Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung terpilih sebagai finalis untuk melakukan wawancara penjurian di ajang TOP Digital Awards 2024 yang diselenggarakan Majalah It Works.
Pada proses penjurian yang berlangsung secara virtual Kamis (14/11), Ketua PTA Bandar Lampung Dr. H. Insyafli, M.H.I. memaparkan sejumlah inovasi teknologi informasi di berbagai bidang mulai dari sistem penyelesaian perkara, kepegawaian, pembinaan dan pengawasan, tata persuratan, komunikasi, hingga peningkatan kompetensi.
“Melalui inovasi teknologi informasi PTA Bandar Lampung bertekad untuk meningkatkan kinerja, daya saing dan layanan kepada masyarakat pencari keadilan. Selain itu kami juga turut mendorong peningkatan kompetensi tenaga teknis dan non teknis di lingkungan Peradilan Agama pada wilayah hukum PTA Bandar Lampung,” kata Insyafli.
TOP Digital Awards 2024 merupakan ajang penghargaan bergengsi yang diselenggarakan oleh Majalah It Works bekerja sama dengan sejumlah asosiasi ICT & Telco Indonesia, akademisi, dan konsultan IT. Ajang ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada perusahaan dan lembaga yang berhasil mengimplementasikan inovasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam bisnisnya.
Pada tahun ini, TOP Digital Awards mengangkat tema “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”. Tema ini menunjukkan pentingnya solusi bisnis yang berbasis teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) generatif, serta keamanan siber dalam meningkatkan kualitas layanan dan kinerja bisnis.
Menurut Insyafli keikutsertaan PTA Bandar Lampung dalam TOP Digital Awards 2024 merupakan langkah nyata dalam upaya mewujudkan visi menjadi pengadilan yang modern, efisien, dan akuntabel.
“Diharapkan, melalui ajang ini, PTA Bandar Lampung dapat meraih predikat bintang lima, setelah tahun sebelumnya memperoleh predikat bintang tiga. Dengan begitu, PTA Bandar Lampung semakin terdorong untuk terus berinovasi dan mengembangkan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Insyafli.
Solusi Bisnis Unggulan
Adapun dalam hal inovasi teknologi informasi PTA Bandar Lampung telah menghadirkan berbagai solusi bisnis unggulan, ini seperti; Pertama Sistem Informasi Percepatan Perkara Banding yang mulai diimplementasikan pada Maret 2024 lalu.
Ini merupakan solusi aplikasi berbasis web yang digunakan untuk memudahkan proses penyelesaian perkara. Dapat diakses 31 perkara, user aktif 343, page view 9300. Solusi ini dapat diakses pada https://sipanding.pta-bandarlampung.net.
“Sistem ini memuat beberapa fitur unggulan seperti pengiriman berkas banding, pencatatan persidangan elektronik, pengiriman salinan putusan, monitoring perkara kasasi, notifikasi melalui WhatsApp. Diharapkan melalui inovasi ini dapat mempermudah penyelesaian perkara banding secara digital, dengan penghematan biaya pengiriman 100% dan waktu proses hingga 6 hari lebih cepat untuk setiap perkara yang ditangani,” kata Insyafli.
Kedua, Asisten Virtual PTA Bandar Lampung (AVITA). Ini merupakan Chatbot interaktif berbasis AI menggunakan Indobert sebagai NLP (Natural Language Processing) dengan metode CDD (Conversation Driven Development) yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja melalui WhatsApp 083875214143 atau yang berbasis website pada https://chatbot.pta-bandarlampung.net/public.
“Inovasi yang sudah diterapkan pada Oktober 2023 ini sudah diakses 1.251 kali dan memungkinkan sosialisasi layanan secara instan dan 24/7 yang dapat mempercepat respons untuk pencari keadilan,” ujar Insyafli.
Ketiga, Kopi Lampung, yakni Kegiatan konsolidasi dan evaluas dengan pemanfaatan media telekonferensi untuk melakukan Koordinasi menyampaikan kendala dan permasalahan yang dihadapi satker se-wilayah PTA Bandar Lampung.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara satker tingkat pertama dengan satker tingkat banding dan Penghematan anggaran biaya perjalanan dinas dengan estimasi total biaya 31 kegiatan adalah Rp906.719.000,” tutur Insyafli.
Keempat, SIBUDI (Sistem Buku Digital). Aplikasi pencatatan tamu secara digital dengan jumlah pengguna mencapai 1853 tamu pada 2024. SIBUDI mempersingkat waktu registrasi hingga 40% dan meningkatkan kesan profesional bagi pengunjung serta stakeholder.
Kelima, SIPECUT (Sistem Pelayanan Cuti). Ini adalah sistem pelayanan berbasis web pada pelayanan pengajuan cuti, digunakan oleh 14 satuan kerja 451 pegawai dengan total 7133 pengajuan hingga 2024.
Melalui SIPECUT, pekerja di PTA Bandar Lampung dapat mengajukan cuti secara online dengan cepat, mengetahui sisa cuti tahunan yang dimiliki hingga penghematan anggaran pengiriman dokumen cuti 7133 pengajuan x Rp20.000 per berkas = Rp142.660.000.
Keenam, E-Surat (Elektronik Surat), yakni sebuah aplikasi pencatatan persuratan termasuk surat masuk dan surat keluar dengan total surat yang telah dikelola tahun 2022 sebanyak 1580 surat, tahun 2023 sebanyak 3041 surat, dan tahun 2024 sebanyak 2184 surat.
“Jadi, ini merupakan bank data surat masuk dan surat keluar secara terstruktur yang tujuannya mengurangi biaya penggunaan kertas dan mendukung sistem perkantoran berbasis ramah lingkungan,” imbuh Insyafli.
Editor: Fauzi














