ItWorks- Dengan menerapkan aturan pencegahan penularan virus Covid-19, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2019 dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Jember pada Senin, 27 April 2020. Dalam kesempatan itu, juga disampaikan berbagai keberhasilan yang telah dicapai, baik bidang ekonomi, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan yang antara lain berkat adanya dukungan implementasi teknologi infomasi.
Mengawali laporannya, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., sebagaimana dilansir dalam situs web resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan wujud akuntabilitas Pemerintah Kabupaten Jember. Sejumlah keberhasilan kinerja diungkapkan dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Jember tentang nota pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2019. “Selaku kepala daerah, bupati berkewajiban menyampaikan LKPJ anggaran tahun 2019 kepada dewan untuk mempresentasikan kemajuan pemerintah dan kinerja serta pembangunan yang dicapai selama tahun 2019,” ungkapnya.
Gambaran kinerja pembangunan daerah, lanjutnya, adalah implementasi kebijakan pemerintah daerah yang merupakan akumulasi ketepatan perencanaan pembangunan, pengendalian kegiatan, maupun pengawasan kegiatan.
Beberapa kinerja pencapaian pembangunan selama tahun 2019, dari indikator mikro ekonomi, disebutkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada tahun 2019 meningkat lebih tinggi menjadi 5,31%, dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 5,23%.
“Pertumbuhan tersebut antara lain didorong oleh sektor pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, dan sektor konstruksi,” jelas perempuan dengan latar belakang dokter ini.
Dari sisi perkembangan indeks pembangunan manusia (IPM) selama lima tahun menunjukkan tren yang terus meningkat, pada tahun 2019 IPM Kabupaten Jember meningkat sebesar 0,73%. “IPM kabupaten Jember melebihi target RPJMD. Ditinjau dari komponen pembentuknya, indikator pengeluaran perkapita memberikan pengaruh terbesar terhadap capaian IPM Kabupaten Jember,” tegas bupati.
Ditambahkan, tingkat pengangguran dan kemiskinan menurun. Jumlah pengangguran berkurang sejak tahun 2017 sampai tahun 2019. Pada tahun 2019, tingkat pengangguran sebesar 48.268 orang, berkurang 3.901 orang. Penurunan tingkat pengangguran dan penduduk miskin ini, antara lain karena adanya perluasan lapangan kerja. “Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Jember mengalami penurunan, baik dari segi jumlah penduduk maupun presentase kemiskinan itu sendiri,” ujarnya.
Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Salah satu yang membanggakan adalah keberhasilan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi tahun 2019. Upaya penurunan ini dilakukan melalui program revitalisasi puskesmas, pustu, dan polindes untuk menunjang fasilitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di daerah inklusi.
“Keberhasilan kinerja dan persoalan yang ditemui dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah merupakan tambahan penilaian kinerja, yang akan menjadi bahan evaluasi guna meningkatkan kinerja Pemerintah Kabupaten Jember pada tahun berikutnya,” ujarnya.
Dalam kaitan ini, terdapat beberapa apikasi di Smart City Kabupaten Jember, yang di antaranya untuk Smart Living melalui aplikasi Jember Safety Center (JSC) – FAI (Fokus Anak Ibu). Jember Safety Center (JSC) merupakan sistem penanganan, reservasi dan pertolongan pertama dalam menangani kejadian kegawat-daruratan. Sedangkan aplikasi FAI adalah sistem yang berfungsi untuk memberikan monitoring kesehatan ibu hamil dan bayi berbasis android.
Aplikasi FAI mengintegrasikan sumber daya kesehatan pada level terendah, mulai dari bidan wilayah, hingga dokter speasialis dan dapat memberikan informasi yang termonitor oleh pihak pemangku wilayah yang bisa diakses melalui handphone. Untuk kecepatan pelayanan, juga disiapkan kendaraan ambulans gratis, satu unit di setiap desa.
Karena semua terintegrasi dengan seluruh prosedur penanganan gawat darurat, termasuk tenaga medis dan kendaraan ambulans, sehingga jika ada indikasi ibu hamil berisiko, mereka bisa langsung melaporkan secara cepat melalui apikasi ini. Dengan adanya informasi yang cepat, petugas yang terhubung dengan aplikasi in juga bisa cepat diambil tindakan. Sejak diaplikasikan JSC-FAI, dampaknya juga langsung terlihat, di mana angka kematian ibu dan bayi mulai ada penurunan signifikan. (AC)














