ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Perluas Peluang Anda dengan Otomatisasi

Fauzi
17 September 2021 | 10:00
rubrik: Expert
Perluas Peluang Anda dengan Otomatisasi
Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan organisasi untuk mentransformasi operasional mereka adalah juga salah satu dari hal yang sering kali enggan dilakukan: yaitu benar-benar merangkul otomatisasi. Kebanyakan organisasi memiliki beberapa otomatisasi dalam lingkungan mereka, namun untuk benar-benar efektif, inilah saatnya untuk mengotomatisasi semua hal.

Tantangan pertama otomatisasi: Kepercayaan
Tantangan besar pertama dari otomatisasi adalah kepercayaan. Bukan dalam hal “apakah saya percaya rekan kerja saya,” tapi mempercayai apa yang kita lakukan dengan otomatisasi.

Sampai Anda memulai proses otomatisasi, akan ada orang-orang yang meragukan hal ini. Bagaimana kita mengetahui apa yang sedang dijalankan, siapa yang menjalankannya, dan dimana hal tersebut dijalankan?

Yang terpenting, apa yang akan terjadi jika ada sesuatu yang salah? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sahih, tapi perhatikan bahwa kita tidak mempertanyakan hal yang sama untuk proses yang sedang dijalankan secara manual dan juga rentan mengalami gangguan setiap kali proses tersebut dijalankan.

Otomatisasi memungkinkan kita untuk memperbaiki dan meningkatkan cara menyelesaikan tugas, tugas satu kali memberikan peluang baru kesalahan setiap kali dilakukan. Tapi karena kita “selalu” melakukannya, orang merasa lebih nyaman.

Jadi tantangan terbesar bukan pada hal teknis – walaupun otomatisasi sifatnya sangat teknis. Tantangannya ada di orang-orangnya. Menumbuhkan kepercayaan pada hal yang Anda lakukan dan mulailah sehingga Anda bisa memenuhi target Anda.

Kualitas di mana saja, otomatisasi di mana saja
Kita seringkali terbiasa dengan pemikiran bahwa kita bisa melakukan pengujian dan validasi untuk pengembangan dan rilis software. Perusahaan sudah mengerahkan banyak sumber daya untuk praktik gabungan integrasi berkelanjutan (continuous integration/CI) dan penggelaran berkelanjutan (continuous deployment/CD), serta pengujian untuk memutuskan kesiapan untuk diluncurkan. Kini kita bisa memperluas hal tersebut ke lingkungan IT yang lebih besar.

BACA JUGA:  Empat Cara Membuat Belajar Hybrid Sukses di Tahun 2022

Industri lain sudah menjalani transformasi seperti ini dengan cara lain. Mobil, perangkat, dan manufaktur jenis apapun sudah melewati proses cermat standarisasi dan otomatisasi.

Dalam 10-15 tahun terakhir, transisi IT tersebut menjadi semakin penting, karena komputasi menjadi semakin penting. Karena semua yang kita lakukan semakin terhubung maka kita harus mengubah ekspektasi kita terhadap bagaimana suatu hal dilakukan.

Dan segera setelah satu area atau satu kelompok meningkatkan satu proses, grup berikutnya ingin langkah selanjutnya menjadi lebih baik juga. Ini kembali ke paralel yang sama dalam otomatisasi software. Ini tentang cara bisa tetap mendapatkan efisiensi, mendapatkan lebih banyak keuntungan atau benefit dari yang kita lakukan.

Otomatisasi dari hybrid cloud ke edge
Perusahaan juga mencari cloud hybrid untuk mengubah TI mereka, tapi Anda tidak bisa benar-benar berbicara mengenai cloud tanpa otomatisasi. Dua hal ini sangat berkaitan satu sama lain.

Beberapa orang mungkin secara sinis mengatakan bahwa cloud hanyalah pusat data terkelola saat Anda memanfaatkan hardware dan pengadaan dari luar. Tapi mereka mengabaikan atau mengesampingkan nilai komputasi cloud, yaitu kemampuan untuk bekerja dengan platform umum dan sepenuhnya memanfaatkan Infrastructure as Code (IaC). Kemampuan untuk mengotomatisasi semua hal yang selama ini dilakukan di tempat sendiri secara manual, atau memberkaskan tiket dengan layanan terkelola untuk melakukan hal tersebut.

Tanpa otomatisasi, Anda kehilangan keunggulan cloud computing pada skala nyata apapun. Dan saat kita melihat masa depan komputasi dan pentingnya komputasi edge, otomatisasi bahkan jadi lebih penting.

Saat kita masih memilah apa arti “komputasi edge” – jika Anda tanyakan kepada 10 orang apa hal itu sekarang, maka Anda akan mendapatkan 11 jawaban – memiliki kemampuan untuk mengelola edge dan perangkat Internet of Things (IoT) yang jumlahnya ratusan atau ribuan (lebih) tidak hanya mensyaratkan otomatisasi, tapi membutuhkannya. Kita tidak bisa memanfaatkan semua fungsi yang diberikan cloud dan komputasi edge tanpa mengadopsi dan merangkul kemampuan baru untuk mengelola mereka.

