Hari Internet Aman (Safer Internet Day) yang jatuh pada bulan Februari perlu diimbangi dengan literasi digital agar masyarakat dapat berselancar di dunia maya dengan aman. Hal ini didorong dengan meningkatnya pengguna internet (digital native).
“Kita tidak memungkiri bahwa internet telah menghadirkan peluang dan solusi terutama di tengah pembatasan edukasi dan pembelajaran karena pandemi,” ujar Koordinator Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Rizki Ameliah dalam seminar secara daring, 20/02/2022.
“Internet memungkinkan informasi yang luas dan gratis, namun juga seperti pisau bermata dua, ruang digital juga ada dampak negatif seperti adanya cyberbullying, cybercrime, hingga eksploitasi seksual online. Sehingga, proporsi internet yang meningkat ini juga perlu diimbangi dengan literasi dan talenta digital,” terangnya.
Untuk itu, Siberkreasi Kemenkominfo memberikan pelatihan digital untuk masyarakat melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi Kementerian Kominfo (GNLD Siberkreasi), yang menjangkau setidaknya 12,5 juta peserta kecakapan digital tingkat dasar.
Baca: Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 Meningkat
Rizki pun memaparkan empat pilar literasi yang penting untuk mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yaitu kecakapan digital (digital skill), budaya digital (digital culture), etika digital (digital ethics), dan keamanan digital (digital safety).
“Digital skill sendiri berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras, perangkat lunak serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari.”
“Digital culture merupakan bentuk aktivitas masyarakat di ruang digital dengan tetap memiliki wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, dan kebhinekaan.”
“Digital ethics adalah kemampuan menyadari mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari.”
“Digital safety adalah kemampuan masyarakat untuk mengenali, menerapkan, meningkatkan kesadaran perlindungan data pribadi dan keamanan digital.”
Lebih lanjut, Rizki mengutarakan selain melalui GNLD Siberkreasi, Kementerian Kominfo juga menjangkau 100 ribu peserta kecakapan digital tingkat menengah melalui Digital Talent Scholarship (DTS), dan 300 peserta kecakapan digital tingkat lanjutan melalui Digital Leadership Academy (DLA).
Pada tahun 2024, GNLD Siberkreasi diharapkan mencapai 50 juta peserta, 700 ribu peserta untuk DTS, dan 1.200 peserta untuk DLA.
Baca: Ini Harapan Pemerintah Bagi Peserta DTS Terkait Digitalisasi














