ItWorks- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Huawei kembali menggelar serangkaian pelatihan secara online tentang keamanan siber untuk para pegawai BSSN. Kegiatan ini sudah dimulai 15 Juni 2020 akan berlanjut pada tanggal 22 dan 29 Juni 2020.
Sebelumnya, pelatihan serupa juga pernah dilaksanakan pada tanggal 22 April 2020 yang lalu. Pelatihan hari ini dibuka oleh Deputi Bidang Proteksi BSSN, Akhmad Toha dan diikuti oleh 134 pegawai BSSN. Goh Wey Ping dari Huawei Malaysia Global Training Center bertindak sebagai instruktur pelatihan dengan materi Security Information and Security Overview.
Mengawali sambutannya, Akhmad Toha menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Huawei atas dukungannya dalam pelaksanaan pelatihan yang merupakan tindak lanjut dari salah satu kesepakatan dalam kerja sama yang sudah terjalin antara BSSN dan Huawei, khususnya dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang keamanan siber.
“Serangkaian pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM para pegawai BSSN. Tentu hal ini sejalan dengan salah satu misi BSSN dalam menyediakan dan mengoptimalkan sumber daya keamanan siber dan sandi melalui proses pembelajaran dan peningkatan kualitas yang berkelanjutan,” tutur Akhmad Toha dilansir Bagian Komunikasi Publik, Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat – BSSN dalam portal web resmi BSSN, baru-baru ini.
Menurutnya pelatihan yang membahas mengenai keamanan informasi dan situasi terkini ancaman keamanan siber ini diharapkan dapat terus ditingkatkan dengan program yang makin beragam. “Semoga kedepannya dapat lebih ditingkatkan dalam program yang semakin beragam dan sesuai dengan nota kesepahaman yang telah disepakati.” ujar Akhmad Toha menutup sambutan dari ruang kerjanya di BSSN, Sawangan Depok.
Senada dengan Akhmad Toha Vice President of Delivery and Service Huawei Indonesia, Yang Donghai juga menyambut positif kolaborasi yang sudah terjalin antara Huawei dengan BSSN.
“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami dalam meningkatkan kapasitas dalam membangun kesadaran bersama dalam membangun keamanan siber yang kokoh serta bentuk upaya pencegahan bagi seluruh sektor dan elemen di tengah makin terkoneksinya kehidupan saat ini,” ungkap Yang Donghai. (AC)














