Tahun telah berganti menjadi 2023, namun hingga saat ini kebanyakan dari kita masih menganggap kata sandi hanyalah metode paling umum untuk otentikasi layanan online yang tak terhitung jumlahnya. Namun bagi penjahat dunia maya, ini lebih dari itu — kata sandi menjadi jalan pintas ke kehidupan orang lain, alat kerja yang sangat penting, dan barang dagangan yang dapat dijual.
Dengan mengetahui kata sandi, penjahat siber tidak hanya dapat memperoleh akun, data, uang, dan bahkan identitas pribadi; mereka juga dapat memanfaatkan Anda sebagai rantai lemah untuk menyerang teman online, kerabat, atau bahkan perusahaan tempat Anda bekerja atau miliki.
Untuk mencegah hal ini, dikutip dari siaran pers, 02/01/2023, Kaspersky menyegarkan kembali ingatan para pengguna untuk melindungi identitas pribadi dan memahami bagaimana orang asing dapat mengetahui kata sandi sedari awal.
Phishing
Ini memang salah satu metode pengumpulan kredensial yang sebagian besar mengandalkan kesalahan manusia. Ratusan situs phishing, dibantu oleh ribuan email yang mengarah ke sana, muncul setiap hari. Namun, jika Anda berpikir bahwa tidak akan pernah tertipu oleh phishing — Anda salah. Metode ini hampir setua usia internet yang kita gunakan sekarang, sehingga penjahat dunia maya memiliki banyak waktu untuk mengembangkan berbagai trik rekayasa sosial dan taktik penyamaran. Bahkan para profesional terkadang tidak dapat membedakan email phishing dari yang asli secara sekilas.
Malware
Cara umum lainnya untuk mencuri kredensial Anda adalah dengan malware. Menurut statistik Kaspersky, sebagian besar malware aktif terdiri dari pencuri Trojan, yang tujuan utamanya adalah menunggu hingga pengguna masuk ke beberapa situs atau layanan, dan menyalin kata sandi mereka dan mengirimkannya kembali ke pembuatnya. Jika tidak menggunakan solusi keamanan, Trojan dapat bersembunyi di komputer tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun — Anda tidak akan tahu bahwa ada sesuatu yang salah, karena tidak menyebabkan kerusakan yang terlihat, cukup dengan melakukan tugasnya secara diam-diam.
Dan Trojan stealer bukan satu-satunya malware yang memburu kata sandi. Terkadang penjahat dunia maya menyuntikkan skimmer web di situs dan mencuri apa pun yang dimasukkan oleh pengguna, termasuk kredensial, nama, detail kartu pembayaran, dan sebagainya.
Kebocoran pihak ketiga
Anda tidak selalu membuat kesalahan yang sama sendiri. Dengan menjadi pengguna layanan internet yang tidak aman atau klien perusahaan yang membocorkan database dengan data pelanggannya cukup menempatkan diri Anda dalam risko. Perusahaan yang menganggap keamanan siber secara serius tidak menyimpan kata sandi pengguna sama sekali, atau setidaknya melakukannya dalam bentuk terenkripsi. Tetapi Anda tidak pernah bisa yakin bahwa ada langkah-langkah yang pasti dan terukur untuk menghindari hal tersebut.
Broker akses awal
Dan di sini kita sampai pada sumber kata sandi curian lainnya — pasar gelap (dark market). Penjahat dunia maya modern lebih suka berspesialisasi dalam bidang tertentu. Mereka mungkin mencuri kata sandi pengguna, tetapi belum tentu menggunakannya: lebih menguntungkan untuk menjualnya secara grosir. Membeli basis data kata sandi semacam itu sangat menarik bagi penjahat dunia maya, karena memberi mereka semua-dalam-satu: pengguna cenderung menggunakan kata sandi yang sama di sejumlah platform dan akun, seringkali mengikat semuanya ke email yang sama. Dengan demikian, hanya memiliki kata sandi dari satu platform, penjahat dunia maya dapat memperoleh akses ke banyak akun korban lainnya – dari akun game hingga email pribadi atau bahkan akun pribadi di situs web dewasa.
Basis data perusahaan yang bocor yang mungkin mengandung atau tidak mengandung kredensial juga dijual di pasar gelap yang sama. Harga basis data semacam itu bervariasi tergantung pada jumlah data dan industri organisasi: beberapa data kata sandi dapat dijual seharga ratusan dolar.
Ada layanan tertentu di darknet yang menggabungkan kata sandi dan basis data yang bocor, dan kemudian mengaktifkan akses berbasis satu kali atau langganan berbayar ke koleksi mereka. Pada Oktober 2022, grup ransomware terkenal LockBit meretas sebuah perusahaan perawatan kesehatan, dan mencuri basis data pengguna mereka dengan informasi medis. Mereka tidak hanya menjual langganan informasi ini di darknet – mungkin mereka membeli akses awal di pasar gelap yang sama.
Serangan brute-force
Dalam beberapa kasus, penjahat dunia maya bahkan tidak memerlukan basis data yang dicuri untuk mengetahui kata sandi dan meretas akun Anda. Mereka dapat menggunakan serangan brute-force, dengan kata lain mencoba ribuan varian kata sandi biasa hingga salah satunya berfungsi. Kedengarannya tidak meyakinkan, tetapi mereka tidak perlu mengulangi semua kemungkinan kombinasi karena ada alat khusus yaitu Generator Daftar Kata (Wordlist Generators) yang dapat menghasilkan daftar probabilitas kata sandi umum (yang disebut kamus brute-force) berdasarkan informasi pribadi korban.
Program semacam itu terlihat seperti kuesioner mini tentang pengguna yang ditargetkan. Mereka menanyakan nama, nama belakang, tanggal lahir, informasi pribadi tentang pasangan, anak, bahkan hewan peliharaan. Penyerang bahkan dapat menambahkan kata kunci tambahan yang mereka ketahui tentang target yang dapat dimasukkan ke dalam kombinasi. Dengan menggunakan campuran kata, nama, tanggal, dan data lainnya ini, pembuat daftar kata membuat ribuan varian kata sandi, yang kemudian dicoba oleh penyerang saat masuk.
Untuk menggunakan metode tersebut, penjahat dunia maya perlu melakukan penelitian terlebih dahulu — dan saat itulah basis data yang bocor itu mungkin berguna. Mereka mungkin berisi informasi seperti tanggal lahir, alamat, atau jawaban atas “pertanyaan rahasia”. Sumber data lainnya adalah berbagi secara berlebihan di jejaring sosial. Sesuatu yang terlihat sangat tidak penting, seperti foto dari tanggal 6 Desember dengan judul “hari ini adalah hari ulang tahun anjing kesayangan”.














