ItWorks-Bea Cukai bekerja sama dengan Universitas Diponegoro (UNDIP) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Optimalisasi Peranan Cukai Bagi Pembangunan Nasional Melalui Kebijakan Ekstensifikasi Cukai”. Kegiatan digelar belum lama ini, diikuti mahasiswa dari berbagai jurusan dan lintas angkatan.
Acara dibuka oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY, Imik Eko Putro, bersama Rektor UNDIP, Suharnomo. Dalam sambutannya, Imik menekankan bahwa cukai bukan sekadar pungutan, tetapi instrumen penting untuk melindungi masyarakat, mendukung industri dalam negeri, serta meningkatkan penerimaan negara. “Melalui kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa dapat lebih melek aturan cukai sekaligus memahami dampak positifnya bagi kesehatan, keadilan, dan pembangunan nasional,” ujarnya dirilis melalui web Bea Cukai (23/09/2025).
Melalui kegiatan seminar ini, selain menambah pengetahuan para peserta, seluruh peserta juga diajak aktif memberikan masukan, gagasan, dan pandangan yang konstruktif demi tercapainya kebijakan ekstensifikasi cukai, tidak hanya terbatas pada cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK), yang berdampak positif bagi masyarakat Indonesia. “Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran dan partisipasi para mahasiswa sekalian,” tambahnya.
Materi kuliah umum disampaikan oleh Kepala Subdirektorat Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Barang Kena Cukai Bea Cukai, Gunawan Tri Wibowo serta Kepala Seksi Potensi Cukai Bea Cukai, Ali Winoto. Keduanya memaparkan mengenai fungsi cukai sebagai instrumen fiskal sekaligus regulasi, pengenaannya pada barang-barang tertentu seperti hasil tembakau, minuman beralkohol, dan etil alkohol, hingga urgensi ekstensifikasi cukai. Salah satu isu aktual yang dibahas adalah rencana penerapan cukai pada MBDK yang diharapkan dapat mendorong pola hidup sehat sekaligus meningkatkan penerimaan negara untuk belanja kesehatan.
Selain itu, hadir pula Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP, Ahmad Syakir Kurnia yang memberikan perspektif akademik mengenai kebijakan fiskal, dengan moderator Deden Dinar Iskandar. Rektor UNDIP, Suharnomo, juga berpesan, “Harapan bangsa Indonesia ada di tangan generasi emas seperti kalian. Dengan memahami isu strategis seperti kebijakan cukai, kalian akan lebih siap menghadapi tantangan global sekaligus memberi kontribusi nyata bagi negeri.”
Melalui sinergi antara instansi pemerintah dan perguruan tinggi, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan literasi fiskal mahasiswa sekaligus membuka ruang dialog bagi generasi muda untuk memberikan masukan kebijakan. Dengan dukungan penuh, Imik menegaskan peran Bea Cukai sebagai mitra strategis perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi fiskal mahasiswa. Harapannya, mahasiswa tidak hanya memahami peran cukai sebagai instrumen penerimaan negara, tetapi juga sebagai alat regulasi yang berdampak langsung bagi kesehatan masyarakat, keadilan sosial, dan pembangunan berkelanjutan.














