Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate berharap dengan adanya kolaborasi bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh operator seluler, serta mitra terkait dapat menghasilkan kerja sama dan sinergitas untuk koordinatif dan sinergitas untuk menyediakan wilayah yang koordinatnya sudah ditentukan dan dipilih untuk pembangunan infrastruktur telekomunikasi.
“Sebagai contoh, pada saat Kominfo harus membangun Base Tranceiver Station (BTS), walaupun ketersediaan sinyalnya ada di udara tetapi harus dibagun dengan membutuhkan tanah. Sehingga pada saat nanti deployment pembangunan ICT infrastructure di wilayah 3T termasuk wilayah perbatasan, jangan ada masalah dengan tanah agar coverage sinyalnya bisa menjangkau wilayah administratif dan pemukiman masyarakat jangan sampai tidak tersedia,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Nasional Forum Tematik Badan Kordinasi Kehumasan Pemerintah di Jakarta, Kamis (17/09/2020).
Menteri Kominfo menyatakan saat ini sudah dibangun jaringan backbone serat optik nasional sepanjang 348.442 kilometer yang terbentang di daratan dan lautan Nusantara.
“12.548 kilometer diantaranya merupakan jaringan Palapa Ring yang dibangun oleh BLU BAKTI Kementerian Kominfo dan 336.294 kilometer dibangun oleh operator telekomunikasi di Indonesia,” jelasnya.
Mengenai jaringan middle-mile, menurut Menteri Johnny menyatakan pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur melalui pembangunan jaringan fiber-link, microwave-link, dan satelit.
“Ada 9 satelit yang terdiri dari 5 satelit nasional dan 4 satelit asing untuk mendukung kebutuhan kita. Kita masih membutuhkan sangat banyak kapasitas satelit. 9 satelit yang ada hanya setara dengan 50 Gbps dan mudah-mudahan melalui kerja keras kita bersama tahun 2023 akhir, kita bisa menempatkan satu satelit multifungsi terbesar di Asia. 150 Gb di orbit nanti yang akan melayani 150.000 dari seluruhnya 500.000 titik layanan publik di seluruh Indonesia yang belum terlayani akses internet,” paparnya.
Adapun di jaringan last-mile, Menteri Kominfo menyatakan saat ini Indonesia memiliki 479.125 BTS yang dibangun Kementerian Kominfo bersama operator seluler untuk mendukung jaringan mobile broadband.
“Di samping itu, bersama dengan operator telekomunikasi, kami juga terus mendorong pemerataan jaringan fixed broadband. Hal ini juga termasuk optimalisasi penggunaan satelit untuk penuntasan infrastruktur last-mile,” jelasnya.
Hingga saat ini dari 83.218 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, Pemerintah dan operator seluler telah membangun 70.600 desa dan kelurahan yang sudah tersedia sinyal 4G dan masih belum tersedia sinyal 4G di 12.548 desa dan kelurahan.
“Atas arahan Presiden Jokowi, Kementerian Kominfo dan operator seluler ditugaskan untuk menyelesaikan ini selambat-lambatnya Tahun 2022 akhir, seluruh kelurahan dan desa di Indonesia harus mampu terlayani dengan sinyal 4G. Namun demikian, deployment membutuhkan ekstra effort yang luar biasa baik dari segi teknis maupun komitmen pembiayaannya,” jelas Menteri Johnny.
Baca: Tingkatkan Kolaborasi Guna Wujudkan Kedaulatan Data Wilayah Perbatasan Indonesia














