RSUD dr Soeratno Gemolong atau RSSG Sragen berhasil meraih PERSI (Perhimpunan RS seluruh Indonesia) Award yang diadakan di BSD City, 27 September 2025 lalu. Ada dua penghargaan PERSI Award 2025 yang berhasil disabet RSSG Sragen, antara lain Excelllence Award dan Pemenang Pertama Kategori Corporate Social Responsibility (CSR).
“Alhamdulillah inovasi HEBAT (home care-telemedicine-antar obat) RSSG mengukir sejarah dan memecahkan rekor RSUD kecil dari desa mampu mengalahkan RS Soetomo, RS Cipto, Sardjito, RS Siloam, RS Columbia Asia, Mayo, dan lain-lain yang jauh amat besar dan kuat RSSG juara 1 dalam kategori CSR,” ujar dr. Kinik Darsono, Direktur RSUD dr. Soeratno Gemolong Sragen kepada Redaksi Majalah It Works, hari ini (20/10/2025).
“Semua ada 9 Kategori. Lalu dari seluruh juara 1 di masing-masing Kategori dipilih inovasi yang paling baik diberi Excellence Award. Baru kali ini ada RSUD Kabupaten mampu meraih Excellence Award. Biasanya RS besar dan terkenal,” sambung dr Kinik.
Berkat torehan manis di ajang PERSI Awards 2025 ini, RSSG Sragen disebut akan mewakili Indonesia di ajang International Hospital Federation (IHF)) di Korea yang digelar tahun 2026 mendatang.
PERSI Award diketahui merupakan ajang bergengsi di dunia kesehatan Indonesia yang digelar untuk mengapresiasi inovasi terbaik dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Inovasi HEBAT yang diinisiasi RSSG Gemolong merupakan layanan yang dihadirkan untuk memberikan layanan bagi warga kurang mampu yang membutuhkan layanan kesehatan baik secara fisik maupun ekonomi.
“Banyak yang rela berjuang jauh, naik kendaraan terpaksa hanya untuk beberapa menit bertemu dokter. Ini membebani mereka secara fisik dan ekonomi,” ujar dr. Kinik seperti dilansir laman rsudgemolong.com.
Sejumlah fasilitas yang disajikan Layanan Hebat dari RSSG Gemolong terdiri dari layanan homecare gratis, konsultasi telemedicine, serta pengantaran obat langsung ke rumah pasien tak mampu, lansia, dan penyandang disabilitas. Tidak seperti layanan homecare biasa, Layanan Hebat menempatkan pasien yang kurang mampu sebagai prioritas utama.














