Jakarta, Itech- Kemenristekdikti memberikan Apresiasi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) kepada lembaga Penelitian dan Pengembangan atas keberhasilannya mencapai kinerja lembaga. Tujuan diberikannya apresaisi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas lembaga litbang sehingga mampu berkontribusi secara nyata bagi perekonomian dan daya saing bangsa.
Tahun 2016 ini, Kementerian Ristek dan Dikti memberikan tiga apresiasi , yaitu Penetapan Lembaga Litbang sebagai Pusat Unggulan Iptek (PUI), Penghargaan bagi Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi (BPPD Prov) Berkinerja Utama, dan Pemberian Sertifikat Akreditasi bagi Pranata Litbang. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir berharap riset-riset yang dilakukan oleh lembaga litbang, perguruan tinggi, dan LPNK semua harus dilakukan hilirisasi inovasi agar menghasilkan produk-produk. “Ada 8 lembaga litbang yang baru ditetapkan sebagai PUI tahun 2017-2019,” katanya disela Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2016, di Jakarta, Kamis (22.12).
Selain itu, Kemenristekdikti menetapkan 8 Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi (BPPD Prov) Berkinerja Utama dalam penguatan sistem inovasi daerah atau SiDA, yakni BPPD Prov Lampung, Kalimantan TImur, Jawa Timur dan Riau. Ditambah lagi, Pemprov Sumsel, Sumsel, Sulteng, Jateng, Jabar, Banteng serta Jambi. Tahun ini juga yang tak kalah menariknya, Direktorat Lembaga Litbang juga memberikan apresiasi kepada industri yang menfaatkan sekaligus mengembangkan hasil litbang PUI yakni. PT Garasindo Technologies, PT Kimia Farma, PT Singa Mas Internasional, PT Len Industri (persero), dan PT Petrokimia Gresik.
Sementara itu, Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Patdono Suwignjo menjelaskan kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Iptek (PUI) telah dikembangkan Tahun 2010, dengan meningkatkan kompetensi lembaga litbang melalui empat sisi yaitu kemampuan lembaga litbang untuk menyerap informasi dan teknologi (sourcing capacity), untuk melakukan kegiatan (R&D capacity), untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset (diseminating capacity), dan kemampuan lembaga litbang untuk mengembangan kegiatan litbang berbasis potensi sumber daya lokal (local resouces development capacity).
Patdono menambahkan, penguatan sistem inovasi bukanlah hal mudah, diperlukan kerjasama dan dukungan semua komponen di dalamnya. Salah satu komponen yang menjadi pilar utama penguatan Sistem Inovasi Nasional yaitu Penguatan Kelembagaan Iptek yang unggul, inovatif dan berdaya saing. Kelembagaan iptek dengan kapasitas dan kapabilitas yang tinggi serta sumber daya yang berkualitas, akan mampu menghasilkan output dan outcome hasil litbang yang unggul, inovatif, dan berdaya saing yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan ekonomi dan daya saing bangsa. (red/ju)
Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...
Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...
Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...
Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...