Jakarta, ItWorks- Menerapkan strategi bisnis sebagai “One Stop Mitra IT Solution Terbaik Bagi Seluruh Pelanggan yang Dikemas Dalam Berbagai Bentuk Layanan”, PT Hipernet Indodata (HI) atau Hypernet Technologies, kini tak hanya fokus sebagai Internet Service Provider (ISP), namun belakangan juga getol mengembangkan solusi layanan Managed Services ICT (Information and Communication Technology) berbasis cloud computing (cloud).
Meningkatnya tuntutan aktivitas digital di kalangan dunia usaha, institusi, maupun lembaga pemerintah sejak pandemi Covid-19, turut mendongkrak kebutuhan kapasitas infrastruktur internet untuk trafik data, informasi, hingga media penyimpanan (data ceter). Demikian pula kebutuhan akan software aplikasi bisnis untuk mendukung operasional bisnis hingga layanan pelanggan.
Pandemi Covid-19 menghadirkan landscape baru bagi banyak kalangan, di mana kebutuhan solusi ICT di kalangan dunia usaha, industri dan institusi, termasuk Lembaga pemerintah, juga makin tinggi.
Dengan keunggulan teknologi dan kemudahan sistem adopsi, layanan ICT berbasis komputasi awan (cloud computing), kian jadi pilihan untuk akselerasi implementasi digital technology ini. Termasuk dari para pelaku UMKM yang belakangan juga banyak melakukan go digital untuk mendukung penjualan, penguatan sistem manajemen, dan daya saing usaha.
Menyikapi hal itu, Hypernet Technologies belakangan ini juga banyak mengembangkan solusi dan inovasi baru sebagai jawaban untuk membantu dunia usaha dan institusi dengan mengembangkan solusi Managed Service Provider layanan ICT berbasis cloud computing.
“Untuk mendukung akselerasi adopsi teknologi digital ini, Hypernet juga melakukan banyak inovasi baru cloud, di mana semua dikemas dalam bentuk Services. Sehingga pelanggan tidak perlu mengeluarkan biaya investasi yang besar untuk mengoperasikan sistem IT di perusahaannya dengan skalabilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhannya. Solusi cloud akan meningkatkan efisiensi biaya dengan proses implementasi yang lebih mudah dan cepat,” ungkap Sudino Oei, Chief Operating Officer (COO) Hypernet saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2022” dengan Tim Dewan Juri yang diselenggarakan Majalah ItWorks bekerjasama dengan sejumlah Asosiasi TI &Telco dan konsultan independent yang dilakukan (26/10/2022) secara virtual melalui aplikasi video conference (vidcon).
Tahun ini, Hypernet Technologies kembali terpilih dan masuk di tahap wawancara penjurian TOP Digital Awards 2022. Top Digital Awards merupakan ajang penilaian untuk penghargaan tertinggi bidang inovasi TI & Telco yang diselenggarakan Majalah ItWorks, bekerja sama serta didukung oleh beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan IT & TELCO di Indonesia ini. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan/ instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital. Terutama dalam upaya meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan, maupun layanan masyarakat.
Adapun dewan juri penilai yang hadir di antaranya, Aswin Sasongko dari (Dewan TIK Nasional), DR. Melani K. Harriman (CEO Melani K. Harriman & Associates), Lim Kurniawan (Ceo Awesome Consulting), Dwinda Ruslan (Yayasan Pakem) yang dimoderatori oleh Ahmad Chury (Managing Editor Majalah ItWorks).
Dalam kesempatan itu, Sudino Oei membawakan presentasinya berjudul “Collaboration And Synergies”. Di awal, ia memaparkan sekilas berdirinya perusahaan, visi, misi, nilai-nilai perusahaan (Corporate Value), hingga perkembangannya sampai saat ini. Visi perusahan, yakni menjadi managed Service Provider IT kelas dunia yang terpercaya. Dan misinya: Mendukung pencapaian bisnis yang lebih baik melalui teknologi.
Disebutkan, di tengah pandemi Covid-19, perusahaan telah melakukan sejumlah inisiasi dan terobosan baru dalam kaitan akselerasi digitalisasi, baik di internal perusahaan, maupun terkait produk dan solusi layanan ICT untuk pelanggan.
Di internal, antara lain dikembangkan solusi ERP & ITSM Tools yang dibanbun sejak 2020, yakni sebagai sistem yang digunakan untuk Record, Update & Report dari segala aktifitas proses bisnis. Fitur unggulannya, antara lain sales process, finance & accounting, Work Order Process, Asset Management & Event Management. “Manfaat atau dampak untuk perusahaan dengan sistem ini seluruh proses dapat terkontrol dan diukur,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk manajemen pengembangan aplikasi/solusi, dilakukan sesuai dengan kebijakan dalam ISO yang mencakup Service Strategy, Service Design, Service Transition, Service Operation dan Continual Service Improvement, Tahapannya meliputi: Prosedur Pengembangan Aplikasi/Solusi, Prosedur Implementasi, Project Development – Tracking, dan Issue – Tracking, hingga keluhan pengguna.
