ItWorks.PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) terus mengembangkan The Golo Mori sebagai destinasi wisata berbasis kelautan berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu proyek unggulan yang tengah dikerjakan adalah pembangunan Hub Pariwisata, sebuah terminal khusus pariwisata yang dilengkapi dengan heliport dan dermaga untuk kapal wisata.
Heliport di kawasan ini dibangun dengan luas 24×24 meter dan mampu menampung helikopter dengan berat maksimal 12.000 kg. Infrastruktur ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti lampu navigasi, alat pemadam kebakaran, peralatan cuaca, serta sistem komunikasi udara.
Selain itu, terdapat dermaga sepanjang 60 meter yang menghubungkan heliport dengan jetty eksisting di The Golo Mori. Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, ITDC memastikan proyek ini ramah lingkungan dan memberdayakan masyarakat lokal.
Sebagian besar material konstruksi, seperti kayu ulin atau kayu besi untuk struktur penghubung, diperoleh dari dalam negeri guna mendukung industri lokal.
Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi transportasi eksklusif bagi wisatawan premium, pebisnis, serta tamu VIP yang ingin berkunjung ke kawasan tersebut melalui jalur udara maupun laut.
Direktur Operasi ITDC, Wenda Ramadya Nabiel, menegaskan bahwa infrastruktur ini akan memberikan dampak positif bagi pengembangan kawasan wisata di The Golo Mori serta meningkatkan daya tariknya bagi wisatawan internasional. “Kami ingin memastikan bahwa The Golo Mori memiliki aksesibilitas terbaik bagi wisatawan dan pelaku bisnis. Hub Pariwisata ini tidak hanya menjadi transportasi alternatif yang efisien, tetapi juga berfungsi sebagai jalur evakuasi dalam keadaan darurat,” ujarnya dilansir dalam rilis Kementerian BUMN (08/03/2025), di Jakarta.
Dikatakan, pembangunan Hub Pariwisata merupakan bagian dari strategi ITDC untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan, menjadikannya sebagai pintu gerbang baru yang menghubungkan berbagai destinasi di Labuan Bajo dengan lebih efisien.
Hingga Maret 2025, proyek ini telah mencapai progres pembangunan sebesar 70% dan ditargetkan selesai pada kuartal pertama tahun 2025.
Dengan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, Hub Pariwisata ini tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga menjadi terminal yang menghubungkan destinasi wisata di sekitar kawasan melalui jalur laut.
Selain itu, heliport di The Golo Mori memiliki potensi untuk menjadi pusat konektivitas utama bagi wisatawan, mendukung mobilitas yang lebih lancar dan nyaman melalui jalur udara maupun laut. Fasilitas ini dirancang dengan standar keselamatan tinggi guna menjamin kenyamanan serta keamanan penggunanya. (AC)














