ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Studi Ungkap Pentingnya Keamanan Pribadi di Internet Beserta Cara Menjaganya

Fauzi
3 February 2021 | 17:00
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Perusahaan penyedia solusi keamanan cyber, McAfee Corp, hari ini mengumumkan laporan terbaru bertajuk 2021 Consumer Security Mindset Report.

Laporan ini mengungkap bahwa walau pola hidup digital masyarakat Indonesia terbentuk karena pandemi, mereka akan tetap melakukan sebagian besar aktivitas secara online, seperti aktivitas sosial (80%), pengantaran makanan secara online (53%), perbankan online (52%) dan berbelanja online (51%). Seiring dengan meningkatnya aktivitas online, netizen Indonesia juga makin rentan terhadap serangan kejahatan siber. Secara khusus, 8 dari 10 (80%) orang Indonesia mengatakan bahwa mereka khawatir dengan adanya risiko serangan siber, dan 2 dari 5 (40%) responden merasa bahwa mereka tidak mampu mencegah serangan siber.

Hampir seluruh penduduk Indonesia (96%) ingin adanya lebih banyak inovasi dan akses ke produk atau layanan online, dan dengan semakin banyaknya konsumen yang beralih ke dunia digital, penjahat siber pun tertarik untuk memanfaatkan momen ini. Makin banyak waktu yang dihabiskan netizen Indonesia untuk berinteraksi secara online melalui berbagai aplikasi dan layanan, semakin besar pula risiko serangan siber (contoh: serangan siber pihak ketiga) dan ancaman (contoh: usaha phishing atau penipuan). McAfee menemukan bahwa 81% responden Indonesia paling khawatir terhadap pencurian data keuangan pribadi. Sejumlah 80% responden juga khawatir bahwa informasi pribadi mereka, seperti tanggal lahir atau alamat, dapat diretas, dan khawatir bahwa perangkat mereka akan disusupi dengan ransomware atau spyware.

“Langkah pertama untuk menjaga diri dari serangan siber adalah mengetahui cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga keamanan online dan kesehatan digital kita,” ujar Terry Hicks, ECP McAfee’s Consumer Business.

“Mencegah selalu lebih baik dari mengobati. Semua orang dapat melakukan kebiasaan online yang aman, mulai dari aplikasi yang diunduh, situs yang dikunjungi, sampai dengan email yang dibuka. Mengubah pola pikir dan perilaku adalah hal yang sangat penting dalam melindungi privasi dan identitas diri kita.”

BACA JUGA:  Pebisnis di Indonesia Harus Waspadai Ancaman Keamanan Dimulai Dari Rumah

Pola Pikir Digital Konsumen Dipengaruhi oleh Kebiasaan Berbelanja
Kebiasaan berbelanja konsumen menunjukkan bagaimana mereka menjalani kehidupan digitalnya, dengan lebih dari dua pertiga (69%) responden mengatakan bahwa mereka telah membeli setidaknya satu perangkat terhubung di tahun 2020, sedangkan seperlima (14%) responden telah membeli tiga perangkat. Meskipun lebih dari 91% responden mengkhawatirkan keamanan saat online, hanya 57% responden yang mengambil tindakan pencegahan dengan membeli perangkat lunak keamanan, sementara hampir 1 dari 2 (44%) responden tidak pernah memeriksa tanggal kadaluarsa perangkat lunak keamanan mereka, sehingga membuka celah bagi ancaman serangan siber. Terlebih lagi, orang-orang berusia 55-74 tahun merasa bahwa mereka tidak punya kemampuan untuk mencegah serangan dunia maya jika dibandingkan dengan kelompok usia muda yang berusia 18-24 tahun. Yang mengkhawatirkan, kelompok usia tersebut juga paling kecil kemungkinannya membeli solusi keamanan, di mana hanya 40% responden melakukannya tahun lalu, berbeda dengan 65% dari kelompok usia 18-34 tahun.