Sedangkan terkait Tata Kelola TI, Hypernet juga telah menerbitkan sejumlah kebijakan terkait TI sebagai arah pedoman pengembangan sistem TIK, baik di internal perusahaan maupun untuk layanan ke pelanggan. “Antara lain kebijakan mengenai Service Level Agreement (SLA), Service Availability, Keamanan Informasi, dan lainnya,” ujar Sudino Oei .
Budaya Digital yang telah dan akan terus dijalankan Hypernet antara lain digitalisasi yang meliputi penerapan WFA (Work From Anywhere), implementasi System Automation, RPA (Robotic Process Automation), hingga Document Approval, proses meeting, integrasi antar sistem yang kini sudah menjadi online menjadi ITSM (IT Service Management) tools. ITSM tools ini mencakup Service Request, Incident Management, Problem Management, Change & Release Management, Project Management, Asset Managementdan juga Alert Management. Sehingga perusahaan dapat mengelola seluruh proses dalam 1 (satu) tools yang sama sehingga sangat mudah dalam melakukan controlling.
Sedangkan inovasi ICT untuk pelanggan, dilakukan melalui pengembangan solusi layanan berbasis cloud. Sehingga aktivitas usaha Hypernet yang awalnya hanya penyedia layanan Internet (ISP), kini telah berkembang dengan menyediakan layanan lainnya di bidang manage services ICT. Hypernet juga menawarkan layanan penyediaan serta pengelolaan sumber daya informasi dan teknologi baik berupa perangkat lunak dan perangkat keras (software and hardware), beserta sumber daya manusia yang dibutuhkan ataupun dimiliki oleh pelanggan.
Enam Kategori Layanan
Produk & layanan Hypernet, terutama dalam memenuhi kebutuhan para pelanggan, kini dibagi menjadi 6 kategori. Di antaranya internet as services, Wifi as services, cloud as services, digital communication as services, It profesional as services, hingga IT Security (security as services).
Untuk jaminan layanan bagi pelanggan, pereusahaan juga menerapkan standar yang berlaku secara global dengan menerapkan ISO. Di antaranya telah menerapkan standar internasional melalui sertifikasi ISO ISO 9001:2015 , ISO/IEC 20000-1:2018 dan ISO/IEC 27001:2013. Denganke-3 ISO tersebut, kini seluruh proses bisnis terutama layanan TI yang diberikan menjadi lebih teratur, terukur, terdokumentasi dan aman. “Yang paling penting juga terkait keamanan, kami telah menerapkan ISO 27001
Dalam upaya peningkatan layanan pelanggan atau konsumen, juga dikembangkan aplikasi solusi bisnis pendukung, yakni HyperCare Mobile Apps yang mulai diimplementasikan sejak tahun 2022 ini. HyperCare Mobile Apps dibangun sebagai tools untuk managed Cloud & System Apps dari Hypernet Technologies. Mobile apps bagi pelanggan dapat digunakan untuk melihat list produk dan promo, melaporkan dan melihat status gangguan, melihat penggunaan layanan, status pembayaran, serta berbicara dengan agent Customer Services (CS) melalui media messaging.
“Manfaat bagi pelanggan, dengan adanya HyperCare Mobile, mereka dapat lebih cepat mendapatkan respons jika membutuhkan informasi yang diinginkan dan lebih mudah jika ingin menghubungi agent kami,”ujarnya.
Sudino mengungkapkan, saat ini mayoritas pelanggan Hypernet berasal dari korporasi. Untuk layanan internet misalnya, mereka menggunakan layanan internet dedicated, sehingga tak ada kendala terkait sinyal yang sangat diperlukan dan terus meningkat kebutuhannya, terutama sejak terjadi pandemi covid-19 untuk menunjang berbagai aktivitas yang kian banyak mengandalkan jaringan internet. Secara teknis layanan internet dedicated terhubung ke internet 24 jam, menggunakan berbagai metode akses sesuai kebutuhan penggunanya. Internet dedicated merupakan koneksi yang cepat dan stabil dibandingkan broadband.
Ke depan, Hypernet berkomtmen hadir memberikan solusi semua kebutuah ICT. Dengan cloud Hypernet mendedikasikan diri sebagai perusahaan Managed Service Provider dengan kapasitas layanan informasi dan teknologi yang sepenuhnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan, sekaloigus mendukung akselerasi adopsi teknologi informasi di Indonesia. (AC)














