Pada tahun 2016, perangkat yang paling digemari oleh gamer di Tanah Air untuk memainkan gim masih didominasi oleh komputer, baik desktop maupun laptop, namun tren tersebut semakin berubah pada saat ini.
“Tren gamer di Indonesia yang menggunakan komputer sebagai perangkat permainannya mengalami penurunan, dari 39,2% tahun 2017 menjadi 35,4% pada 2018. Sedangkan gamer yang menggunakan smartphone sebagai perangkatnya terus naik, dari 29,9% tahun 2017 menjadi 33,5% di 2018,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier dalam Webinar Bangga Game Buatan Indonesia, dari Jakarta, 03/08/2021.
Menurutnya, angka tren untuk penggunaan smartphone tersebut diproyeksi akan terus meningkat. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Hootsuite (We Are Social) pada tahun 2019, sebanyak 85% dari pengguna smartphone memainkan game pada perangkat mereka.
“Saat ini di Indonesia sendiri, pangsa pasar smartphone berbasis Android masih mendominasi apabila dibandingkan dengan smartphone yang berbasis IoS.”
“Adapun merk smartphone yang selama tiga tahun terakhir ini menjadi penguasa pasar Indonesia adalah Oppo, Vivo, Samsung dan Xiaomi,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Newzoo pada tahun 2016-2019, revenue industri gim di Indonesia pada tahun 2019, sebesar USD1,084 miliar dari industri gim dan eSports.
Dengan capaian tersebut, saat ini Indonesia merupakan pasar industri gim terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ke -17 dunia. Tercatat pula terdapat 52 juta penduduk Indonesia yang merupakan gamer.
Baca: Sudah Terbit Nih, Buku Peta Ekosistem Industri Game Indonesia 2020 Bisa Diakses Gratis