Konsumen juga sudah merasa nyaman berbagi informasi di ranah online walaupun risikonya tinggi, terlebih dengan banyaknya layanan yang meminta data dan kontak pribadi. Laporan McAfee menemukan bahwa 92% responden sudah mulai menggunakan fitur online yang dirancang untuk kemudahan atau kenyamanan sejak tahun 2020, contohnya mengunduh aplikasi web atau seluler dibandingkan menggunakan situs desktop (62%), menggunakan fitur pemberitahuan atau notification melalui email atau SMS (55%), dan juga memilih untuk tetap masuk atau menggunakan fitur pengingat kredensial pengguna (44%). Sejumlah 70% responden juga mengatakan bahwa mereka menggunakan 2 atau lebih perangkat terhubung untuk beraktivitas online, yang semakin meningkatkan risiko serangan siber apabila perangkat tersebut tidak dilindungi.

Selain lalai keamanan siber, netizen Indonesia juga mengaku tidak tahu apa tujuan peretas mengambil data mereka. Sekitar 1 dari 3 responden (35%) mengaku bahwa mereka tidak pernah tahu bahwa data mereka yang disimpan secara online bernilai tinggi. Hal ini lebih sering ditemui pada responden berumur 55-74 tahun, di mana sekitar 59% dari kelompok tersebut tidak tahu nilai dari data mereka, dibandingkan dengan 25% responden lain yang berumur 18-34 tahun.

BACA JUGA:  Waspadai Phantom Hacker Scam: Modus Penipuan Dengan Teknik Rekayasa Sosial

Peretas atau hackers selalu mencari cara untuk memanfaatkan orang lain demi mendapatkan keuntungan, dan data identitas seseorang sangat berharga karena dapat dijual dengan harga yang tinggi. Hampir semua masyarakat Indonesia (96%) mengatakan bahwa mereka akan lebih proaktif untuk melindungi data pribadi mereka, jika tahu bahwa data tersebut dapat diperdagangkan.

Beberapa cara untuk menjaga keamanan pribadi di Internet:

  • Gunakan autentikasi multi-faktor (multi-factor authentication) untuk memeriksa kembali keaslian pengguna digital dan menambahkan lapisan keamanan untuk melindungi data dan informasi pribadi
  • Terhubung ke akses internet dengan hati-hati. Jika Anda harus melakukan transaksi dengan WiFi umum, gunakan Virtual Private Network (VPN) seperti McAfee®️ Safe Connect untuk membantu Anda tetap aman saat online
  • Jelajahi internet dengan keamanan tambahan gunakan alat bantu seperti McAfee WebAdvisor untuk memblokir malware dan situs phishing yang berbahaya
  • Lindungi identitas pribadi Anda dan informasi pribadi lainnya dengan menggunakan McAfee Identity Theft Protection yang juga membantu Anda memulihkan informasi jika identitas Anda diretas

Laporan McAfee’s 2021 Consumer Security Mindset Report dilakukan McAfee bekerjasama dengan MSI-ACI. Dalam metodologinya, kedua perusahaan mengadakan kuisioner online yang melibatkan 1.005 orang dewasa berusia di atas 18 tahun, dari 11 Desember hingga 23 Desember 2020 di Indonesia. (Fauzi)

Image credit: Shutterstock

Tags: McAfee
Previous Post

Ini Manfaat Sertifikat Elektronik, Salah Satunya Meningkatkan Kemudahan Berusaha di Indonesia

Next Post

Rampung, Peta Jalan Indonesia Digital Fokus untuk 4 Sektor Strategis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KI Pusat Tegaskan Revisi UU KI Publik Mendesak Di Tengah Derasnya Digitalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringhati Hari Kartini, KI Pusat Kupas Kiprah Perempuan Tangguh di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sederhanakan Operasional-Percepat Adopsi AI yang Aman, F5 Perkuat Application Delivery and Security Platform

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto