisa memilihnya untuk mendapat sejumlah kemewahan.”

Daur Ulang Jadi Hal Utama

Penduduk kota seperti dia tidak membutuhkan mobil sepeti Tesla untuk perjalanan mereka, dan menggunakan baterai dari laptop lama yang ditakdirkan untuk dihapus atau didaur ulang dapat membuktikan sebagai cara murah untuk mengubah mobil keluarga.

Brandon Hollinger, yang perusahaannya di Lancaster, Pennsylvania, ampRevolt telah mengonversi mobil termasuk taksi hitam London, berpikir bahwa all-in-one kit dapat memangkas biaya. Baginya itu akan menjadi “yang hal paling utama dalam daur ulang”.

“Bayangkan sebuah rakitan seukuran mesin yang tidak hanya berisi motor, tetapi juga baterai dan elektronik – dan boom, biaya tenaga kerja turun,” katanya.

BACA JUGA:  Riset Teknologi Mobil Listrik, Kemenperin Gandeng Perguruan Tinggi dan Toyota Indonesia

“Aku melihat ini sebagai arah yang menjanjikan. Aku bisa melakukan pembangunan mahal selamanya dan itu menyenangkan tapi aku lebih suka memecahkan masalah dan membuatnya tersedia untuk lebih banyak orang.”

Balapan untuk Masyarakat

Tapi Morgan dan Bream sama-sama mengingatkan bahwa pasar untuk mobil listrik yang lebih murah bisa meningkat, mengurangi harga dan menjadikannya bidang yang sangat kompetitif.

Mesin Tesla membuat Ferrari klasik melaju lebih cepat
Lomba Formula E yang menggunakan mobil listrik lebih diterima masyarakat kota (Foto: BBC.com)

Katherine Legge, salah satu pembalap top Inggris, keberatan ketika ditanya mana yang menjadi favoritnya antara mobil yang menggunakan bensin atau mobil listrik. “Itu sama sekali berbeda. Kurasa kamu tidak bisa membandingkan keduanya. Ada ruang untuk keduanya.”

Tapi mobil balap listrik memang memiliki kelebihan, katanya. “Kamu bisa membawa balapan lebih dekat ke masyarakat. Kamu bisa bercakap-cakap sambil melihat pengemudi favoritmu lewat. Kita bisa balapan di jalan-jalan pusat kota karena tidak ada emisi dan tidak ada polusi suara.”

Sumber : BBC News

 

Tags: Mobil Listrik
Previous Post

Telkomsel Dukung Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital

Next Post

NetApp Berkolaborasi Dengan Equinix dan Alibaba Cloud Hadirkan Solusi Cloud Infrastructur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Arus Peti Kemas Internasional Melalui Pelindo Naik 11 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Dorong Pelaku IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Suguhkan Visual Imersif, Ini Jajaran Monitor Gaming Predator dan Nitro Terbaru Acer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto