ItWorks.id- Pameran Global Sources Indonesia (GSI) resmi dibuka pagi hari ini, (25/09) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Pameran berlangsung hingga 27 September 2025 menampilkan lebih dari 800 supplier terverifikasi dari berbagai negara Asia, menawarkan kesempatan bagi importir, distributor, UMKM, dan pelaku bisnis lainnya untuk menemukan berbagai produk elektronik dan lifestyle, bahkan melakukan transaksi bisnis secara langsung.
Tak dapat dipungkiri, Indonesia dengan jumlah yang mencapai 280 juta jiwa lebih saat ini, dinilai masih menjadi pasar yang menjanjikan untuk berbagai produk. Tak terkecuali produk elektronika, home appliance, aksesori teknologi, produk life style dan sejenisnya. Terlebih ditopang gaya hidup masyarakat Indonesia sejak pandemi covid.19 yang kian terbiasa dengan perangkat elektronik dan digital (digital life style), selaras dengan tuntutan era 5.0 atau lebih dikenal sebagai society 5.0. Sebuah konsep, di mana evolusi masyarakat makin terbiasa dengan teknologi digital, Internet of Things (IoT) dan sejenisnya untuk meningkatkan kualitas hidup, menyelesaikan masalah sosial, dan mencapai keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kebutuhan hidup.
Vice President Global Source Exhibitions, Wendy Lai menyampaikan, dalam pameran ini, sejumlah produk didatangkan oleh suplier luar negeri untuk menangkap pasar besar di Tanah Air tersebut. Setidaknya ada 20.000 sampel produk yang mencakup elektronik konsumen, peralatan rumah tangga, hadiah dan barang premium, produk rumah tangga, produk kebugaran dan rekreasi, aksesori fesyen, dan lainnya.
“Pameran ini benar-benar menjadi destinasi sourcing satu atap yang menarik bagi para importir, distributor, peritel, pemilik merek, dan pembeli. Ini bukan sekadar pameran dagang untuk sebuah perayaan akan inovasi, namun juga ajang menjalin kemitraan, mencari produk-produk baru dan juga peluang meningkatkan bisnis,” ungkap Wendy pada acara pembukaan Global Source Indonesia 2025, (25/09/2025), Jakarta International Convention Center, Senayan, Jakarta.
Dengan ekonomi Indonesia yang tetap bertumbuh, ia melihat potensi strategis Indonesia di ASEAN. Hal tersebut menjadikan Indonesia ideal sebagai pusat untuk sourcing global. “Kami sangat antusias mendukung ekosistem bisnis lokal dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi kawasan melalui acara ini,” katanya.
Hal senada diungkapkan Bendahara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Eddy Efendi Irawan. Ia mengatakan, event dan kolaborasi dengan GSI diyakini akan berdampak ke ekonomi nasional. “Melalui sinergi ini dengan Global Sources Indonesia, kami percaya APRINDO dan GSI dapat menjadi kekuatan bagi pendorong ekonomi Indonesia, menciptakan peluang bisnis baru, memperkuat kemitraan, dan mendukung pertumbuhan ekosistem ritel lebih berkembang,” ujarnya.
Ajang pertemuan yang membuka peluang ekonomi, bisnis dan investasi ini dihelat PT. Adhouse Clarion Events. President Director PT Adhouse Clarion Events, Toerangga Putra mengatakan, gelaran pameran ini membuka peluang lebih besar dri sebelumnya. Misalnya, peluang Indonesia untuk masuk dalam mata rantai pasok global.
“Acara ini bukan hanya tentang transaksi, namun ini juga tentang bagaimana membangun fondasi bagi Indonesia yang terus berkembang dalam rantai pasok global. Hal ini sekaligus bisa memastikan bahwa industri kita siap untuk bersaing dan memimpin di masa depan,” ujarnya.
Terlihat sejak Global Sources Indonesia resmi dibuka, acara disambut antusias, dihadiri oleh ribuan pengunjungm dari pelaku usaha lokal dan internasional. Wendy Lai, Vice President Global Sources Exhibition mengatakan, dalam event tahun ini tumbuh 70 persen dari tahun lalu dengan penambahan kategori lifestyle yang berfokus pada produk Gifts & Premiums, Home & Kitchen, dan Sports & Outdoor.
Konferensi dan Ajang Penghargaan
Pameran juga dilengkapi dengan rangkaian konferensi, serta penghargaan Global Sources Indonesia Excellence Award untuk pemasok serta buyer terpilih yang mengikuti acara ini. Sehingga dalam konferensi ini akan menjadi ajang berharga bagi para pengunjung dan buyers untuk belajar langsung dari pembicara-pembicara ternama yang telah membuktikan kiprahnya di dunia bisnis.
Dalam sesi konferensi ini, para pembicara akan membagikan strategi, pengalaman, dan inspirasi yang dapat diterapkan oleh para pelaku usaha untuk menghadapi tantangan pasar, membangun merek yang kuat, serta mengembangkan bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan global.
Pembiaca yang siap meramaikan acara ini, di antaranya Helmy Yahya (Influencer, Public Speaker, Business Coach) yang akan membahas tema tentang “Dunia Sudah Berubah dan Menanggapi Dominasi China di Dunia Bisnis”. Theo Derick (Content Creator & Entrepreneur), akan berbagi tentang: From Zero to Survive: “Turning Passion into Profit in the Real World”.
Samuel Christ (Content Creator & Co-Founder Seefluencer) yang akan mengupas strategi efektif dalam mengembangkan bisnis: Hire an Influencer or Build a Tribe? Growth Strategy Without Burning Cash”. Leo Giovanni (Content Creator & FYP Specialist), akan membagikan strategi sukses di dunia digital: What Kind of Content Sells in the Future.
Dengan mengikuti konferensi para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan inspirasi, tetapi juga pengetahuan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha mereka. Diskusi interaktif dan kesempatan untuk berjejaring langsung dengan pembicara akan memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi para peserta. Apalagi dalam sesi ini, para pembicara juga akan membagikan strategi, pengalaman, dan inspirasi yang dapat diterapkan, termasuk mengembangkan bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan global.
















