Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, Dedy Permadi, melalui siaran pers, 07/02/2021, menjelaskan sektor teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif hingga dua digit pada 2020 lalu meski di tengah pandemi virus corona.
Mengutip Badan Pusat Statistik (BPS), Dedy memaparkan, sektor TIK nasional tumbuh 10,58 persen secara c-to-c pada 2020 lalu, dibandingkan pertumbuhan pada 2019 sebesar 9,42 persen. Terminologi c-to-c mengacu pada Produk Domestik Bruto atas harga dasar konstan kumulatif sampai suatu triwulan dibandingkan periode kumulatif yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Kominfo pertumbuhan menggembirakan di sektor TIK ini berkaitan erat dengan peran teknologi sebagai enabler untuk mendorong aktivitas di tengah pandemi COVID-19.
“Sektor informasi dan komunikasi muncul sebagai salah satu sektor yang menjadi tulang punggung (backbone) dalam upaya bangsa untuk terus bertahan menghadapi tantangan pandemi COVID-19 sepanjang tahun 2020,” ujar Dedy.
“Hal ini dapat dilihat dari peran signifikan internet dalam memfasilitasi masyarakat agar tetap dapat terkoneksi dalam melakukan aktivitas interaktif secara daring,” tambahnya.
Sektor TIK memberikan kontribusi positif tertinggi, yaitu 0,57 persen poin bagi total minus 2,07 persen pertumbuhan kumulatif PDF Indonesia tahun 2020.
Sektor ini juga mengalami pertumbuhan positif secara year-on-year (y-o-y) sepanjang 2020, yaitu 9,82 persen pada kuartal I, 10,72 persen kuartal II, 10,72 persen kuartal III dan 10,91 persen untuk kuartal IV.
Istilah year-on-year mengacu pada PDB atas dasar harga konstan pada suatu triwulan dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya.
Dedy menegaskan pertumbuhan itu menyematkan pesan penting bagi kita semua bahwa produktivitas bangsa dapat terus diraih dalam semangat optimisme dan kekuatan gotong royong.
Sektor lain yang mengalami pertumbuhan positif pada 2020 adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial, serta sektor jasa keuangan dan asuransi.














