ItWorks- Melanjutkan kesuksesan Hackathon 2024, Ericsson bersama mitra global dan lokal (Qualcomm, Kemenperin, dan Komdigi) menggelar Hackathon tahap kedua untuk mencetak generasi baru inovator Digital Indonesia.
Ericsson, perusahaan telekomunikasi global, bersama Qualcomm, Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), hari ini secara resmi meluncurkan edisi kedua Hackathon: “Indonesia’s NextGen Digital Sprint with 5G and AI”. Kompetisi berbasis inovasi ini bertujuan untuk menumbuhkan talenta digital dengan mengundang startup dan tim akademisi dari seluruh Indonesia untuk mempresentasikan ide terbaik mereka dalam mempercepat transformasi digital Indonesia melalui kekuatan 5G dan AI.
“Ericsson berkomitmen penuh untuk mempercepat transformasi digital Indonesia. Kapabilitas 5G yang andal, aman, dan tangguh membuka peluang penerapan AI dalam skala besar. Karena itu, pada edisi kedua Hackathon ini kami memperluas cakupan dengan memberdayakan talenta lokal, startup, dan pengembang untuk menghadirkan solusi nyata berbasis 5G dan AI yang mendorong inovasi lintas industry.” ujarDaniel Ode, President Director of Ericsson Indonesia, Singapore, Philippines, and Brunei dalam rilis pers (18/09/2025).
Hackathon kali ini berfokus pada solusi berbasis 5G dan AI untuk mendorong transformasi digital di sektor manufaktur, pertambangan, pertanian, dan perdagangan di Indonesia. Hackathon ini juga bertujuan untuk mengembangkan talenta digital Indonesia generasi mendatang, serta memperkuat ekonomi digital sebagai bentuk dukungan terhadap Visi Indonesia Digital 2045.
Sepanjang kompetisi, Kemenperin akan memainkan peran penting dalam menjembatani para inovator dengan pelaku industri, sehingga menciptakan manfaat bersama yang pada akhirnya berkontribusi dalam mendorong percepatan transformasi digital di sektor industri.
Pada Hackathon kali ini para peserta ditantang untuk menghadirkan solusi berbasis 5G dan AI bagi sektor manufaktur, pertambangan, pertanian, dan perdagangan. Pendaftaran dibuka hingga 17 Oktober 2025, dan para pemenang akan diumumkan di dalam sebuah acara yang akan digelar di 14 November 2025, dengan total hadiah senilai Rp190 juta.
Nies Purwati, Senior Director of Government Affairs for Southeast Asia and Pacific at Qualcomm International Inc., menambahkan, Hackathon 2025 mencerminkan komitmen Qualcomm dalam menghadirkan inovasi, kreativitas, dan produktivitas melalui teknologi wireless communication demi peningkatan kualitas hidup. “Kami percaya AI memegang peran transformatif di hampir setiap industri, mengubah cara bisnis beroperasi, mengambil keputusan, dan menciptakan manfaat lebih,” ujarnya
Drs. Masrokhan, MPA., CGCAE, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia mengatakan, pihaknya merasa senang dapat bermitra dengan Ericsson dan Qualcomm dalam menyelenggarakan Hackathon tahun ini setelah sukses dengan Hackathon 2024 lalu, karena inisiatif ini sejalan erat dengan agenda Making Indonesia 4.0 untuk mempercepat transformasi industri nasional.
Sementara itu, Sonny Hendra Sudaryana, Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menekankan Indonesia diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada tahun 2030. “Kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi hanya melalui pendidikan formal. Inisiatif seperti Hackathon ini krusial dalam memperkuat pipeline talenta digital nasional. Selain itu, inovasi 5G dan AI yang lahir dari Hackathon 2025 siap diimplementasikan di dunia nyata, sejalan dengan prioritas nasional untuk mempercepat transformasi digital,” ujarnya.














