ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Red Hat Ungkap Pentingnya Membangun Resiliensi di Tahun 2023 dan Berikutnya

Fauzi
27 December 2022 | 14:00
rubrik: Business Solution
Red Hat Ungkap Pentingnya Membangun Resiliensi di Tahun 2023 dan Berikutnya

Ilustrasi, Image: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Saat kita keluar dari pandemi, masalah seperti inflasi, ketegangan geopolitik, dan rantai pasokan yang mengalami disrupsi akan menghalangi pemulihan ekonomi. Di Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal ketiga 2022 mengalami pertumbuhan 5.72% year on year. Walau begitu, perekonomian tahun depan diprediksi akan cukup menantang, khususnya timbulnya kendala dari sisi supply karena dampak pandemi, perang, dan situasi geopolitik, sementara demand meningkat, sehingga menyebabkan kompleksitas.

“Enterprise saat ini sedang berusaha meraih keseimbangan. Mereka harus membuat rencana dan melakukan pengeluaran dengan bijaksana dalam jangka pendek untuk memastikan profitabilitas, sekaligus mengambil pertaruhan besar yang akan terbayar dalam jangka panjang saat kita keluar dari bear market. Dampaknya, organisasi tidak hanya perlu membuat perencanaan untuk 2023, tapi sampai 2030!” tulis Marjet Andriesse, Senior Vice President dan General Manager, Red Hat APAC.

Satu pertanyaan penting yang harus ditanyakan bisnis kepada diri mereka sendiri: Apa selanjutnya?

Apa kebutuhan pelanggan selanjutnya? Apa inovasi produk selanjutnya? Apa selanjutnya untuk bisnis secara keseluruhan?

Mengeksplorasi hal yang tidak diketahui seperti itu adalah tugas berat, namun perusahaan yang bisa melaluinya secara efektif akan siap keluar dari pandemi dengan lebih kuat dan lebih resilien.

Teknologi – penyeimbang yang besar
Dalam jangka pendek, kata Marjet Andriesse, teknologi telah memainkan peran sebagai enabler yang menjaga bisnis beroperasi selama masa krisis dengan menerapkan sistem kerja jarak jauh, bisnis yang agile, dan digital engagement secara eksternal. Dalam jangka panjang, organisasi harus memanfaatkan teknologi untuk mendukung setiap proses, inisiatif atau rantai nilai, dalam perjalanan mereka menjadi Enterprise Masa Depan.

“Enterprise yang cerdas saat ini akan memprioritaskan kembali investasi untuk customer engagement yang mengutamakan digital, otomatisasi dan augmentasi proses, data dan analitik, serta DevOps yang mendorong inovasi yang agile dalam bisnis dan model operasional baru,” ujarnya.

BACA JUGA:  M12 Sukses Mengadakan Kompetisi Pendanaan Untuk Startup Secara Virtual

“Ketika kita bergerak maju, digital akan menjadi penyeimbang yang akan mempercepat jalan organisasi menuju pemulihan dan memimpin Enterprise Masa Depan yang menjadi platform-enabled, berpusat pada ekosistem, dan digerakkan oleh inovasi,” sambung Marjet Andriesse.

Membangun bisnis yang resilien
Kecepatan perubahan di Asia Pasifik terlihat menakutkan sekaligus menggembirakan. Dalam beberapa tahun terakhir, disrupsi digital telah membuat hampir semua industri untuk duduk dan mengevaluasi kembali strategi mereka.

Organisasi yang sudah memasuki perjalanan transformasi digital mereka berhasil mengatasi tantangan yang berkembang melalui efisiensi yang lebih besar dan produktivitas yang lebih baik. Selain itu, organisasi dengan fondasi digital yang handal juga bisa meminimalisir disrupsi yang dipicu oleh pandemi.
Marjet Andriesse menilai open source sangat penting untuk membangun fondasi digital yang akan membantu organisasi meminimalkan disrupsi tersebut dengan resiliensi yang lebih baik dan pengalaman pelanggan di masa yang akan datang.

