Facebook Inc telah menghapus beberapa halaman, grup, dan akun di platformnya yang berasal dari Uni Emirat Arab, Mesir, Nigeria, dan Indonesia, dengan alasan “perilaku tidak autentik yang terkoordinasi”.
Sebanyak 280 akun Facebook, 149 halaman dan 43 grup, dan 121 akun Instagram telah dihapus, platform media sosial tersebut mengatakan pada hari Kamis (3/9).
Facebook, yang juga memiliki Instagram dan WhatsApp, mengatakan akun itu terlibat dalam penyebaran konten pada topik-topik seperti aktivitas UEA di Yaman, kesepakatan nuklir Iran dan kritik terhadap Qatar, Turki dan Iran.
Raksasa media sosial itu baru-baru ini menindak akun-akun semacam itu setelah mendapat kecaman dalam beberapa tahun terakhir karena kelambanannnya mengakui dalam mengembangkan alat untuk memerangi konten ekstremis dan operasi propaganda.
Awal tahun ini, mereka menghapus akun dari Irak, Ukraina, Cina, Rusia, Arab Saudi, Iran, Thailand, Honduras, dan Israel.
Facebook berupaya mencegah penyalahgunaan online dan penyebaran informasi yang salah, termasuk dalam kampanye pemilihan politik.
Sebelumnya diberitakan bahwa Regulator AS telah menyetujui rekor denda sebesar US$ 5 miliar (£ 4 miliar) kepada Facebook untuk menyelesaikan penyelidikan atas pelanggaran privasi data, media-media di AS melaporkan.
Komisi Perdagangan Federal (FTC) telah menyelidiki tuduhan bahwa konsultan politik Cambridge Analytica secara tidak benar memperoleh data hingga 87 juta pengguna Facebook.
Penyelesaian itu disetujui oleh FTC dalam pemungutan suara 3-2,
Sumber: Reuters.com














