Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) telah mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2024, secara online, Jumat, 8/11/2024. Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi NTT sedang menjalankan “Membangun Digitalisasi Berdampak”.
Digitalisasi Berdampak meliputi peningkatan indeks SPBE, keterbukaan informasi, peningkatan keamanan informasi dan ketersediaan data statistik sektoral. Itu semua diharapkan dapat memberikan dampak positif pada perwujudan tata kelola pemerintah yang baik, peningkatan layanan pemerintahan, dan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi publik untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah.
Seluruh pemangku kepentingan diharapkan agar secara aktif dapat melakukan penerapan digital dalam pengelolaan pemerintahan sampai pada tingkat desa.
Kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2024, Frederik CP Koenunu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT memaparkan upaya yang telah dijalankan pihaknya dalam menerapkan teknologi informasi (TI) untuk meningkatkan kinerja dan layanan masyarakat.
“Kami telah menghadirkan inovasi layanan berbasis aplikasi, antara lain Si-Kineja, SiGesit, SiGizi Terpadu, SiCANTIK Cloud, Srikandi,” kata Frederik CP Koenunu, Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT saat mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2024, Jumat, 8/11/2024.
Aplikasi yang digunakan di internal Pemprov NTT, yaitu:
Si-Kineja, untuk evaluasi ASN di lingkup Pemprov NTT. Terintegrasi dengan aplikasi E-Absensi pada Dinas Kominfo Prov NTT serta aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai pada Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT untuk perhitungan tunjangan penghasilan tambahan.
SiGesit, aplikasi hasil kerja sama antara Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT dengan Koperasi Digital Nasional. Tujuannya membangun layanan digital koperasi yang terintegrasi. Dengan target digitalisasi 1.000 koperasi yang tersebar di wilayah Provinsi NTT.
Lopo dari e-NTT, aplikasi untuk menyimpan data sektoral dari seluruh Perangkat Daerah lingkup Pemprov NTT yang disajikan dalam bentuk informasi kepada masyarakat dan aplikasi penunjang layanan lainnya.
E-Absensi NTT, aplikasi untuk mendata kehadiran ASN di lingkup Pemprov NTT. Sistem ini bertujuan meningkatkan transparansi dalam mengukur kedisiplinan ASN.
Srikandi, aplikasi sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi. Aplikasi ini bertujuan mendukung tata naskah dinas secara elektronik dan pengelolaan arsip.
Aplikasi yang digunakan untuk pelayanan masyarakat, yaitu:
SiGizi Terpadu, aplikasi pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat. Dimanfaatkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk monitoring dan evaluasi gizi masyarakat.
SiCANTIK Cloud, singkatan dari aplikasi Cerdas Layanan Perizinan Terpadu untuk Publik berupa sistem cloud (layanan berbagi pakai). Digunakan oleh Dinas PMPTSP untuk memberikan pelayanan perizinan dan nonperizinan dengan lebih mudah, cepat, tepat, efisien, transparan dan akuntabel.
Capaian Membanggakan
Menurut Frederik, Pemprov NTT memiliki capaian membanggakan dalam pemanfaatan TI. Hal itu terlihat dari nilai Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)-nya.
“Indeks SPBE kami untuk tahun 2023, ada pada nilai 3,83. Itu mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu 3,35,” kata Frederik.
Dari hasil penilaian mandiri di tahun 2024, nilai Indeks SPBE Pemprov NTT mengalami kenaikan yaitu 4,13.
Ke depannya, Frederik menegaskan pihaknya akan meningkatkan nilai Indeks SPBE tersebut. Caranya, dengan mendorong penerapan SPBE yang lebih baik oleh pemerintah daerah (kota/kabupaten) yang ada di bawah Pemprov NNT, yang saat ini, rata-rata nilai Indeks SPBE masih di bawah 3.
“Saat ini, untuk pemerintah kabupaten yang nilai indeks SPBE-nya di atas 3, hanya Pemkab Manggarai Barat yaitu 3,44. Kami terus berupaya meningkatkan implementasi SPBE baik di tingkat kota dan kabupaten, melalui rapat koordinasi dan bimbingan secara intensif agar implementasi SPBE sesuai dengan harapan,” ia menjelaskan.
Capaian positif berikutnya diraih dari aspek Keamanan TI. Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Keamanan Informasi (Indeks KAMI) oleh BSSN diharapkan Provinsi NTT dapat melakukan pengelolaan risiko terkait keamanan siber secara bertahap di setiap bidang pemerintahannya.
Digelar sejak tahun 2016, TOP Digital Awards adalah kegiatan pembelajaran bersama dan pemberian penghargaan kepada perusahaan/instansi pemerintah yang dinilai berhasil menerapkan TI untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Diselenggarakan oleh Majalah It Works bekerja sama dengan sejumlah asosiasi/konsultan serta akademisi/pakar di bidang Teknologi Informatika (TI) terkemuka di Tanah Air, ajang ini bertujuan mendorong inovasi digital dan mempercepat transformasi digital di Indonesia. Tahun ini mengusung tema “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services.”
Bertindak selaku dewan juri: Melani K. Harriman, Subandi, Febrizal Effendi, Benyamin De Haan, dan Dwinda Ruslan.
Editor: Teguh IS