“Sebagai contoh, PT Bank Central Asia TBK (BCA) di Indonesia. Sebagai bank swasta terbesar, BCA menyediakan layanan keuangan di lebih dari 1.000 kantor cabang di seluruh Indonesia. Untuk bersaing dengan lebih baik di market layanan keuangan yang berubah dengan cepat, BCA perlu meningkatkan agilitas dan inovasi. BCA menggunakan teknologi container dan platform dari Red Hat yang memungkinkan unit bisnis di bank itu mendesain, mengembangkan, dan menerapkan aplikasi dengan lebih efisien, dan menyediakan layanan bernilai tinggi kepada para nasabahnya,” ungkapnya.

Infrastruktur digital yang resilien sebagai fondasi inovasi
Enterprise Masa Depan membutuhkan infrastruktur digital modern yang fleksibel, agile, dan skalabel tanpa batas, untuk menyediakan produk digital, layanan, dan pengalaman yang mendalam.

Menurut IDC ICT Predictions[1], semakin banyak enterprise di Asia bergerak menjadi perusahaan yang memprioritaskan digital. Hingga tahun 2023, satu dari tiga perusahaan akan menghasilkan lebih dari 30% pendapatan mereka dari produk dan layanan digital, dibandingkan dengan 1 dari 5 pada tahun 2020.

BACA JUGA:  Riset: 40% Perusahaan Industri Anggap Keamanan Siber Tantangan Utama dalam Digitalisasi OT

“Untuk mencapai ini, sangat penting bahwa Manusia, Proses, dan Teknologi harus selaras. Open source bisa membuka jalan sebagai pendorong inovasi karena ia menyatukan manusia dengan berbagai pengalaman untuk bekerja bersama menjawab tantangan yang umum dihadapi dan memercikkan ide-ide baru,” kata Marjet Andriesse.

Lebih lanjut Marjet Andriesse mengambil contoh BPJS Kesehatan yang memenangi Red Hat APAC Innovation Award 2022. Dikatakan BPJS Kesehatan mengadopsi pendekatan cloud native menggunakan Red Hat® OpenShift® Container Platform dan Red Hat® Enterprise Linux® untuk mengakselerasi time-to-market dengan fitur-fitur baru yang diluncurkan pada aplikasi mobile perusahaan itu.

“Dengan menerapkan layanan antrean online (e-queue) pada mobile app dan kiosk di rumah sakit, pasien pun semakin lebih nyaman karena tidak perlu menunggu lama untuk bertemu dokter. Solusi Red Hat juga memungkinkan BPJS Kesehatan mempercepat peluncuran fitur-fitur baru di mobile app ke market, mengurangi waktu pengembangan dan penerapan,” ungkapnya.

Saat dunia kini berpegang kuat pada ekonomi yang digital-first, prospek ekonomi dan bisnis dalam beberapa tahun ke depan tetap sangat cair, karena tumbuhnya berbagai tantangan global dan ekonomi makro. Kesuksesan perusahaan dalam 12-36 bulan mendatang akan ditentukan oleh cara mereka bernavigasi di tengah terpaan angin kencang ini.

“Inilah saatnya untuk bertanya: Apa selanjutnya?” pungkas Marjet.

Tags: Red Hat
Previous Post

ASUS Hadirkan ROG Phone 6 BATMAN Edition di Indonesia

Next Post

Antisipasi Lonjakan Traffic Telekomunikasi Nataru, Ini Langkah Kominfo dan Operator Seluler

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Infinix Siap Luncurkan Ponsel Gaming Flagship Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebih Dari Satu Juta Insiden Backdoor Terdeteksi di 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Literasi Keuangan, OJK Bahas Peluang dan Risiko Pembiayaan Digital di UNRI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto