Jakarta, Itech- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) serta Pemerintah Hongaria memulai groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan gedung Iradiator Gamma Serbaguna yang berlokasi di kawasan Puspiptek Serpong, Tangsel, Selasa (28/1).
Diperkirakan pembangunan gedung iradiator yang memiliki fasilitas teknologi pengawetan dan sterilisasitersebut akan selesai pada akhir tahun 2017 dan siap beroperasi pada 2018. Adapun nilai investasi pembangunan gedung ini mencapai Rp96 miliar dengan kapasitas dua mega currie (2 MCi), sehingga dapat melayani proses radiasi sampai 123 meter kubik per hari bagi produsen yang berminat. Dana sebesar Rp6 miliar dipergunakan untuk pembuatan desain, sedangkan sisanya digunakan untuk membangun iradiator hingga nanti beroperasi.
Menristek Dikti Muhammad Nasir mengatakan iradiator gamma dapat mengawetkan dan mensterilisasi bagi produk pangan, kosmetik dan alat kesehatan. Sinar iradiasi gamma ini sudah terbukti memberi nilai tambah pada produk pangan dan aman digunakan di dunia kesehatan.“Kita harapkan ketika proyek iradiator ini rampung, masyarakat Tangsel khususnya harus merasakan betul manfaatnya,” kata Nasir didampingi didampingi Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, duta besar Hungaria dan Kepala BATAN.
Sementara itu, Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan metode pengawetan menggunakan nuklir ini sebetulnya menyimpan kelebihan dibandingkan metode pengawetan konvensional. Dilakukan di bawah pengawasan, radiasi tak akan mencemari bahan yang ada membuat risiko baru bagi kesehatan.Teknologi pengawetan dan sterilisasi ini menggunakan radiasi aman untuk makanan, obat-obatan, bahan herbal, kosmetik, hingga alat kesehatan.
“Yang kita lakukan itu hanya membunuh mikroorganisme si pembuat busuk saja. Setelah mikroorganismenya mati ya enggak ada radiasi lagi di dalam bahan, entah itu tahu, rendang, atau pepes. Jangan lupa buah-buahan impor pun sebagian sudah menggunakan teknologi ini,” lanjutnya. Sebelumnya BATAN telah memiliki fasilitas Iradiator Gamma di Pasar Minggu, namun dengan kapasitas 100 kali lebih kecil dari yang akan dibangun di Kawasan Puspiptek Serpong. (red/ju)














