Jakarta, Itech- Sebuah penelitian global baru, “Mobility, Performance and Engagement” oleh The Economist Intelligence Unit (EIU) menunjukkan bahwa sebesar enam dari sepuluh (60%) karyawan mengatakan teknologi mobile membuat mereka lebih produktif. Sementara lebih dari empat dari sepuluh (45%) percaya bahwa teknologi mobile menyebabkan kreativitas mereka meningkat.
Laporan yang disponsori oleh Aruba, anak perusahaan Hewlett Packard Enterprise (NYSE:HPE) ini, telah mensurvei 1.865 karyawan secara global dengan usia antara 18-65 tahun, di sembilan (9) negara yang dilakukan pada bulan Maret 2016. “Penelitian ini menunjukkan bahwa banyak pekerja mengakui keuntungan-keuntungan dari lingkungan kerja yang optimal secara mobile,” kata Justin Chiah dalam media briefing disela Aruba Summit di Jakarta baru-baru ini.
Menurut Justin, penelitian bertujuan menunjukkan suatu hubungan terukur antara lingkungan kerja mobile-first dan peningkatan keterlibatan karyawan, yang membuktikan bahwa para CIO dapat mendorong peningkatan kinerja bisnis melalui strategi-strategi mobile yang dikembangkan dan dilaksanakan dengan tepat. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan yang dinilai oleh para karyawannya sebagai “pelopor” dalam cara perusahaan mendukung teknologi mobile mengalami kenaikan dalam hal produktivitas (16%), kreativitas (18%), kepuasan (23%), dan loyalitas (21%), apabila dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan yang dinilai buruk dalam mendukung teknologi mobile.
Secara global, kemampuan untuk berkolaborasi secara efektif dinilai sebagai faktor yang paling penting yang mempengaruhi kreativitas (38%). Sepertiga dari responden mengatakan hal ini memiliki dampak terbesar pada loyalitas mereka. Untuk membantu mendorong kolaborasi yang lebih baik, 42% perusahaan saat ini menggunakan sarana-sarana kolaborasi digital yang berfungsi di ponsel. Persentase ini meningkat hingga 56% di Inggris. Aplikasi mobile messaging, seperti Whatsapp, juga digunakan untuk bekerja oleh 31% perusahaan. Jumlah ini memuncak hingga 66% di Singapura. 42% karyawan mengatakan bahwa kemampuan untuk mengakses informasi dengan cepat dan mudah memiliki dampak terbesar pada tingkat produktivitas mereka.
Saat ini, 54% perusahaan menyediakan akses terhadap jaringan perusahaan dari perangkat mobile apa pun untuk mendukung bekerja di mana saja di kantor atau secara jarak jauh. Bagi 32% karyawan, dapat bekerja di mana saja di dalam kantor merupakan faktor penyumbang terbesar bagi kreativitas mereka, yang berarti sebuah perusahaan berpotensi untuk memperoleh hasil kerja yang lebih kreatif hanya dengan menawarkan beberapa pilihan.
Sementara itu, 29% karyawan menyatakan bahwa fleksibilitas tempat kerja membuat perbedaan terbesar terhadap loyalitas mereka. Untuk mendorong kebebasan ini, laporan EIU menemukan bahwa 46% perusahaan kini menawarkan lingkungan hot-desking dengan konektivitas mobile di lokasi mana pun, yang menunjukkan bahwa lebih banyak lingkungan kerja kolaboratif sedang meningkat. Inggris menawarkan tingkat tertinggi hot-desking (54%) diikuti oleh Australia dan Jerman (keduanya sebesar 53%). (red)














