Jakarta, ItWorks – Pemerintah terus berupaya mendorong percepatan transformasi digital dalam tiga elemen esensial yaitu di system Pemerintahan (E-Government), Ekonomi (ekonomi digtal), dan Masyarakat melalui sebuah framework Indonesia Digital Nation.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc di Acara Talkshow Virtual bertajuk “Lanskap dan Peran Startup di Masa Pandemi dan Percepatan Pemulihan Ekonomi” yang merupakan rangkaian acara “Milestone Day Startup Studio Indonesia Batch 2” yang diinisiasi Kementerian Kominfo.
Dalam kaitan ini lanjutnya, Kominfo tengah berfokus pada perluasan jaringan infrastruktur broadband dan pemanfaatan teknologi digital mencakup penyelesaian pembangunan BTS untuk koneksi 4G di seluruh Indonesia, dan persiapan implementasi 5G. Sementara Infrastruktur Aplikasi menyasar pada fasilitasi dan akselerasi pada sektor – sektor prioritas nasional dengan pengembangan solusi digital berbasis aplikasi.” ujarnya di lansir dalam siaran pers (06/08/2021), di Jakarta.
Disebutkan, berdasarkan Laporan Google, Temasek dan Bain yang bertajuk e-Conomy SEA 2020 menyebutkan nilai ekonomi digital di Indonesia tumbuh 11 persen dibandingkan tahun 2019. Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) juga memperkirakan sekitar 37% dari konsumen digital Indonesia tahun 2020 merupakan konsumen baru yang beralih ke layanan digital akibat pandemi Covid-19.
Sementara itu Co-founder & CTO of HappyFresh, Fajar A. Budiprasetyo saat talkshow mengatakan, kondisi pandemi telah mengubah perilaku konsumsi masyarakat. Ia mengutip studi Nielsen yang menyebutkan bahwa 49 persen konsumen menjadi lebih sering memasak di rumah akibat imbauan untuk tetap berada di rumah. Terlihat dari meningkatnya permintaan kebutuhan belanja rumah tangga seperti kebutuhan dapur dan kebutuhan harian lainnya di platform HappyFresh.
“Kami juga melihat tren pertumbuhan konsumen baru yang membuka akun di platform kami. Peralihan kanal belanja konsumen yang semakin nyaman dengan e-groceries ini merupakan sinyal positif yang harus terus dieksplor dan dijaga momentumnya oleh para pelaku startup e-groceries. Caranya yaitu dengan menghadirkan lebih banyak solusi yang dibutuhkan konsumen dan memberikan groceries shopping experience terbaik. Juga dengan memastikan jaminan stok dan kualitas produk yang kita suplai; serta kecepatan pengiriman. Ketiga hal tersebut juga menjadi faktor terpenting untuk menjaga retensi pelanggan”, ungkap Fajar A. Budiprasetyo.
Hal senada disampaikan Co-Founder Moka & Head of Selly, GoTo Financial, Grady Laksmono. DIkatakan, kondisi pandemi ini telah mengakselerasi sektor UMKM untuk bertransformasi digital. Untuk membantu transformasi digital ini, startup katanya, perlu untuk memahami karakteristik dan permasalahan tiap UMKM. Tujuannya agar dapat menyediakan solusi digital yang tepat dan mendukung kebutuhan bisnis mereka.
“Salah satunya adalah bagaimana memaksimalkan platform digital yang tersedia terutama di kanal offline-to-online. Berangkat dari permasalahan ini, Moka memfasilitasi para mitra UMKM kami melalui kerjasama dengan Gojek untuk memperluas kanal jualan onlinenya melalui fitur GoStore. Tidak hanya itu kami juga membantu UMKM untuk dapat berjualan di media sosial dan WhatsApp melalui platform Selly.
Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Semuel menambahkan, berdasarkan diskusi pada talkshow ini, dapat disimpulkan bahwa startup yang dapat berkembang adalah startup yang dapat menjawab permasalahan yang ada di masyarakat melalui inovasi produk dan layanannya.
“Program inkubasi Startup Studio Indonesia bertujuan untuk melahirkan lebih banyak early-stage startup yang kuat dalam sisi produk. Hari ini merupakan akhir dari program inkubasi Batch 2, namun tentunya dukungan Kominfo akan terus berlanjut bagi para alumni. Dan kami telah membuka pendaftaran Batch 3 sejak 15 Juli hingga 15 Agustus 2021. Kami mengundang early-stage startup di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam Startup Studio Indonesia untuk bersama-sama membangun ekosistem startup nasional yang berdaya saing,” pungkasnya Semuel. (AC)