BACA JUGA:  Seagate Luncurkan Hard Drive Berkapasitas Hingga 36TB

Untuk memanfaatkan secara penuh semua kemampuan ini, kita membutuhkan konsistensi dalam platform operasional, inilah alasan kenapa kita mulai melihat teknologi seperti Kubernetes meluas ke edge. Namun kita masih harus mengotomatisasi hingga akhir untuk hal spesifik dari yang kita lakukan.

Baik Cloud atau Edge, konsistensi adalah kuncinya. Kita harus memberikan konsistensi platform melalui alat dan kemampuan di semua lokasi sehingga mereka yang menggelar aplikasi menggunakan perangkat tersebut dan mesin terhubung di tempat tersebut dapat memenuhi kebutuhan mereka, dan tidak tergantung pada upaya untuk memahaminya, juga cara menggelar, cara mengelola dan cara mengkonfigurasinya.

Kita sudah mengotomatisasi semua hal, sekarang apa?
Seperti apa masa depan terotomatisasi? Siapa yang terlibat dan keuntungan apa yang akan kita saksikan?

Kesalahan umum saat organisasi memulai upaya otomatisasi mereka adalah berpikir bahwa otomatisasi hanya menguntungkan orang-orang yang melakukan hal tersebut. Meskipun hal ini benar, otomatisasi menjadi bener-benar kuat saat Anda menawarkan otomatisasi Anda ke tim lain.

Pikirkan alasan kenapa cloud sudah berhasil dalam hal yang mereka tawarkan. Tawarkan layanan tersebut, tawarkan dengan baik. Jadikan kegiatan mengkonsumsi sebagai, atau lebih penting, dari kegiatan menyediakan.

Untuk benar-benar memperluas otomatisasi, untuk memberdayakan dan mengotomatisasi organisasi, Anda harus memberikan dukungan bagi orang untuk mengotomatisasi, menyediakan kebutuhan mereka, dimana mereka membutuhkannya, tanpa hambatan yang tidak perlu. Saat Anda mulai gerakan tersebut dari individu, keluar ke tim, dan kemudian ke organisasi yang lebih luas, merekalah yang harus dilibatkan.

Dengan demikan, jawaban mudah pertanyaan “siapa yang harus dilibatkan?” adalah “semua orang yang ingin atau harus dilibatkan.”

Inilah saatnya Anda mulai melihat keuntungan lebih besar, mengotomatisasi lebih banyak dari ujung ke ujung, lebih banyak hubungan antar kelompok yang sebelumnya terdiskoneksi.

BACA JUGA:  Bagaimana orang-orang Rusia bisa masuk ke email Partai Demokrat AS

Langkah-langkah tersebut saat ini menjadi tantangan karena lebih hemat biaya atau dibenarkan. Dan ternyata, keuntungan melakukan hal tersebut lebih nyata karena langkah-langkah di seputarnya juga dilakukan. Hasilnya mungkin lebih bisa dilihat.

Apakah Anda ingin meningkatkan efisiensi waktu penyediaan. Bereaksi atau merespon situasi yang tidak hanya “menyalakan lampu” atau latihan saat ada kebakaran. Bisa bereaksi atau merespon kebutuhan bisnis, menyediakan kemampuan dengan lebih cepat. Atau hanya ingin mengurangi risiko dan mengurangi kesalahan yang bisa merugikan finansial yang mungkin terjadi karena orang terkadang membuat kesalahan.

Otomatisasi menjadi hal yang memungkinkan hal tersebut dan bagian dari apa yang diharapkan, alih-alih hal yang bagus untuk dimiliki. Anda bisa proaktif dengan otomatisasi Anda dan apa yang Anda otomatisasi, daripada hanya reaktif terhadap kurangnya otomatisasi.

Masa depan yang terotomatisasi adalah mengotomatisasikan “semua hal” yang dapat, yang seharusnya bisa, atau yang harus diotomatisasi sehingga orang bisa melakukan hal yang lebih bernilai yang dibutuhkan bisnis untuk sukses.

Penulis: Richard Henshall, Senior Manager, Ansible Product Management

Tags: Ansible Product Managementcloud
Previous Post

Lenovo Hadirkan IdeaPad Slim 5 Pro, Laptop Ringan & Tipis

Next Post

Wah Hebat, Indonesia akan Punya 165 Juta Konsumen Digital di 2021

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Garmin Instinct 3 Hadir dengan Pilihan Warna Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anker Prime Thunderbolt 5 Cable 240W, Solusi Transfer Data Super Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar Red Hat Tech Day: Jakarta 2026, Red Hat Tempatkan Realitas AI Melampaui Hype

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto