ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Lebih dari Setengah Kasus Layanan di Indonesia Akan Diselesaikan AI di 2027

Fauzi
22 January 2026 | 21:21
rubrik: Research
Share on FacebookShare on Twitter

Survei global terbaru terhadap 6.500 profesional jasa —150 di antaranya berbasis di Indonesia — mengungkap bahwa AI bukan lagi sekadar mengotomatiskan proses pengambilan keputusan, melainkan mengubah cara tim layanan pelanggan menghabiskan waktu mereka, mengembangkan karir mereka, dan memenuhi harapan pelanggan. Salesforce menyoroti tiga tren utama dalam laporan terbarunya yang bertajuk State of Service.

AI menjadi prioritas utama seiring upaya tim layanan pelanggan untuk meningkatkan kecepatan, biaya, dan kepuasan pelanggan

AI telah melesat naik dalam daftar prioritas bagi para penyedia jasa terdepan di Indonesia — dari peringkat #11 ke #2 hanya dalam satu tahun. Namun, fokus utama mereka tetap pada meningkatkan pengalaman pelanggan.

“Selama beberapa dekade, layanan pelanggan dibatasi oleh kendala komersial: bisnis tidak mampu mempekerjakan cukup staf untuk menjawab setiap panggilan secara instan, sehingga mereka mengandalkan solusi sementara seperti musik tunggu untuk mengelola volume pertanyaan. Agen AI meniadakan kompromi ini dan menyelesaikan masalah skala dan kualitas. Perusahaan yang dulu tak dapat selalu menyediakan layanan luar biasa, kini dapat menggunakan agen AI untuk memberikan perhatian langsung dan sesuai kebutuhan layaknya pramutamu pribadi kepada pasar secara massal. Dengan begitu, staf manusia tak lagi harus terpaku pada pekerjaan mengelola antrian, dan dapat mulai mengelola hubungan kompleks dan bernilai tinggi yang benar-benar mendorong pertumbuhan,” jelas Gavin Barfield, Vice President dan Chief Technology Officer, Solutions, Salesforce ASEAN.

Pergeseran ini sudah berlangsung: penyedia layanan pelanggan di Indonesia memperkirakan 40% kasus saat ini ditangani oleh AI. Pada tahun 2027, ketika agen AI — atau tenaga kerja digital – mendapatkan momentum, mereka memperkirakan angka tersebut akan mencapai 55%. Transisi ini mencerminkan kemunculan agentic enterprise, yakni perusahaan tempat agen AI dan manusia dapat bekerja berdampingan sebagai mitra kolaboratif, bernalar dan bertindak secara independen untuk menangani tugas-tugas rutin, sementara karyawan fokus pada pekerjaan yang lebih kompleks dan bernilai lebih tinggi.

BACA JUGA:  Gelar Rapat Umum Anggota APJATEL 2025, Ini Agenda Strategis APJATEL

Selain menyelesaikan lebih banyak kasus, perusahaan-perusahaan tersebut yakin bahwa agen AI akan dapat memperkuat dampak mereka, mulai dari memangkas biaya layanan hingga meningkatkan kepuasan pelanggan. Selain itu, para profesional jasa di Indonesia memproyeksikan bahwa agentic AI akan meningkatkan pendapatan upsell sebesar 25%.

Tenaga penjualan yang menggunakan AI melaporkan berkurangnya pekerjaan rutin, lebih banyak peluang pertumbuhan, dan prospek karier yang lebih cerah

Selain keuntungan di tingkat organisasi, AI juga mengubah pengalaman kerja para agen layanan pelanggan secara individual. Di seluruh Asia-Pasifik (APAC), agen layanan pelanggan yang menggunakan AI menghabiskan waktu 20% lebih sedikit untuk kasus-kasus rutin. Dengan demikian, mereka dapat menyisihkan waktu sekitar empat jam per minggu untuk pekerjaan yang lebih kompleks. Itu berarti lebih sedikit waktu untuk menangani pengaturan ulang kata sandi dan pembaruan status, dan lebih banyak waktu untuk membuat keputusan yang lebih matang dan mengelola pengecualian yang rumit. Lebih lanjut, agen layanan pelanggan yang menggunakan agentic AI bahkan memiliki dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk kasus-kasus dengan kompleksitas tinggi, mendedikasikan seperempat minggu mereka untuk masalah-masalah yang paling sulit.

Ketika agen AI mengambil alih lebih banyak kasus, agen manusia memiliki lebih banyak waktu untuk prioritas lain — dan setiap menit sangat berarti. Waktu tambahan itu akan sangat bermanfaat. Dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan AI, agen layanan pelanggan yang didukung agentic AI secara signifikan lebih mungkin menjalankan peran membimbing kolega, memimpin proyek lintas fungsi, dan meningkatkan mutu proses. Mereka juga lebih cenderung bekerja dengan pelanggan bernilai tinggi dan mengambil peran kepemimpinan. Semua ini menunjukkan bagaimana AI dapat membuka pintu bagi pekerjaan yang lebih berdampak serta kemajuan karier.

BACA JUGA:  Melalui PIJAR, Telkom Gelar Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah

Bahkan, 84% agen layanan pelanggan di kawasan Asia Pasifik yang menggunakan AI mengatakan bahwa hal itu menciptakan peluang pertumbuhan. Secara khusus, 94% agen layanan pelanggan di Indonesia telah mengembangkan keterampilan baru, dan 90% mengatakan peran mereka menjadi lebih terspesialisasi berkat bekerja dengan alat AI. Yang terpenting, mereka yang menggunakan AI merasa optimistis tentang masa depan mereka. Khususnya, para pengguna agentic AI menjadi yang paling optimistis tentang prospek karier mereka. Hal ini mungkin mencerminkan bias seleksi di antara para pengadopsi AI awal yang berfokus pada masa depan, tetapi hal ini selaras dengan peningkatan keterampilan, spesialisasi, dan peluang kepemimpinan yang mereka laporkan.

Keamanan dan akurasi tetap jadi yang utama dalam penerapan AI
Meskipun para agen layanan pelanggan setuju bahwa AI jadi faktor yang mendorong pertumbuhan dan terciptanya peluang, implementasi AI memang menghadirkan tantangan. Namun demikian, 96% penyedia layanan terdepan di Indonesia mengatakan bahwa hambatan yang mereka hadapi sudah diperkirakan — dan dalam banyak kasus, ternyata tidak seberat yang mereka perkirakan. Keamanan tetap menjadi perhatian utama, tercermin dari pendapat 35% penyedia layanan di Indonesia bahwa kekhawatiran tentang aspek keamanan merupakan alasan mereka menunda atau membatasi inisiatif AI.

Pun demikian, sentimen mulai berubah. Laporan terbaru Salesforce berjudul State of IT: Security report menunjukkan bahwa semua pemimpin keamanan yang disurvei menyatakan optimisme mengenai agen AI. Masing-masing dari mereka mengidentifikasi setidaknya satu area di mana alat-alat AI dapat memperkuat postur keamanan mereka. Banyak yang menyebutkan peningkatan dalam deteksi ancaman, pemantauan anomali, dan pencegahan pelanggaran. Jika diimplementasikan dengan hati-hati, agentic AI dapat dipandang bukan sebagai risiko yang perlu dimitigasi, melainkan alat untuk meningkatkan ketahanan.

BACA JUGA:  Resmi Diluncurkan, ION Buka Akses Pasar Lebih Luas bagi UMKM
Tags: Agentic AIAIGenerative AISalesforce
Previous Post

IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Masyarakat Korban Scam

Next Post

MediaTek Filogic 8000, Pelopori Ekosistem Wi-Fi 8, Jawab Tantangan Konektivitas AI Masa Depan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OpenAI Bagikan 50 Cara Penggunaan ChatGPT untuk Mahasiswa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motorola Moto E14, Smartphone Terjangkau Berbasis Android Go Edition

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dorong Kebijakan Responsif untuk Tata Kelola AI Data Center di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto