ItWorks- Dalam angka memberikan pelayanan prima bagi para pengguna jasa, Bea Cukai Tasikmalaya –Jawa Barat kembali melakukan penyempurnaan aplikasi SIGAP yang merupakan akronim dari Aplikasi Gabungan Pelayanan. Untuk optimalisasi aplikasi ini, sosialisasi kepada pengguna jasa juga terus ditingkatkan.
Kepala Kantor Bea Cukai Tasikmalaya, Indriya Karyadi mengungkapkan bahwa aplikasi SIGAP diciptakan dengan tujuan memberikan kemudahan kepada para pengguna jasa. Sejak diluncurkan pertama pada Juli 2020 lalu, aplikasi ini terus dikembangkan berdasarkan masukan yang disampaikan oleh pengguna jasa.
“Saat pertama kemunculan teknologi misalnya handphone semua orang merasa sulit karena belum terbiasa menggunakannya, tetapi kini handphone telah menjadi alat yang sangat membantu kita. Aplikasi SIGAP juga sama, pada saat awal mungkin terasa menyulitkan, tetapi justri ini akan memudahkan yangn akan membantu perusahaan meningkatkan sistem kerja, melakukan pencatatan dan pembukuan yang lebih akuntabel,” ungkap Indriya dalam asistensi dan bimbingan teknis pengisian SIGAP dengan mengundang 10 perusahaan untuk menjadi pilot project pengisian CSCK pada aplikasi SIGAP yang dilakukan belum lama ini.
Melalui aplikasi SIGAP, selalin untuk memberikan kemudahan kepada pengguna jasa, juga menjadi solusi layanan di engah pandemi atas kendala jarak yang dihadapi ketika menuju Kantor Bea Cukai Tasikmalaya. “Aplikasi ini diharapkan dapat mengurangi intensitas pengguna jasa ke kantor untuk tatap muka langsung dan mempermudah para pengguna jasa dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan pelayanan pada Bea Cukai Tasikmalaya,” katanya yang dilansir kepada pers.
Aplikasi ini sekaligus juga untuk mendukung operasional cukai dalam menjalankan tugas dan fungsi. Di antaranya memfasilitasi perdagangan dan industri dan fungsi perlindungan masyarakat dan perbatasan dari perdagangan illegal dan barang illegal. (AC)














